
Setelah menunggu beberapa menit benda yang di inginkan oleh Luna sudah sampai. Dengan hati yang berdebar-debar Luna pergi ke kamar mandi untuk mengecek sama ada dirinya benar-benar hamil atau tidak.
Setelah menampung air uriennya Luna langsung mencelupkan alat tes kehamilan itu ke dalam air uriennya. Luna menunggu beberapa menit untuk mendapatkan hasilnya. Dan Luna mengambil tes kehamilan itu dan bertapa terkejutnya dia melihat ada dua garis merah di sana.
Luna seakan tidak percaya bahwa dirinya bisa hamil sekarang ini. Kenapa tidak dahulu saja? setelah apa yang berlaku? kenapa harus sekarang bila dia sudah pergi dari kehidupan Kai?
sementara di sisi lain lebih tepatnya di villa Zhao, momy Rina dan Dady Ken duduk berduaan di ruang keluarga.
“Dad... maksud Han tadi tu apa? dan kenapa Kai bilang kalau pria yang ada di foto itu adalah Rayhan sahabat dad itu?” tanya Momy Rina penasaran karena dia sempat mendengar tadi Kai sempat menyebut nama Rayhan ayahnya Luohan.
“Apa mom tidak perasaan kalau pria yang bersama Luna menantu kamu itu adalah Reyhan.?” tanya Dady Ken balik pada momy Rina.
__ADS_1
Momy Rina kaget mengetahui bahwa pria yang berpelukan dengan Luna di dalam foto itu adalah Reyhan sahabat suaminya. “Tapi dad kenapa Rey peluk Luna? dan kenapa mereka ada di hotel dalam foto itu?” tanya momy Rina lagi.
“ itu karena Luna adalah anak dari Reyhan dan Alena yang dahulu diculik oleh orang itu pada masa itu. Dan sekarang dia dan Alena baru sempat ketemu dengan Luna. Dan waktu itu juga dad ada sama mereka.” terang Dady Ken pada Momy Rina
“APA DAD!!!! Kenapa dad tak bilang dari awal sih dad kalau Luna itu anaknya Rey. kenapa mesti sembunyi segala dad!” gerutu momy Rina karena dad Ken tidak memberitahu dirinya dari awal kalau Luna adalah anak dari Reyhan dan Aluna.
“Lah salah dad pula, kenapa dah mom tak tanya dad mana dad tahu kalau mom ingin mengetahui itu.” jawab dady Ken dengan santai hingga membuat momy Rina geram pada dirinya.
“Apa!! mom tidak boleh begitu dong.. buka pintu ini dong mom.. dad ingin masuk ke dalam!” kata dady Ken mengetuk-getuk pintu kamar mereka berdua.
“Dad tidur dekat luar saja! ” jawab momy Rina.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸
Pagi harinya, Luna bangun langsung menuju kamar mandi memutahkan semua isi perutnya yang bagaikan diaduk-adukkan dari dalam.
hoek... hoekkkk... hhooeekkk...! wajah Luna kelihatan sangat pucat. Dia tidak tahu bagaimana lagi untuk mengatasi rasa mualnya, dia terasa sangat tersiksa dengan mual yang dia hadapi.
Luna terduduk di kamar mandi dia tidak sanggup lagi untuk berdiri karena semua tenaganya terguris habis muntah tadi.
“Kenapa sangat tersiksa.. apa yang patut aku lakukan sekarang aku tidak dapat menahan semua ini."Gumam Luna sambil menangis karena di sungguh tidak kuat menghadapi muntah tiap pagi dan malam hari.
Setelah beberapa menit Luna akhirnya mendapatkan sedikit tenaganya buat berjalan menuju ke ranjang dan baring di sana. Luna hari ini berencana hendak pergi ke klinik terdekat tetapi karena tenaganya habis terguris habis muntah jadi dia menunda hingga sore hari.
__ADS_1
Sedangkan Kai dia tidak mengetahui kesiksaan yang dihadapi oleh Luna atas perbuatannya dahulu. Dia langsung tidak mengingatkan Luna dan selalu bersama Iren hingga dia lupa fail yang diberikan Luohan pada dirinya.