PERJODOHAN: PERNIKAHAN RAHASIA ANTARA PRESDIR DENGAN ANAK SMA

PERJODOHAN: PERNIKAHAN RAHASIA ANTARA PRESDIR DENGAN ANAK SMA
BAB 11


__ADS_3

Tidak terasa sudah seminggu berlalu kini hanya tinggal beberapa jam lagi untuk Luna bertukar statusnya dari gadis menjadi istri kepada orang yang sama sekali nggak pernah dia jumpa apatah lagi mengetahui siapa namanya saja Luna tidak tahu. Luna hanya menjalankan semua kehendak Momy Rina serta mama Luna saja.


Sebenarnya Luna sangat berharap kalau keluarga kandungnya datang ke majlis perkawinannya tapi dia nggak boleh buat apa-apa hanya Gegenya saja yang dapat datang mewakili keluarganya untuk datang, itu saja sudah cukup bagi Luna.


“Luna sayang sudah waktunya kita pergi ke tempat angkat sumpah sekarang. Kamu sudah ditunggu oleh pihak keluarga mempelai pria.” kata Mama Lina masuk ke dalam kamar Luna.


“Ya ampun Luna anak mama kamu cantik bangat sayang kayak mama kandung kamu cuma bedanya kamu lagi cantik dari dia sayang.” kata Mama Lima memuji kecantikan Luna.


Meluarga angkat Luna memang sudah melihat foto mereka cuma kalau mereka ketemu di luar sana mereka pura-pura nggak kenal dengan keluarga kandung Luna sebab Luna sendiri yang menyuruh mereka begitu.

__ADS_1


“Ma... Luna belum siap menikah lagi Ma.. gi mana kalau kita batalkan saja pernikahan ini ma.. ” lirih Luna takut mama Luna akan marah padanya.


“Sayang bukannya kamu sudah menerima pernikahan ini dua minggu lalu tapi kenapa sekarang kamu berubah fikiran?” tanya mama Luna lembut seraya mengusap lembut kedua belah pipi gebu milik Luna.


“Ya ma... Luna terpaksa waktu itu, boleh nggak kalau Luna batalkan pernikahan ini sekarang ma” lirih Luna lagi menyampaikan perasaan yang dia pendam di hati.


“Tapi sayang bukannya kamu seorang yang pantang mengikar ucapan kamu sendiri. apa kamu lupa dulu waktu kamu masih kecil kamu pernah bersumpah kalau kamu paling pantang kalau kamu nggak mahu ada sesiapa yang berada dekat kamu yang mengikar janji serta ucapannya. ” kata Mama Lina mengingatkan Luna pada masa dia mengucapkan sumpah kalau dia paling pantang mengikari janji atau ucapan seorang.


“Nggak apa-apa sayang yang penting sekarang Luna sudah bersiap buat ikat sumpah dengan calon suami Luna, mari kita berangkat sekarang takut nanti kita telat pula sampai.” ajak Mama Lina.

__ADS_1


Luna berjalan beriringan dengan mama Luna menuju ke lantai bawah di mana sang papa angkatnya berada.


Papa Alex yang melihat kelihatan Luna serta mama Luna menuruni anak tangga lalu berjalan menuju ke arah mereka.


“Anak kecil papa sudah dewasa sekarang. papa sangat bahagia bila anak papa akan bahagia. kata selamat sayang, selamat menempuhi perjalanan hidup berumahtangga. Luna ingat satu saja pesanan papa... ” kata papa Alex dengan mata berkaca-kaca sebab dia hendak menangis melepaskan anak kesayangannya walaupun Luna bukan anak kandungnya tapi sangat terasa berat untuk dia melepaskan luna, sebagai seorang papa atau cinta pertama bagi anak perempuannya.


“Pa jangan sedih kalau papa sedih nanti Luna juga ikutan sedih juga. ” ucap Luna sebab melihat mata papa Alex sudah berkaca-kaca seperti hendak menangis pada bila-bila masa saja. “Tadi papa mau ingatkan Luna tentang apa pa?” tanya Luna pada papa Alex .


“Luna kamu kena ingat pesan papa, kalau kamu sudah berumahtangga kamu kena patuh dengan arahan suami kamu, kamu jangan melawan ucapan dia, kamu harus hormat dia ingat pesan papa. papa tahu kamu pandai jaga diri kamu sendiri tapi papa tetap nggak ada sama kamu semasa kamu memerlukan papa. kamu harus menjadi kuat ingat pesan papa ini Luna.” Kata Papa Alex memberikan nasihat pada luna.

__ADS_1


“Ya pa... papa dengan mama jangan lah terlalu khawatir sama Luna, Lunakan jago beladiri.” kata Luna sambil membuat lengcongan pada mama dan papa angkatnya supaya tidak terlalu khawatir dengan dirinya.


“Ada-ada saja kamu ini Luna, sudah lah Jom kita berangkat menuju ke sana. mesti mereka sudah menanti dari tadi.” ucap papa Alex agar mereka melanjutkan perjalanan menuju ke tempat pernikahan berlangsung.


__ADS_2