
Dengan parsah Luna harus menyanyikan sebuah lagu untuk mereka tetapi lebih tepanya lagu itu dia tujukan kepada Suaminya iaitu Kai Zhao.
Luna menghampiri Lison dan memberitahu lagu apa yang dia nyanyikan nanti. “Gege... Gege main nada lagu HARGA DIRIKU. ” bisik Luna pada Lison.
Lison pun mengangguk lanjut dia mengambil gitar dan memetik nada lagu untuk Luna.
Air mata Luna tiba-tiba tanpa dia sadari menitis ke pipinya.
🎶🎶🎶
Di dirimu aku menemukan
Yang mencintaiku
Yang menyayangiku
Di dirimu aku ketakutan
Kau biarkanku
Kau tinggalkanku
Bila kamu tak lagi denganku
Ku tak tahu apa 'tuk jalani hidupku
Bila memang kau pergi dariku
Ku tak ada lagi di dunia ini
Mengertikah kau siang malamku
Dan tangis tawaku
Kau semua hidupku
Pandang aku pandanglah hatiku
__ADS_1
Aku tak mampu melangkah tanpamu
Bila kamu tak lagi denganku
Ku tak tahu apa 'tuk jalani hidupku
Bila memang kau pergi dariku
Ku tak ada lagi di dunia ini
Bukan ku tak punya harga diri
Tapi dirimu begitu berarti
Kaulah nafasku engkau harga diriku
Mengerti aku...
Bila kamu tak lagi denganku
Ku tak tahu apa 'tuk jalani hidupku
Bila memang kau pergi dariku
🎶🎶🎶
Air mata Luna tiba-tiba tanpa dia sadari menitis ke pipinya. Sebaik saja lagu habis dinyanyikan oleh Luna semua yang ada di sana juga dapat merasakan rasa sedih di dalam nada lagu Luna. Lalu Luna pergi dari sana, dia ingin menenangkan perasaannya yang sedang tidak enak.
Kai yang melihat kepergian Luna tidak menghiraukannya dia hanya acuh tak acuh saja pada Luna. Luohan yang melihat Kai tidak memperdulikan Luna langsung saja bangkit dari duduknya.
“Han kau mau ke mana?” tanya Jordan karena melihat Luohan yang ingin pergi dari sana.
Luohan tidak menjawab dia lanjut berjalan pergi dari sana untuk mencari keberadaan Luna. Hatinya merasa tidak nyaman karena melihat tatapan mata Luna yang sangat menyedihkan itu.
‘Kemana perginya Luna? Tadi kan dia lalu sini?’gumam Luohan mencari-cari kelibatan Luna tapi tetap juga tidak ketemu.
Luohan tidak putus asa dia lanjut mencari Luna, namun tiba-tiba dia terdengar suara isakkan di tepi air terjun yang jauh dari tempat mereka camping. Luohan oergi ke arah suara isakkan itu. Dia melihat Luna sedang duduk di atas batu-batuan di tepi air terjun sambil menangis pilu lalu Luohan menghampiri Luna.
__ADS_1
“Luna!.. ” seru Luohan.
Luna memalingkan pandangannya pada arah suara yang memanggil namanya ternyata itu adalah Luohan kakak kandung Luna.
“Kamu kenapa? Kalau ada masalah coba kasi tahu sama gege mana tahu gege dapat bantu kamu.” kata Luohan lalu dusuk di samping Luna.
Luna tidak menjawab melainkan langsung memeluk erat badan Luohan dengan suara tangisan pecah. Luna tidak dapat menahan rasa sakit di hatinya sebab itu dia memerlukan sandaran untuk dirinya berkeluh kesah.
“Gege... Hiks.. Hiks.. Hiks.. ”
“Shhhh!!.. Jangan nangis lagi nanti cantiknya ilang lo. Kan nggak cantik lagi.” pujuk Luohan seraya membuat lencongan supaya kesedihan Luna sedikit menghilang.
Dan benar saja tangisan Luna semakin mereda.
“Nah.. Kan cantik meimei gege kalau senyum macam ini.”
“Gege... Ada sesuatu yang ingin Luna kasi tahu sama gege.”
“Erm.. Ada apa ermm.. ” jawab Luohan lembut sambil mengelus-gelus rambut panjang hitam milik Luna.
Luna dan Luohan tidak tahu ada 6 pasang mata yang melihat mereka dari semak-semak.
“Gege kalau Luna adalah meimei gege yang sebenarnya apa gege percaya?”
“Hah!... ”Luohan bengong dengan kata-kata Luna.
“Maksudnya apa Luna?”
“Maksud Luna adalah kalau Luna adalah meimeinya gege yang hilang 16 tahu lalu bagaimana?”
“Jangan bercanda Luna... Candaan kamu nggak lucu.” kata Luohan menyekal apa yang dikatakan oleh luna tadi bahkan dia tadi sempat benar-benar percaya tetapi kemudian dia tidak oercaya karena tidak lama lagi dia dan papi serta maminya akan berjumpa dengan meimeinya.
“Luna nggak bicara omong kosong gege apa yang Luna bilang benar-benar gege. Pada 20 Maret 16 tahun lalu di rumah sakit Wu ada seorang wanita tengah berjuang melahirkan malaikat kecil milik keluarga Wu namun setelah proses persalinan lancar tiba-tiba ada sekelompak orang berpaian hitam datang dan langsung membawa pergi bayi yang baru saja di lahirkan. Apa benar apa yang Luna katakan.” Luna menerangkan secara detil hal yang berlaku pada malam itu dan benar saja Luohan terpengun karena Luna mengetahui semua itu.
Luohan sangat terkejut mendengar Luna menceritakan semua hal yang pernah berlaku pada adik kecilnya pada waktu itu. Lama dia berdiam diri. Namun tiba-tiba Luohan memeluk Luna dengan erat dan menangis haru karena yang mereka cari selama ini ada di depan matanya sendiri.
“Meimei... Syukur meimei selamat waktu itu.”
__ADS_1
Luna hanya mengangguk dan dia juga sangat bahagia melihat reakasi Kakak kandungnya yang sangat menanti kehadirannya semula. Bagaiman pula kalau Luna sudah berjumpa dengan papi dan mami kandungnya? Bagai mana reaksi mereka?