
“Apa hubby sedang buka pabrik baru? pabrik apa hubby? ” tanya luna penasaraan pada pabrik apa yang sedang diusahakan suaminya karena dia selalu saja tahu semua kegaitan suaminya tanpa suaminya memberitahu pada dirinya.
Luna memang akan kelihatan polos kalau tentang urusan ranjang tetapi dia akan sangat pandai kalau urusan Hacker dan beladiri.
Kai, Luohan, Jordan, Lison, Aldo serta momy Rina hanya tersenyum karena melihat kepolosan luna tentang urusan ranjang.
“Sayang ingin tahu pabrik apa yang hubby baru ehhh... Bukan baru sayang tapi tidak lama lagi yang akan hubby buka? ” Kai bukanya menjawab pertanyaan sang istri malah dia bertanya pada luna apa dia ingin tahu pabrik apa akan dia buka.
Luna mengangguk lucu pada Kai tanda dia ingin mengetahui pabrik apa yang ingin dibuka oleh suaminya.
“Sayang nak tau ke?” tanya Kai menyakinkan Luna.
Sedangkan Para sahabatnya, momy Rina dan Aldo hanya tersenyum sajaelihat Kai sedang menggoda Luna.
“Ish...!! Tanya ya hubby sayang luna ingin tahu..PABRIK APA? ” tanya Luna karena dia ingin sangat mengetahui pabrik apa sambil menekankan kalimat dihujungnya.
“Belum saatnya sayang tau okey.. Dah jom kita sambung makan lagi” jawab Kai.
Luna cerarut mendengar Kai tidak mau memberitahu padanya. Lalu Luna pun melanjutkan makannya sambil cererut.
Sementara Kai memandang Jordan dan Lison dengan tajam. Jordan yang melihat tatapan Kai mengerti maksudnya bahwa gaji dia bulan ini akan dipotong. Tetapi berbeda dari Lison dia mengertikan tatapan Kai adalah sebagai penyabut nyawanya.
Selesai sarapan Luna tetap kelihatan masih marah pada Kai. Kai hanya bisa menghela napasnya lalu dia pun berjalan menuju ke arah Luna yang masih berada di dapur sedang mencuci piring bekas makanan mereka.
__ADS_1
Kai memeluk luna dari belakang. Dia meletakan dagunya di atas bahu Luna.
“Sayang... Kamu masih merajuk dengan hubby?” tanya Kai lembut.
Luna tetap juga tida menjawab. Dia tetap mendiamkan Kai.
“Sayang jang merajuk.. Okey hubby salah okey.. Hubby akan beritahu sayang tapi dengan syarat sayang tidak akan marah lagi dengan hubby.. Jangan diami hubby begini sayang” rayu Kai pada Luna.
Dia tidak tahan melihat luna mendiamkannya walau itu hanya sementara karena dia merasakan dunianya seakan runtuh bersama diamnya Luna.
Biarlah dia dikatakan bucin dengan Luna. Kai tidak bermasalah karena itu memang kenyataannya.
Luna tetap juga diam tidak menjawab. Kai pun hanya bisa pasrah saja. “Okey hubby bagitahu sayang.. Hubby tidak ada pun buka pabrik baru itu Jordan dan Lison omongan kosong saja sayang.”jawab kai mengalah pada Luna.
“Ya hubby benar kok.. Tapi memang tidak lama lagi hubby akan buka pabrik baru hanya tunggu persetujuan dari sayang saja ” kata Kai.
Luna heran kenapa harus persetujuan darinya? Kenapa tidak dibuka saja pabrik itu kalau memang suaminya ingin membuka pabrik baru. “Kenapa harus persetujuan dari Luna pula hubby? ” tanya luna bingung.
“Ya memang kena minta persetujuan dari sayang dulu lah kalau mau buka pabfik baru, kan sayang yang pegang kendali semua badan.” jelas Kai.
“Hiss..!! Hubby jangan bertelet-telet Luna tidak mengerti maksud hubby apa? Kenapa harus tunggu badan luna pula?” kata luna mulai merasa tidak paham pada percakapan Kai pada dirinya.
“Kalau hubby minta hak hubby apa sayang akan sedia memberikan hak hubby pada hubby? ” tanya Kai pada Luna.
__ADS_1
Luna terdiam sebentar sebelum menjawab pertanyaan Kai pada dirinya yang ingin meminta haknya.
“Tapi apa kaitannya dengan buka pabriknya pula hubby? ” tanya luna masih juga tidak paham.
“Kaitannya adalah maksud Jordan dan Lison tadi apa kita sudah melakukan malam pertama itu yang mereka maksudkan membuka pabrik baru sayang. ” jawab kai lembut dan dan bersabar karena melihat kepolosan istrinya.
Wajah Luna memerah setelah mengetahui maksud membuka pabrik itu. Dia langsung memeluk Kai dan mengelamkan wajahnya pada dada bidang milik Kai.
“Sayang.. Apa hubby boleh minta hak hubby? ” tanya Kai pada Luna yang masih saja memeluk dirinya.
“Ta-pi...” Luna ragu-ragu ingin mengatakan sesuatu pada Kai takutnya suaminya akan kecewa nantinya.
“kalau sayang belum sedia lagi hubby tidak akan paksa sayang... Hubby hanya tanya saja” kata Kai menekankan rasa kecewanya.
Dari nada suara Kai Lun mengetahui kalau Kai sedang menahan rasa kecewanya. Kai ingin berlalu pergi karena sebentar nanti dia akan ada perjumpaan dengan klien. Namun, terhenti karena tiba-tiba luna memeluk badannya dari belakang.
Luna mengelamkan wajahnya di belakang Kai karena dia merasa sangat malu untuk mengatakan bahwa dia sudah bersedia.
“Hubby Luna sudah bersedia kok... Kalau hubby ingin hak hubby. ” kata Luna dengan suara perlahan-lahan hampir saja tidak dapat didengar oleh Kai kalau Kai tidak memiliki pendengaran yang sangat tajam.
Kai membuka belitan tangan Luna lalu dia menghadap ke arah Luna. Dia melihat kalau wajah luna sangat memerah karena dia merasa malu dan hanya tertunduk-tunduk saja.
Kai lalu mengangkatkan wajah luna dan menatap mata Luna dalam-dalam untuk mencari apakah Luna benar-benar sudah bersedia atau hanya ingin melaksanakan tugasnya sebagai istri saja. Tetapi Kai tidak melihat Luna terpaksa dia melihat mata luna benar-benar sudah bersedia.
__ADS_1
Melihat Luna benar-benar bersedia Kai lalu memeluk Luna karena dia merasa sangat bahagia. “Terima kasih sayang.. Terima kasih karena sudah menerima hubby demgan setulus hati sayang.. Hubby janji akan selalu mengbahagiakan sayang sampai maut memisahkan kita. ” kata Kai dengan haru karena Luna sanggup menerimanya apa adanya.