
"Maaf dokter Steven, aku ingin bekerja di rumah sakit milik keluargaku karena orang kepercayaan orang tuaku yang mengurus rumah sakit pensiun jadi mau tidak mau aku di tunjuk untuk mengurus rumah sakit." Jawab dokter Seka.
"Sayang sekali padahal dokter Steven termasuk dokter genius di rumah sakit kami." Ucap dokter Steven.
"Terima kasih atas pujiannya tapi aku rasa dokter Steven yang lebih genius." Ucap dokter Seka.
Dokter Steven hanya tersenyum hingga beberapa saat dokter Seka dan Catherine berpamitan dengan dokter Steven. Dokter Seka mengantar Catherine ke perusahaan karena pekerjaannya masih menumpuk.
"Boleh aku temani?" Tanya dokter Seka sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
"Boleh." Jawab Catherine singkat.
Dokter Seka hanya tersenyum hingga lima belas kemudian mereka sudah sampai di perusahaan milik Catherine. Dokter Seka yang tidak tega melihat pekerjaan Catherine yang menumpuk membuat dokter Seka membantu pekerjaan Catherine.
"Kak Seka hebat ya." Puji Catherine sambil mengecek dokumen begitu pula dengan dokter Seka.
"Hebat kenapa?" Tanya dokter Seka.
"Berkat Kakak pekerjaanku hampir selesai, beruntung banget aku mempunyai calon suami yang sangat pintar dan tampan." Jawab Catherine.
Dokter Seka hanya tersenyum mendengar pujian Catherine hingga satu jam kemudian pekerjaan mereka sudah selesai.
"Kita pulang yuk." Ajak dokter Seka sambil berdiri kemudian meregangkan tubuhnya yang pegal.
"Ok, aku yang nyetir ya Kak." Ucap Catherine.
"Kakak saja yang nyetir." Ucap dokter Seka.
"Kak Seka dari tadi mengendarai mobil dan pasti badan Kak Seka pegal jadi biarkan aku saja yang mengendarai mobil." Ucap Catherine.
Dokter Seka hanya menganggukkan kepalanya terlebih apa yang dikatakan Catherine benar adanya. Mereka pun pergi meninggalkan perusahaan tersebut, Catherine mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga di jalanan yang mulai agak sepi mobil mereka diikuti.
__ADS_1
Catherine dan dokter Seka tanpa sengaja melihat dari kaca spion kalau mobilnya diikuti oleh mobil hitam.
"Kak Seka, mobil kita diikuti." Ucap Catherine sambil tangan kirinya menekan tombol jam tangan yang berada di tangan kanannya.
Di mana jam tangan tersebut bila di tekan maka semua jam tangan yang dikenakan oleh keluarga besar Alvonso dan Alexander serempak berbunyi, tanda bahaya mengancam salah satu keluarga mereka.
"Iya, Kakak juga melihatnya." Jawab dokter Seka sambil mengambil ponselnya yang di saku kemejanya untuk menghubungi Daddy Sebastian dan Sambungan pertama langsung di angkat.
("Ada apa Seka?" Tanya Daddy Sebastian tanpa basa basi).
("Daddy, mobil kami diikuti Dad." Jawab dokter Seka).
("Apa? Baik Daddy akan meminta bantuan Mommy untuk mencari lokasi mu dan jangan lupa nyatakan GPS." Pinta Daddy Sebastian).
("Baik Dad." Jawab dokter Seka patuh sambil menyalakan GPS nya).
("Apa kamu bersama dengan Catherine?" Tanya Daddy Sebastian).
("Baik, Daddy akan meminta bantuan anak buah Daddy untuk datang ke sana." Ucap Daddy Sebastian).
("Terima kasih Dad." Ucap dokter Seka).
Tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian dokter Seka menyimpan kembali ponselny di saku kemejanya.
XXXX
Di tempat yang berbeda, tepatnya di mansion milik Daddy Sebastian di mana dirinya berada di ruang keluarga bersama istrinya siapa lagi kalau bukan Mommy Karen, Saka dan Cassandra sedang kumpul.
"Ada apa Dad?" Tanya Mommy Karen ketika melihat Daddy Sebastian menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Mommy tolong retas GPS Seka, mobil putra kita diikuti." Pinta Daddy Sebastian.
"Apa? Baik Mommy akan ambil laptop milik Daddy." Ucap Mommy Karen sambil berdiri dan berjalan dengan langkah cepat ke arah ruang kerja suaminya.
"Kalau begitu, Saka akan susul Kak Seka dan nanti Mommy atau Daddy hubungi Saka." Ucap Saka sambil berdiri dan berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah pintu utama.
"Aku ikut." Ucap Cassandra yang juga ikut berdiri dan menyusul suaminya.
"Ok." Jawab Daddy Sebastian singkat sambil menghubungi besannya yang bernama Daddy Aleandro putra pertama Daddy Thomas.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Cerita tentang Daddy Aleandro dapat di baca di novel Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika sedangkan Daddy Thomas dapat di baca di novel Ranjang Sang Mafia
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda tepatnya di mana Catherine mempercepat kendaraannnya membuat mobil hitam tersebut ikut mempercepat laju kendaraan hingga di jalan yang sepi mobil tersebut mendadak mempercepat laju kendaraan dan melewati mobil yang dikendarai oleh Catherine.
Cittttttt
Bruak
Tiba-tiba mobil hitam tersebut mengerem mobilnya tepat di depan mobil Catherine membuat Catherine terpaksa mengerem mobil secara mendadak dan langsung menabrak bamper mobil yang ada di depannya.
Dokter Seka yang tidak ingin Catherine terluka menahan tubuh Catherine agar tidak mengenai setir kemudi.
"Terima kasih Kak." Ucap Catherine sambil melepaskan sealt beltnya.
"Sama-sama." Jawab dokter Seka sambil ikut melepaskan sealt beltnya.
Catherine membuka tasnya untuk mengambil pistol sedangkan dokter Seka membuka dashboard mobil untuk mengambil pistol yang selalu di simpannya untu berjaga-jaga jika mendadak diriny di serang seperti saat ini.
__ADS_1
"Kamu punya pistol?Bisa memakainya?" Tanya dokter Seka terkejut dengan apa yang di lihatnya.