
Hari ini luna bangun lebih awal dari biasanya. Dia sudah terlebih dahulu berangkat ke sekolah menaiki sebuah motor menuju ke sekolah Zhao high-school.
contoh motor yang digunakan oleh Luna pergi ke sekolah.
Tiba saja di sekolah banyak siswa siswi yang heran melihat ada seorang siswi mengunakan motor besar pergi sekolah dari cara pakaiannya saja mereka tahu kalau yang membawa motor besar itu adalah seorang siswi.
“WOW siapa yang punya motor besar itu? ” kata siswa A.
“ntah selama di sekolah ini tidak pernah pun ada orang lain yang pakai motor besar macam itu selain Aldo dengan sahabatnya.” kata Siswa B pula.
“Yah kau benar, tapi kalau bukan Aldo siapa lagi. itu kan cewek lihat pakaiannya nggak mungkin Aldo pakai pakaian cewek.” kata siswa A tadi.
__ADS_1
“Ntah aku pun nggak tahu kita lihat dan tunggu saja dia buka helmetnya.” kata siswa B.
mereka pun menunggu siapa gelaran yang punya motor tadi.
Luna yang mendengar mereka berbisik mengenai motornya pun terkekeh kecil dia membuka helmetnya dan bertapa terkejutnya mereka melihat kalau itu adalah Luna siswa yang baru saja seminggu lalu pindah ke sekolah ini.
Luna seakan tidak pernah di bicarakan dia berlalu begitu saja menuju lantai atas di mana kelasnya berada. Dia tidak menghiraukan tatapan siswa siswi di sepanjang jalan.
Luna masuk ke kelas dia di sambut oleh ketiga sahabatnya.
“Eh... mana ada gue bawa macam biasa orang lain bawak lah... mana ada hebat sangat.” bantah Luna.
“yak... yang Rara bicarakan benar.. lo hebat sangat tadi, lo tau tak kalau Rara mengira kalau lo itu cowok dia mahu tembak itu cowok jadi pasangannya.” kata Sasa memberitahu apa yang sempat diucapkan oleh Ratna tadi semasa melihat Luna dia sempat mengira kalau Luna itu cowok dia mahu menembak tu cowok jadi boyfriendnya.
__ADS_1
“Eeee... omongan kosong aja lo tu.. mana ada gue bicara gitu. lo kali yang bicara gitu tadi. ya kan Mel.” Bantah Rayna lalu meminta dukungan dari Melina.
“I don't know.” ucap Meliha tidak menyokong siapa-siapa pun di antara mereka kerana dia tidak mendengar perbicaraan mereka berdua di luar tadi.
“Yehhh nggak setia kawan betul lah kau ni. yak kan Sa” kata Rayna pada sasa.
“Ya..betul. lo nggak setia kawan sangat.” kata Sasa meniru ucapan Rayna tadi.
Luna yang mendengar perdebatan antara mereka hanya terkekeh kecil.
“Udah lah ngga usah berdebat lagi kok... nanti pak Teo masuk baru rasa kau orang. ”lerai Luna.
Sasa, Melina Dan Rayna duduk satu meja di hadapan luna sedangkan Luna duduk di belakang mereka bertiga bersama Aldo Zhao anak kepala sekolah Tao Zhao.
__ADS_1
Pak Teo masuk ke dalam kelas dan memulaikan mata pelajarannya. Luna yang sudah faham semua pelajaran tersebut hanya melihat keluar jendela tanpa niat untuk belajar. Pak Teo yang melihat Luna melihat keluar hanya bisa mereka nafas saja kerana dia sudah tahu macam mana kepintaran Luna jadi dia hanya membiarkan saja apa yang Luna ingin lakukan asalkan dia tidak menganggu waktu pelajarannya. Termasuk semua guru yang ada di sekolah Zhao high-school tahu kalau Luna seorang siswa yang berpotensi.