
Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di butik. Dokter Seka dan Catherine turun dari mobil dan berjalan ke arah butik tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
'Bagaimana kalau kita sudah menikah dan saling diam pasti mansion akan seperti kuburan sunyi senyap.' Ucap dokter Seka dalam hati.
'Sepanjang perjalanan hingga sampai ke butik kami hanya diam saja. Jika kami menikah dan sedang marah seperti ini maka bisa dipastikan mansion kami seperti kuburan.' Ucap Catherine dalam hati.
Dokter Seka dan Catherine masuk ke dalam butik kemudian Catherine mulai mencoba gaun pengantin sedangkan dokter Seka duduk sambil menunggu Catherine.
Sambil menunggu dokter Seka mengeluarkan ponselnya untuk bermain game berbeda dengan adik kembarnya yang lebih suka melihat pergerakan saham.
"Maaf Tuan, bagaimana gaun pengantin ini?" tanya pemilik butik.
Dokter Seka mmengangkat kepalanya dan matanya membulat sempurna ketika melihat gaun pengantin yang dikenakan oleh Catherine.
"Ganti." Ucap dokter Seka.
"Baik Tuan." Jawab pemilik butik.
"Tunggu dulu, aku ingin memfotonya." Ucap dokter Seka sambil mematikan gamenya dan di ganti ke aplikasi foto.
__ADS_1
Cekrek
Anggap saja suara bunyi ponsel milik dokter Seka.
'Akan aku cetak ukuran besar untuk di simpan di dalam kamar.' Ucap dokter Seka dalam hati.
'Syukurlah Kak Seka minta ganti karena aku memakain gaun pengantin ini seperti tidak memakai baju. Tapi kenapa aku di foto?' Tanya Catherine dalam hati.
"Sekarang ganti gaun yang lain." Ucap dokter Seka.
"Baik Tuan." Jawab pemilik butik.
Pemilik butik menutup tirai sedangkan Catherine melepaskan gaun pengantin dan mengganti yang baru setelah selesai tirai terbuka. Catherine melihat dokter Seka tersenyum sambil memandangi ponselnya.
"Maaf Tuan, bagaimana dengan yang ini?" Tanya pemilik butik.
Glek
Dokter Seka mengangkat kepalanya dan matanya membulat sempurna melihat gaun pengantin yang dikenakan oleh Catherine membuat dokter Seka menelan salivanya dengan kasar.
__ADS_1
'Si*l seksi banget bikin adik kecilku yang selama ini tidur nyenyak kini tiba-tiba bangun.' umpat dokter Seka dalam hati sambil mengarahkan ponselnya ke Catherine.
Cekrek
Dokter Seka kembali memotret Catherine kemudian menatapnya tanpa berkedip.
"Ganti." Ucap dokter Seka setelah beberapa saat puas memandangi Catherine.
"Baik Tuan." Jawab pemilik butik patuh.
Pemilik butik kembali menutup tirai sedangkan Catherine melepaskan gaun pengantin dan mengganti yang baru setelah selesai tirai terbuka. Catherine melihat dokter Seka kembali tersenyum sambil memandangi ponselnya.
'Sebenarnya apa sih yang di lihatnya? Apa Kak Seka memandangi fotoku?' Tanya Catherine dalam hati.
Ketika pemilik butik ingin berbicara Catherine mengarahkan telunjuknya ke mulutnya tanda supaya pemilik butik diam. Pemilik butik itupun menganggukkan kepalanya kemudian Catherine berjalan perlahan ke arah dokter Seka yang sedang serius memandangi ponselnya.
'Awas saja kalau melihat gadis lain, aku tidak akan mau menikah dengan Kak Seka.' Ucap Catherine dalam hati.
Catherine berdiri tepat di belakang dokter Seka dan melihat dokter Seka memandangi foto dirinya.
"Kak Seka." Panggil Catherine.
__ADS_1
"Astoge." pekik dokter Seka dengan wajah sangat terkejut ketika melihat Catherine tepat di belakangnya.