
Setelah menunggu kedatangan Kai serta ketiga sahabatnya mereka pun mulai barbeku di halaman belakang. Namun sementara itu, Luna dan sahabatnya pergi ke dapur guna mengambil bahan-bahan yang diperlukan mereka barbeku nanti.
“Luna... Sahabat laki lo tampan semua lah Lun... Boleh tidak kalau lo kenalkan sahabat laki lo pada kita.” kata Sasa pada Luna sambil mengambil bahan-bahan yang mereka gunakan.
“Ya kalau lo mau kenal, kenal saja lah.. Tidak apa-apa kok. ” jawab Luna santai.
“Lah gue suruh lo yang kenali kita pada mereka dodol.. ” kesal Sasa.
“Luna... Luna.. Luna...!!!” rengek Sasa sambil mengeluarkan mata puppynya.
“Ya.. Ya.. Nanti gue kenali kalian dengan mereka kok. Udah puas lo. Sekarang ni bawak semua bahan-bahan ini nanti ketunggu pula mereka.” kata Luna lalu membawa sebahagian bahan-bahan bakar ke halaman belakang.
Sampai di belakang Luna dan ketiga sahabatnya meletakkan bahan-bahan tersebut di atas meja yang sudah disediakan oleh mereka. Luna menghampiri suami dan ketiga sahabat serta momy Rina dan Aldo yang duduk di sana setelah meletakkan bahan-bahan tadi.
“Gege.. Kenalkan mereka bertiga sahabat Luna. Ini Melina, ini Rayna dan Sasa” Luna memperkenalkan ketiga sahabatnya pada suami serta sahabat suaminya.
“Kai.. ”
__ADS_1
“Luohan”
“Jordan”
“Lison”
Mereka memperkenalkan diri mereka juga karena mereka belum kenal dengan sahabat Luna.
Kemudian mereka pun memulaikan aktiviti barbeku, mereka membagikan tugas supaya biar cepat siap.
Luna, Kai dan Aldo mereka ditugaskan membuat membakar jagung, Melina dan Luohan mereka ditugaskan untuk membeli air ke toko terdekat, Rayna dan Jordan mereka ditugaskan membentangkan tikar supaya lebih enak lagi kalau mereka duduk di atas tikar dibandingkan di meja. Sementara Sasa dan Lison mereka ditugaskan membakar bagian daging. Namun, tidak dengan momy Rina dia disuruh untuk melihat mereka melakukan semua tugasan itu.
🌸🌸🌸🌸🌸
“Luna...! ” panggil Kai karena dai melihat Luna dari tadi hanya diam saja setelah berpisah dengan sahabatnya.
“Ya tuan... ” jawab Luna singkat.
__ADS_1
Jangan heran kenapa Aldo tidak terkejut mendengar Luna memanggil Kai dengan sebutan Tuan karena dia sudah tahu bagaimana hubungan antara mereka berdua jadi dia hanya diam saja sambil melanjutkan membakar jagung.
“Luna boleh tidak kalau kamu jangan panggil aku tuan lagi.. Panggil hubby saja. ” kata Kai karena luna memanggil dirinya dengan panggilan tuan.
“Erm... Ta-” kata luna sudah dipotong oleh Kai terlebih dulu.
“Tidak ada bantahan Luna. Aku tahu kamu masih mengingatkan dulu aku pernah bentak dan marah sama kamu karena kamu manggil aku dengan nama saja..tapi sekarang lain Luna aku ingin kita mulakan hubungan kita kembali. Walaupun aku masih belum mencintai kamu lagi.” Kai menjelaskan. “mari kita mulakan semuanya dari awal lagi. Kalau kamu takut pasal surat kontrak itu kita dapat batalkan semuanya. Aku janji tidak akan pernah sakiti kamu lagi” sambung Kai sambil memegang kedua tangan Luna.
Luna tidak tahu bagaimana dia harus merespon kata-kata Kai barusan, dia masih terlihat ragu-ragu dengan kata-kata Kai tadi. Namun setelah dia melihat mata Kai dengan lebih dalam lagi dia dapat melihat bahwa Kai benar-benar dengan yang dia katakan. Jadi Luna pun mengangguk tanda dia setuju kalau mereka akan memulakan hubungan mereka.
Melihat Luna mengangguk setuju Kai tidak tahu kenapa perasaan di dalam hatinya lain... Kai memeluk Luna dengan erat seolah-olah Dia tidak mau kehilangan Luna walau bagaimana sekali pun. Tidak seperti dia masih sama dengan Iren dia merasa sangat bahagia dan nyaman dengan Luna berbeda dengan Iren.
Kalau dia dengan Iren perasaan dia hanya biasa-biasa saja. Tapi dengan Luna jantungnya berdegup dengan kencang.
Aldo yang melihat pandangan romantis di depannya berdeham “eekhhmmm... Di sini masih ada orang loh Gege.. Kalau mau peluk-pelukan itu di kamar saja gege... ”
Luna yang ketahuan oleh Aldo sedang berpelukan dengan Kai merasa sangat malu dia pun menggelamkan wajahnya kedalam dada bidang Kai.
__ADS_1
Kai melihat Luna malu pun tersenyum.“Budak kecil bisa diam tidak ganggu orang saja.” marah Kai pada Aldo karena menganggu dia dengan Luna.