PERJODOHAN: PERNIKAHAN RAHASIA ANTARA PRESDIR DENGAN ANAK SMA

PERJODOHAN: PERNIKAHAN RAHASIA ANTARA PRESDIR DENGAN ANAK SMA
BAB 18


__ADS_3

Hari berganti hari, minggu berganti minggu tidak terasa pernikahan Luna dengan Presdir kai sudah berjalan 3 minggu. Tapi hubungan mereka tetap sama sejak awal pernikahan tidak ada perubahan apa-apa pun.


Hanya saja Luna, dia semakin hari perasaan cinta dia pada presdir Kai kian bertambah.


“gue harus bagaimana semakin hari perasaan cinta gue sama suami gue samakin bertambah walaupun dia sangat dingin dengan gue tapi kenapa perasaan cinta gue harus tumbuh. Apa yang harus gue lakukan kenapa...kenapa harus gue yang terjebak dalam pernikahan yang tidak ada secungkil sekali pun Rava cinta dia pada gue.”batin Luna.


Hari ini seperti biasa kalau di hujung minggu Luna akan berada di rumah seorang diri, dia sudah tidak lagi bekerja, dia hanya memantau dari komputer dia saja pekerjaan yang di buat para pekerjanya di restoran miliknya. Sampai sekarang tidak ada seorang pun yang mengetahui bahawa Luna ada sebuah restoran yang baru saja terkenal.Luna menyembunyikan semua itu dari pengetahuan keluarganya.


Luna tidak mengetahui kalau presdir Kai juga masih di rumah kerana biasanya presdir Kai sudah berangkat awal pagi kalau hujung minggu beda kalau pada hari biasa dia akan lambat berangkat kerja.


Selesai Luna membereskan rumah milik mereka Luna bergegas masuk ke dalam kamarnya. Luna memang tidak satu kamar dengan Persdir Kai sejak awal mereka pindah rumah. semua sahabat Luna serta sahabat presdir Kai mengetahui kalau mereka pisah kamar kecuali keluarga mereka saja yang tidak mengetahui kalau mereka tidak satu kamar.


Setelah 30 menit mandi Luna pun berjalan menuju ke arah meja belajarnya yang terletak di sebelah sudut dinding kamarnya. Luna membuka komputernya lalu jemari tangannya sangat lincah di atas papan keyboard. Luna mencari info tentang keluarganya sekarang. Dia merasa kalau sudah waktunya dia menunjukkan dirinya pada keluarga kandungnya.

__ADS_1


Fokus Luna terganggu Kerana mendengar suara bel rumahnya berbunyi. Luna menuju ke arah pintu kebetulan kamar tidur Luna berada di lantai bawah sedangkan kamar milik presdir Kai berada di lantai atas.


ting tong... ting tong... ting tong


“Ya bentar... ” kata Luna


Krek. bunyi pintu dibuka oleh Luna terlihat ada tiga sahabat presdir Kai di hadapan pintu tersebut.


“ya ada apa? masuklah ” tanya Luna haran melihat kelibatan ketiga sahabat suaminya.


“Bukanya Jordan Gege Dafi kantor dengannya ke? ” tanya Luna balik tanpa menjawab pertanyaan Jordan tadi.


“Tidak... Kai belum masuk kantor pun hari ini.” jawab Jordan.

__ADS_1


“Ya ke.. mungkin dia masih ada dikamarnya” kata Luna. “Gege kalian tunggu disini sekejap Luna cuba tengok dekat kamarnya sebentar.” sambung Luna lalu Luna berjalan menuju ke arah kamar presdir Kai ditingkatkan atas.


Tiba di depan kamar presdir Kai, Luna teragak-agak hendak mengetuk pintu kamar presdir Kai tapi dia khawatir kalau ketiga sahabatnya akan menunggu suaminya lama di lantai bawah. Luna pun mengetuk pintu kamar Kai.


tok... Tok... Tok...


tapi tidak ada sautan dari dalam, Luna pun masuk ke dalam kamar presdir Kai untuk pertama kali semejak mereka pindah rumah. kakak Desain di kamar suaminya sangat hangat dan teratur walau terlebih kepada warna hitam dan abu-abu tapi terlihat sangat bersih dan teratur.


luna berjalan menuju ke ranjang milik suaminya Kerana dia mendapati kalau suaminya masih berada di atas ranjang.


“Tuan... bangun tuan... ” Luna berusaha membangunkan suaminya tanpa menyentuhnya Kerana ada suatu ketika Luna tidak sengaja menyentuh dirinya


Presdir Kai sangat marah pada dirinya, dia membentak Luna sebab sudah lancang menyentuhnya dan melarang Luna memanggil nama dirinya. Sejak saat itu Luna sangat menjaga jarak antara mereka kecuali kalau di hadapan keluarga mereka akan berpura-pura bahagia.

__ADS_1


Tapi tidak di hadapan sahabat mereka, mereka berdua akan tetap macam biasa.


__ADS_2