Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka

Perjalanan Cinta Dokter Seka Dan Mafia Saka
Cemburu


__ADS_3

"Betul sekali, kami melihat kamu cocok dengan Seka." Ucap dokter Amel.


"Terserah Mommy saja." Jawab Catherine sambil tersenyum malu karena dirinya memang menyukai dokter Seka.


"Terima kasih Sayang, kamu sangat yakin kamu akan bahagia menikah dengan Seka." Ucap dokter Amel.


"Amin." Jawab Catherine dan keluarga besar Alvonso bersamaan.


"Oh ya besok kamu dan Seka mencoba pakaian pengantin di butik langganan Mommy jam sepuluh pagi." Ucap dokter Amel.


"Besok jam delapan pagi, Catherine ada meeting dengan pemegang saham." Ucap Catherine.


"Kalau begitu nanti Mommy akan meminta Seka menjemput mu di kantor." Ucap dokter Amel.


"Mommy punya nomer telpon?"Tanya Daddy Alvian putra ke dua Daddy Alvonso dengan Mommy Laras.


"Tidak, Mommy akan hubungi Ibunya Seka agar putranya menjemput putri kita." Jawab dokter Amel.


Daddy Alvian hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka melanjutkan mengobrol seputar acara pernikahan dokter Seka dengan Catherine yang akan diadakan secara meriah.


xxxxxxx


Malam berganti pagi, dokter Seka berencana menjemput Catherine di perusahaan milik Catherine untuk pergi ke butik.


'Kenapa namanya sama seperti nama seseorang yang aku sukai dalam diam?' Tanya dokter Seka dalam hati sambil menuruni anak tangga.

__ADS_1


'Mungkin hanya kebetulan namanya sama.' Sambung dokter Seka dalam hati.


"Ingat jangan kabur karena anak buah Daddy akan mengikutimu." Ucap Daddy Sebastian ketika melihat putra sulungnya berjalan ke arah ruang keluarga.


"Iya Dad." Jawab dokter Seka patuh.


"Mommy." Panggil dokter Seka.


"Ya." Jawab Mommy Karen singkat.


"Jika kami tidak cocok bagaimana?" Tanya dokter Seka.


"Jalani dulu dan kami sangat yakin pasti kalian cocok." Ucap Mommy Karen dengan nada yakin.


"Catherine salah satu cucu keluarga besar Alvonso sekaligus keluarga terkaya nomer satu di negri ini. Seka menduga pasti anaknya manja, suka menghamburkan uang dan bisa dipastikan tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga karena semuanya dilakukan oleh pelayan." Ucap dokter Seka yang merasa keberatan dijodohkan.


"Kalau dianya tidak mau?" Tanya dokter Seka.


"Pasti mau dan Mommy sangat yakin kalau Catherine pasti mau berubah."Jawab Mommy Karen.


"Kasihan Catherine kalau lama menunggu jadi lebih baik kamu pergilah!" Usir Daddy Sebastian.


Dokter Seka menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mengecup punggung tangan Mommy Karen dan Daddy Sebastian secara bergantian kemudian pergi meninggalkan mansiom tersebut menuju ke perusahaan milik Catherine.


Dokter Seka masuk ke dalam mobil ketika bodyguard yang merangkap sebagai sopir membuka pintu mobil belakang pengemudi. Sopir itupun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Dokter Seka menatap sekeliling jalan hingga dokter Seka melihat mobil berwarna hitam yang mengikuti mobil nya.


'Baru saja mobil ini jalan, satu mobil hitam langsung mengikuti mobil kami.' Ucap dokter Seka dalam hati.


Hingga dua puluh lima menit kemudian mobil tersebut berhenti di parkiran mobil. Dokter Seka turun dari mobil kemudian berjalan ke arah lobby perusahaan menuju ke arah ruang penerima tamu atau di kenal dengan resepsionis.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Resepsionis, penerima tamu, atau penyambut tamu ialah karyawan yang mengambil posisi dukungan kantor atau administrasi. Pekerjaan ini biasanya dilakukan di ruang tunggu, seperti lobi atau meja kantor depan organisasi atau bisnis


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


"Bisa saya bantu Tuan?" Tanya resepsionis sambil tersenyum manis.


'Tidak sia-sia kerja di sini karena banyak tamu semuanya tampan dan enak untuk di lihat.' Sambung resepsionis dalam hati.


"Aku ingin bertemu dengan Nona Catherine." Jawab dokter.


"Nona Catherine hari ini ada ralat dengan meeting dengan pemegang saham." Ucap resepsionis tersebut.


"Maaf, apakah dengan Tuan Seka?" Tanya resepsionis.


"Benar." Jawab dokter Seka.


"Oh ya tadi Nona Catherine meminta Tuan Seka untuk menunggu di ruangannya. Maaf saya akan antar Tuan ke ruangan nya." Ucap resepsionis tersebut.

__ADS_1


Dokter Seka hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter Seka membalikkan badannya namun matanya membulat sempurna sekaligus menahan amarahnya.


"Siapa pria itu?" Tanya dokter Seka dengan nada cemburu.


__ADS_2