
Kini Saka berada di ruang perawatan di mana dokter Seka tidur dengan pulasnya karena efek obat tidur yang diberikan oleh dokter.
"Kalau begitu kami pulang dulu dan besok kami ke sini lagi." ucap Daddy Aleandro.
"Ok. Hati - hati di jalan." Ucap Daddy Sebastian.
"Terima kasih." Jawab Daddy Aleandro sambil saling berjabat tangan.
"Besok aku dan Cassandra akan datang ke sini." Ucap Mommy Cantika sambil cipika cipiki dengan Mommy Karen.
"Ok. Kami tunggu." Ucap Mommy Karen sambil tersenyum begitu pula dengan Mommy Cantika.
Cassandra dan Saka hanya tersenyum menatap ke dua orang tuanya dan sesekali Saka melirik ke arah Cassandra.
'Cassandra hanya menatap ke arah ke dua orang tuanya tanpa menatap ke arah Kakak kembarku. Apakah Cassandra tidak ada perasaan?' Tanya Saka dalam hati.
Cassandra mencium punggung tangan Mommy Karen dan Daddy Sebastian secara bergantian lalu berjalan ke arah Saka.
"Pulang dulu ya." Pamit Cassandra.
"Hati-hati di jalan." Ucap Saka.
"Terima kasih." Jawab Cassandra.
Daddy Aleandro, Mommy Cantika dan Cassandra pergi meninggalkan ruang perawatan.
"Saka." Panggil Daddy Sebastian.
"Iya Dad." Jawab Saka.
"Besok Daddy ada meeting di perusahaan cabang, kamu bisa kan gantiin Daddy?" Tanya Daddy Sebastian.
"Bisa Dad." Jawab Saka.
__ADS_1
"Mommy sangat mengantuk, Daddy dan Saka menginap di rumah sakit kan?" Tanya Mommy Karen.
"Iya Mom." Jawab ke duanya bersamaan.
Mommy Karen tersenyum kemudian berjalan ke arah ranjang khusus untuk menunggu pasien dengan diikuti Daddy Sebastian sedangkan Saka berjalan ke arah sofa. Tidak membutuhkan waktu lama mereka tidur dengan pulas.
xxxxxxx
Malam menjelang pagi perlahan Mommy Karen membuka matanya dan turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah ranjang bersamaan dokter Seka membuka matanya.
"Apakah ada yang sakit?" Tanya Mommy Karen sambil duduk di kursi samping ranjang.
"Tidak ada Mom." Jawab dokter Seka.
"Syukurlah." jawab Mommy Karen sambil mengusap rambut putra sulungnya.
"Mommy, Seka bukan anak kecil lagi." Ucap dokter Seka dengan nada protes.
Mommy tahu tapi bagi Mommy dan Daddy kalau kamu dan Saka merupakan dua bayi yang sangat menggemaskan." Jawab Mommy Karen sambil tersenyum.
Saka yang masih tidur mendengar Mommy Karen sedang mengobrol dengan Kakak kembarnya membuat Saka membuka matanya dan langsung duduk di sofa panjang dengan menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Hingga Saka mendengar ucapan Mommy Karen membuat Saka kesal karena masih di anggap dua bayi yang sangat menggemaskan.
"Apa yang dikatakan sama Mommy benar, bagi kami kalian berdua adalah dua bayi yang sangat menggemaskan terlebih wajah kalian sangat mirip dengan Daddy." Ucap Daddy Sebastian.
Ketika Mommy Karen turun dari ranjang, Daddy Sebastian sudah tahu dan ingin rasanya menerkamnya tapi dirinya ingat jika mereka berada di ruang perawatan terlebih ada ke dua anak kembarnya yang sudah dewasa.
Daddy Sebastian ikut turun dari ranjang dan berjalan ke arah ranjang dimana Mommy Karen dan Saka sedang mengobrol.
"Daddy dan Mommy, ih nyebelin." ucap dokter Seka dan Saka bersamaan dengan wajah cemberut.
"Pffftttt.... Hahahaha...." Tawa Daddy Sebastian dan Mommy Karen bersamaan.
Dokter Seka dan Saka hanya menatap sebal ke arah ke dua sahabatnya sedangkan ke dua orang tuanya malah tidak berhenti tertawa.
__ADS_1
Dari lubuk hati paling terdalam dokter Seka dan Saka sangat bahagia melihat senyum kebahagiaan orang tuanya.
"Saka mau mandi dulu sekalian nanti gantiin Daddy meeting." Ucap Saka sambil berjalan ke arah kamar mandi.
"Ok." Jawab ke tiga bersamaan.
Lima belas menit kemudian Saka sudah selesai mandi dan memakai pakaian kerja yang sudah disiapkan oleh anak buahnya.
Saka mengecup punggung tangan ke dua orang tuanya secara bergantian kemudian menatap ke arah Kakak kembarnya sebentar.
"Nanti sore aku ke sini lagi Kak." Ucap Saka.
"Ok, hati-hati di jalan." Ucap dokter Seka.
"Terima kasih." Jawab Saka.
Dokter Seka hanya menganggukkan kepalanya kemudian Saka berjalan meninggalkan rumah sakit menuju ke perusahaan cabang milik ke dua orang tuanya.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda di mana Cassandra mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga lima belas menit kemudian Cassandra baru menyadari kalau ada mobil hitam mengikuti mobilnya.
"Apakah hanya perasaanku saja mobil itu mengikuti mobilku?" Tanya Cassandra sambil menatap mobil hitam tersebut
"Sudahlah, aku percepat saja mobilnya kalau tidak nanti aku terlambat ke kantor." Ucap Cassandra sambil menambah kecepatan mobilnya.
Mobil hitam itupun ikut menambah kecepatan hingga mobil mereka melalui jalan yang jarang dilalui oleh kendaraan.
Cittttttt
Tiba-tiba mobil hitam tersebut mendahului mobil Cassandra kemudian langsung menghentikan mobilnya dengan cara mengeremnya. Cassandra yang melihat mobil hitam mendahului dirinya dan menghentikan mobilnya secara tiba-tiba membuat Cassandra ikut mengerem mobil.
"Si*l, mau orang itu apa sih? Sudah tahu buru-buru." Ucap Cassandra dengan nada kesal sambil membuka pintu mobilnya.
__ADS_1
Empat orang berwajah sangar keluar dari mobil hitam tersebut dan berjalan ke arah Cassandra. Cassandra langsung menekan tombol yang ada di jam untuk berjaga-jaga kalau dirinya tidak bisa mengatasi mereka.
"Siapa kalian?" Tanya Cassandra