
"Sayang?" Tanya ulang Catherine.
"Iya sayang, mulai sekarang aku akan memanggilmu sayang." Jawab dokter Seka sambil menaiki tubuh Catherine.
Dokter Seka menarik tali jubah handuknya kemudian membuangnya secara asal sambil mencium bibir Catherine yang sudah menjadi candunya dan Catherine pun membalas ciuman dokter Seka.
Sretttttt
Sretttttt
Dokter Seka menarik paksa lingerie seksi yang dikenakan oleh Catherine membuat Catherine cemberut.
"Kenapa di robek?" Tanya Catherine dengan wajah di tekuk.
"Biar lebih cepat." Jawab dokter Seka.
Tanpa menunggu jawaban dokter Seka memberikan pemanasan terlebih dahulu sesuai yang di tontonnya di video kiriman adik kembarnya yang bernama Saka. Hingga lima belas menit kemudian berlanjut ke permainan inti.
Di hentakkan pertama kali, dokter Seka gagal hingga di hentakkan ke dua Catherine meringis menahan rasa sakit ketika kepala tombak saktinya masuk ke dalam goa miliknya.
"Sstttttt ... Sakit." Rintih Catherine.
"Maaf Sayang, lama - lama enak kok." Ucap dokter Seka.
Beberapa saat dokter Seka mendiamkan tombak saktinya sambil memberikan pemanasan kembali setelah rasa sakit mulai teralihkan barulah dokter Seka menghentakkan pinggulnya.
Sretttt
"Akhhhhhhhh... Sakittttt!" teriak Catherine sambil mencakar punggung dokter Seka hingga mengeluarkan darah segar.
Ketika dihentakan ketiga dokter Seka berhasil memasukkan tombak saktinya ke dalam goa walau sempat ada yang menghalangi di dalam goa tersebut bersamaan Catherine berteriak kesakitan.
Dokter Seka tidak marah ketika punggungnya terasa perih karena dokter Seka tahu Catherine kesakitan. Dokter Seka kembali memberikan pemanasan dan setelah beberapa saat barulah Catherine mulai menikmati hubungan suami istri.
Hingga tiga puluh menit kemudian tombak sakti milik dokter Seka mengeluarkan laharnya. Dokter Seka sengaja memasukkan laharnya ke dalam rahim Catherine agar Catherine bisa hamil.
Setelah beberapa saat dokter Seka menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping istrinya.
Dokter Seka memeluk tubuh polos istrinya sambil menyelimuti tubuh polos mereka berdua dengan menggunakan selimut sedangkan Catherine meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya dan membalas pelukan suaminya.
Cup
"Terima kasih sayang." Ucap dokter Seka kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut.
Catherine hanya menganggukkan kepalanya sambil memejamkan matanya dan tidak berapa lama Catherine tidur dengan pulas dan di susul oleh suaminya.
xxxxxxx
Satu Tahun Kemudian
Tidak terasa usia pernikahan mereka sudah satu tahun dan kini mereka dikaruniai dua anak kembar dan di beri nama Colvin dan Corvin sedangkan untuk adik kembarnya yang bernama Saka di mana dirinya menikah dengan Cassandra di karuniai dua anak kembar yang bernama Daniel dan Darien.
Mereka masing-masing sangat bahagia mempunyai dua pasang anak kembar yang sangat lucu, sangat pintar dan sangat tampan mengikuti Ayahnya yang bernama dokter Seka dan Saka.
__ADS_1
Begitu pula dengan keluarga besarnya di mana keluarga besar Daddy Alvonso, keluarga besar Daddy Sebastian dan keluarga besar Daddy Thomas Alexander sangat bahagia menyambut anggota keluarga baru.
Tidak ada musuh yang menyerang keluarga besar mereka terlebih istri mereka masing-masing selalu menasehati untuk melakukan kebaikan.
Tamat
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Tidak terasa novel ini sudah tamat dan terima kasih atas komentar, like, hadiah dan vote. Maaf kalau author tidak semua membalas komentar para pembaca tapi yang pasti author sangat senang dengan komentar para pembaca setiaku.
Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua. Amin.
Silahkan membaca novel berukuran dengan judul :
Saat itu Ronald berumur delapan tahun di mana ke dua orang tuanya sudah meninggal dunia. Hingga akhirnya Ronald kecil tinggal di panti asuhan sampai suatu ketika saat Ronald berumur sepuluh tahun Ronald di adopsi oleh pasangan suami istri.
Ronald sempat merasakan kasih sayang ke dua orang tua angkatnya namun ketika umur dua belas tahun Ibu angkatnya hamil. Rasa sayang pada Ronald semakin lama semakin pudar ketika Ibu angkatnya melahirkan anak kandung mereka.
Ronald sering dimarahin orang tuanya karena ke dua orang tua angkatnya beberapa kali di panggil ke sekolah waktu Ronald kelas dua SMP. Padahal Ronald sering mengatakan dengan jujur bahwa teman - temannya sering mencari masalah dengannya karena itulah Ronald melawan mereka.
Namun sayang ke dua orang tuanya lebih percaya dengan anak-anak nakal yang mencari masalah hingga akhirnya Ronald kabur dari rumah orang tua angkatnya.
Ronald yang beranjak remaja mencari pekerjaan asalkan halal karena Ronald diajarkan oleh panti asuhan untuk tidak mencuri. Ronald tidak melanjutkan sekolah karena saat itu gaji dari hasil dirinya bekerja hanya cukup untuk biaya sewa kontrakan dan makan.
Ronald sering di hina dan direndahkan oleh orang lain karena Ronald terlahir miskin. Mereka mengatakan hal itu karena mereka adalah para tetangga yang julid.
Ronald terdiam namun dalam hatinya berjanji jika ada orang yang menjadikan dirinya menjadi orang kaya maka Ronald akan menghormati dan merelakan nyawanya demi orang tersebut.
Bruk
Ronald terjatuh ketika seorang pria tiba - tiba berlari ke arah dirinya dan menabraknya. Selanjutnya pria tersebut menjatuhkan tas dan roti lalu pria tersebut langsung berlari ke arah gang sempit.
"Hei tunggu, tas dan rotinya jatuh!" Teriak Ronald sambil memunguti Roti dan tas tersebut sambil bersiap mengejar pria tersebut.
"BERHENTI!" teriak seorang pria sambil berlari ke arah Ronald dengan membawa senjata tajam.
"MALING!" Teriak pria lainnya secara bersamaan sambil berlari ke arah Ronald.
Ronald yang bingung dengan ucapan mereka ingin bertanya kalau dirinya bukan maling namun ....
Bugh
Bugh
"Akhhhhhhhh !" Teriak Ronald kesakitan.
Tanpa punya rasa empati sedikitpun Ronald di pukul oleh massa membuat Ronald berusaha melawan tapi karena perkelahian tidak seimbang satu lawan dua belas orang membuat Ronald menjadi bulan-bulanan mereka.
Ronald berteriak kesakitan sedangkan para massa yang tidak memukul Ronald sibuk mendokumentasikan kejadian tersebut tanpa memperdulikan teriakan kesakitan Ronald.
Di saat krisis seorang remaja tampan yang kebetulan melewati tersebut melihat orang berkumpul sambil berteriak menyebut maling harus mati, maling harus diberi pelajaran dan lain sebagainya dari balik jendela kaca mobil yang kebetulan terbuka.
__ADS_1
"Berhenti!" Perintah remaja tampan tersebut.
Mobil itupun berhenti begitu pula mobil yang ada di belakang remaja tersebut. Remaja tampan tersebut turun dari mobil dengan diikuti oleh para anak buahnya.
Remaja tampan tersebut dengan mata elangnya melihat Ronald di keroyok langsung memerintahkan anak buahnya untuk membantu Ronald hingga akhirnya remaja tampan tersebut membayar sejumlah uang untuk pemilik toko roti yang menuduh Ronald sebagai pencuri.
"Bawa remaja itu ke dalam mobil!" Perintah Rico.
"Baik Tuan." Jawab salah satu anak buahnya.
Mereka pun meninggalkan tempat tersebut menuju ke rumah sakit milik ke dua orang tua Rico.
Ronald kini di rawat di rumah sakit dan entah kenapa Rico yang biasanya tidak begitu perduli kini benar-benar perduli dengan Ronald. Rico menunggu Ronald sadar, Rico bisa saja menyuruh anak buahnya yang menjaga tapi entah kenapa dirinya ingin melakukan hal itu.
Dua jam kemudian Ronald membuka matanya dan menatap sekeliling ruangan hingga dirinya menatap ke arah Rico.
"Aku di mana Tuan?" Tanya Ronald.
"Kamu di rumah sakit." Jawab Rico.
"Rumah sakit?" Tanya ulang Ronald sambil berusaha bangun namun tubuhnya sangat sakit.
"Kamu mau kemana?" Tanya Rico sambil menahan tubuh Ronald.
"Aku ingin keluar dari rumah sakit." Jawab Ronald.
"Kamu masih sakit nanti kalau sudah sembuh baru boleh keluar dari rumah sakit." ucap Rico.
"Tapi Tuan, jika saya lama di sini yang ada nanti bayar rumah sakit mahal dan saya hanya punya tabungan lima belas juta. Kalau saya lama di sini nanti tambah naik biayanya." Ucap Ronald menjelaskan kenapa dirinya ingin pulang.
"Kamu tenang saja, rumah sakit ini milik orang tuaku jadi kamu tidak usah memikirkan semua biayanya. Yang harus dipikirkan sekarang kamu harus segera sembuh dan bisa beraktifitas kembali." Ucap Rico.
"Bagaimana saya bisa membalas budi ke Tuan?" Tanya Ronald.
"Jika kamu sembuh, bekerjalah denganku sebagai orang kepercayaanku di perusahaan milik orang tuaku yang nantinya diwariskan untukku." Ucap Rico.
"Tuan tidak bercanda kan?" Tanya Ronald tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya.
"Apakah di wajahku terlihat bercanda?" Tanya Rico.
"Maaf Tuan, saya bicara seperti itu karena saya hanya sekolah sampai dua SMP itupun belum ada tiga bulan. Jadi apa mungkin saya bisa menjadi orang kepercayaan Tuan?" Tanya Ronald dengan wajah sendu.
"Kamu tenang saja, aku akan mengajarimu hingga kamu sampai mengerti terlebih aku bisa melihat kalau kamu mempunyai potensi." Ucap Rico.
"Terima kasih atas pujian Tuan dan maaf kenapa Tuan baik pada saya?" Tanya Ronald.
"Aku tidak tahu tapi yang pasti aku merasa kamu orang yang bisa aku percaya untuk menjadi orang kepercayaanku." Jawab Rico.
"Terima kasih atas kepercayaan Tuan, saya tidak akan mengecewakan Tuan." Ucap Ronald.
"Oh ya siapa namamu?" Tanya Rico.
"Nama saya Ronald, Tuan." Jawab Ronald memperkenalkan diri.
__ADS_1
"Oh ya namaku Rico." Jawab Rico ikut memperkenalkan dirinya.