
"Ya, ada delapan pria masuk ke dalam restoran ini dengan memakai seragam hitam-hitam." Jawab Daddy Aleandro sambil menekan tombol darurat di jam tangannya.
"Begitu pula dengan gedung sebelah mereka berjumlah delapan pria berpakaian serba hitam sambil membawa pistol kemungkinan gedung itu milik Tuan Venus." Sambung Mommy Karen.
"Bisa jadi penembak jitu." Ucap Daddy Sebastian.
"Bisa jadi." Jawab mereka bersamaan.
"Delapan pria yang masuk ke dalam restoran sekarang posisinya ada di mana?" Tanya Daddy Sebastian.
"Mereka naik tangga menuju ke sini, kita siap-siap." Ucap Daddy Aleandro sambil mengeluarkan pistol.
'Untung selama ini aku tidak pernah mengatakan ke Venus kalau aku adalah keluarga yang bisa program IT begitu pula dengan orang lain hanya ke Sebastian aku jujur karena aku percaya padanya.' Sambung Daddy Aleandro dalam hati.
"Ok." Jawab mereka bersamaan.
Daddy Sebastian dan Daddy Aleandro berjalan ke arah tangga dengan ditemani istri mereka, Mommy Karen dan Mommy Cantika sedangkan dokter Seka dan Cassandra bersembunyi jika ada musuh yang datang menyerang ke dua orang tua mereka.
Suara - suara langkah kaki menaiki satu persatu anak tangga dengan perlahan tapi Daddy Sebastian dan Daddy Aleandro dapat mendengar dengan jelas karena mereka memiliki pendengaran tajam.
Hingga mereka melihat empat pria sudah sampai di tengah tangga. Daddy Sebastian dan Mommy Karen yang berada di sisi kanan sedangkan Daddy Aleandro dan Mommy Cantika berada di posisi kiri sambil mengarahkan pistol ke arah ke empat pria berpakaian serba hitam.
Daddy Sebastian, Mommy Karen, Daddy Aleandro dan Mommy Cantika menarik pelatuk kemudian mereka serempak menganggukkan kepalanya tanda untuk menembak.
__ADS_1
Dor Dor
Dor Dor
"Akhhhhhhhh..." Teriak ke empat pria tersebut secara bersamaan.
Bruk Bruk
Bruk Bruk
Daddy Sebastian, Mommy Karen, Daddy Aleandro dan Mommy Cantika berhasil menembak ke empat pria tersebut tepat mengenai keningnya membuat ke empat pria tersebut berteriak kesakitan dan tubuhnya berguling - guling ke bawah hingga mati seketika.
Kini tinggal empat pria lagi namun mereka tidak berjalan menaiki anak tangga membuat Daddy Albert meretas cctv hingga akhirnya dirinya melihat dari layar ponselnya kalau ke empat pria tersebut ternyata masih di bawah seperti menunggu sesuatu.
'Mereka berada di lantai satu sepertinya mereka sedang berpikir.' Ucap Daddy Aleandro dengan suara berbisik.
'Biar kami yang menyerang mereka.' Ucap dokter Seka.
'Ok, tapi Daddy ikut.' ucap Daddy Sebastian.
'Daddy juga ikut.' sambung Daddy Aleandro.
'Ok, kita turun perlahan agar mereka tidak curiga.' Ucap dokter Seka.
__ADS_1
Mereka bertiga serempak menganggukkan kepalanya tanda setuju, mereka sengaja berbicara pelan agar para penjahat tidak mendengar percakapan mereka.
Dokter Seka dan Cassandra berjalan perlahan menuruni anak tangga sambil menggenggam pistol.
'Cassandra kamu pria di sebelah kiri dan aku di sebelah kanan.' Bisik dokter Seka tepat di telinga Cassandra membuat Cassandra merinding geli.
Cassandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengarahkan pistolnya ke arah kiri sedangkan dokter Seka berada di sebelah kanan.
dor
dor
"Akhhhhhhhh..." Teriak ke dua pria tersebut secara bersamaan.
Bruk Bruk
Ke dua pria tersebut berteriak kesakitan ketika dokter Seka dan Cassandra berhasil menembak dua pria tersebut dengan tepat di keningnya dan tidak membutuhkan waktu lama mereka ma ti di tempat.
Ke dua temannya sangat kaget ketika mendengar dua suara tembakan dan langsung menatap ke arah suara letusan pistol. Ke dua pria tersebut mengarahkan pistolnya ke arah dokter Seka dan Cassandra.
Dor Dor
Dor Dor
__ADS_1
"Akhhhhhhhh..." Teriak ke dua pria tersebut secara bersamaan.
"Akhhhhhhhh..." Teriak dokter Seka tiba-tiba.