Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka

Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka
Mencintai Dalam Diam


__ADS_3

"Untunglah pisau tersebut tidak mengenai tempat vital dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." Jawab dokter tersebut.


"Terima kasih Dok." Ucap para wanita.


"Sama-sama Nyonya, sudah menjadi tugas saya." Jawab dokter tersebut.


"Maaf, kalau begitu saya akan mengecek pasien lainnya." Sambung dokter tersebut.


Para wanita dan pria hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter itupun pergi meninggalkan mereka berdua. Keluarga besar Alexander dan keluarga Daddy Sebastian mengobrol hingga beberapa saat kemudian pintu ruangan UGD terbuka dan mereka melihat dua perawat mendorong brangkar di mana Cassandra berbaring.


Kini mereka berada di ruang perawatan setelah beberapa saat Cassandra membuka matanya dan menatap sekeliling ruangan dengan buram hingga beberapa kali Cassandra mengejapkan matanya beberapa kali hingga dirinya bisa melihat dengan jelas.


"Apakah ada yang sakit?" Tanya Mommy Cantika.


"Perutku perih Mom." Jawab Cassandra.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Mommy Cantika penasaran.


"Ketika Cassandra dalam perjalanan ke perusahaan tiba - tiba ada mobil yang berhenti di depan Cassandra lalu kami berkelahi dengan empat pria. Ketika Cassandra terdesak datang Kak Saka menolongku. Hingga salah satu dari mereka membawa pisau dan ingin menusuk pisau ke Kak Saka. Aku yang melihatnya langsung menjadikan tubuhku sebagai tameng." Jawab Cassandra.


"Daddy, maaf Cassandra tidak bisa menghadiri meeting di perusahaan." Sambung Cassandra.


"Kamu jangan pikirkan itu karena sudah ada yang mewakilinya jadi kamu tenang saja." Jawab Daddy Aleandro.


"Tapi Dad ..." Ucapan Cassandra terpotong oleh Mommy Cantika.


"Sekarang kamu fokus menyembuhkan lukamu dan masalah pekerjaan jangan dipikirkan." Ucap Mommy Cantika yang mengerti kalau Cassandra adalah gadis penggila kerja.

__ADS_1


"Baik Mom." Jawab Cassandra patuh.


"Kalau begitu kami permisi dulu untuk melihat putra kami Seka." Ucap Mommy Karen.


"Terima kasih sudah menengok putri kami." Ucap Mommy Cantika.


"Cantika sudah kami anggap sebagai putriku juga jadi tidak perlu mengucapkan terima kasih." Ucap Mommy Karen.


Merekapun berpamitan khusus pria hanya bersalaman sedangkan untuk para wanita cipika cipiki. Mommy Karen, Daddy Sebastian dan Saka pergi meninggalkan ruang perawatan.


Tiga Hari Kemudian


Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan kini Cassandra dan dokter Seka sudah sembuh dan diperbolehkan pulang ke mansion masing-masing.


"Saka." Panggil dokter Seka ketika mereka berdua berada di kamar dokter Seka.


"Lusa adalah pertemuan antara Kakak dengan Cassandra maukah kamu menggantikan Kakak?" Tanya dokter Seka penuh harap.


"Memangnya Kakak tidak suka?" Tanya Saka penasaran.


"Tidak, Kakak hanya menganggap Cassandra sebagai adik jadi kamu mau kan menggantikan Kakak?" Tanya dokter Seka penuh harap.


"Kalau ketahuan Mommy dan Daddy bagaimana?" Tanya Saka.


"Tidak akan ketahuan karena kita kan kembar." Jawab dokter Seka.


"Bagaimana dengan nomer ponsel?" Tanya Saka.

__ADS_1


"Tenang saja Kakak kasih nomer ponselmu." Jawab dokter Seka dengan nada santai.


"Apa? Maaf Kak lusa aku ada meeting dengan perusahaan Patricia." Ucap Saka.


"Ayolah Kakak mohon bantuin Kakak." Mohon dokter Seka untuk pertama kalinya memohon.


"Maaf Kak, Saka tidak bisa dan maaf Kak aku mau istirahat karena aku mengantuk." Ucap Saka sambil membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan dokter Seka sendirian di kamarnya.


'Jika aku bertemu Cassandra untuk menggantikan Kak Seka yang ada aku tidak bisa menahan perasaanku karena jujur aku sudah mulai menyukainya.' Sambung Saka dalam hati yang lebih memilih mencintai dalam diam dan berusaha untuk tidak terlalu dekat dengan Cassandra karena takut dirinya terluka lebih dalam.


Dokter Seka menghembuskan nafasnya dengan perlahan ketika rencananya tidak berhasil.


"Aku tidak suka dengan Cassandra, apa yang harus aku lakukan agar aku tidak datang menemui Cassandra di kafe?" Tanya dokter Seka pada dirinya sendiri dengan nada frustrasi.


Karena lelah dokter Seka istirahat sambil berharap ada keajaiban agar dirinya tidak bertemu dengan Cassandra. Tidak membutuhkan waktu lama dokter Seka tidur dengan pulasnya.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda di mana segerombolan pria berpakaian serba hitam berkumpul.


"Tuan, saya dengar lusa salah satu anak mereka akan pergi ke cafe Pesona Hati dengan salah satu anak dari keluarga Tuan Alexander." Ucap salah satu mata yang bekerja dengan keluarga Sebastian sebagai pelayan.


"Bagus, kalau begitu ketika mereka datang maka kalian langsung menculik mereka berdua untuk menjadikan mereka sandera." Ucap pria tersebut sambil menahan amarahnya.


"Aku ingin ke dua orang tuanya merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang-orang yang disayanginya." Sambung pria tersebut.


Selesai mengatakan hal itu pria tersebut pergi meninggalkan tempat tersebut sedangkan orang kepercayaannya memberikan rencana penculikan yang harus mereka laksanakan agar berjalan dengan lancar.

__ADS_1


__ADS_2