
Keesokan paginya, Luna terbangun dari tidurnya. Dia merasakan seluruh tubuh badannya terasa sakit apa lagi bagian intiny juga terasa sangat sakit dan terasa perih apabila di gerakkan sedikit saja. Luna teringat kembali kelakuan kasar Kai yang memperkosa dirinya kemarin sore justru hal itu membuat Luna sangat terpukul dan sekali gus perasaannya hancur. Luna menangis setelah kepergian Kai kemarin senja sampai dia ketiduran sehingga dia tidak membersihkan dirinya sendiri dari semalam setelah Kai memperkosa dirinya.
Saat Luna ingin bangun dari ranjang dia mendapati di atas meja sebelah ranjannya ada sebuat surat serta selambar cek. Lalu bergeser sedikit demi sedikit karena rasak sakit serta nyilu di bagian intinya membuatkan sirinya tidak dapat leluasa bergerak. Setelah mengambil surat dan cek itu luna dapat melihat kalau di sana ada cek senilai 50 juta yang tetera di atas sana.
Lalu Luna melihat sepucuk surat, dia membuka surat itu dan membacanya.
‘Ini cek untuk kau membeli pil pencegeh kehamilan. Aku tak sudi kalau kau sampai hamilkan benih ku yang paling berharga di dalam diri kau yang seperti perempuan m****** dan p******’. Jangan harap kau dapat menerima benihku di dalam diri kau karena aku sangat benci perempuan yang sudah disentuh oleh pria lain apatah lagi kalau orang itu musuh aku. Orang yang dapat menerima benih serta dapat hamilkan anak untukku hanyalah Iren seorang. Dan ingat ini baik-baik kau hanya perempuan tempat aku melepaskan hawa nasfuku saja mulai sekarang karena kau tidak lebih dari seorang pekerja sebagai p******** di luar sana.
Luna sangat hancur setelah membaca surat yang diberikan oleh Kai kepada dirinya.
Kenapa kemarin surat dan Cek itu tidak ada di sana? Kenapa sekarang malah ada di sana? Sejak kapan Kai kembali lagi ke sini? Kenapa Luna sampai tidak mengetahui bahwa Kai ada kesana lagi. Apa karena dirinya lelah menangis sampai dia tidak sedar kalau ada orang yang masuk ke kamarnya?
‘Kenapa Kai!! Kenapa kau tega sekali membuat perasaan aku hancur dalam hitungan detik saja. Kemana perginya janji yang kau ucapkan kemari pagi pada aku kalau kau sudah dapat menerima diri ku dan ingin memulakan hubumgan kita? Kenapa Kai!! Apa salah aku sampaikan kau menganggap diri aku sebagi perempuan m****** dan p****** sedangkan aku tidak pernah melakukan apa yang kau katakan di dalam surat itu? Kenapa Kai...! Kenapa setelah kau memberikan aku sebuah harapan dan dengan teganya kau menghempaskan harapan itu dengan kuat sampai keping-kepingan...hiks.. Hiks.. Sakit Kai... Sakit sangat-sangat.. ’ jerit Luna sambil memukul-mukul dadanya karena merasa sangat sakit setelah Kai menghancurkan harapan serata cintanya pada Kai.
Luna tidak tahu kenapa dia sangat mencintai Kai walau dia tahu kalau Kai tidak mencintainya. Kai hanya mencintai Iren kekasih hatinya satu-satunya. Luna sudah berusaha membenci Kai namun kenapa rasa cintanya pata Kai kian bertambah dan tumbuh. Luna harus apa?
__ADS_1
Setelah Luna meneratapi nasibnya yang buruk dan hancur karena Kai, luna lalu bangkit dengan perlahan-lahan dan berjalan bertatih-tatih sambil memegang dinding kamarnya untuk menuju ke kamar mandi. Dia ingin membersihkan diri terlebih dahulu sebelum dia pulang ke rumah karena dia teringat kalau momy Rina mesti kan mencari dirinya.
Sekitar 30 menit membersihkan diri Luna lalu menuju ke arah almari yang ada di ruang ganti lalu dia mendapati hanya ada satu saja pakaian itupun hanya sebuah T-shirt berwarna hitam milik Kai. Tidak ada pilihan lain Luna lalu mengambil dan mengenakan baju T-shirt milik Kai ke badannya. Namun baju Kai sangat kebesaran pada tubuhnya yang mungil sehingga mencapai paras atas lututnya.
Luna kemudian keluar dari ruang ganti lalu menuju ke arah pintu keluar namun tiba-tiba matanya melihat cek dan surat tadi. Luna lalu menghampiri meja itu lalu mengambil surat serta cek tersebut dan dia langsung mengoyakkan surat dan cek tersebut menjadi bagian-bagian kecil-kecilan kemudian Luna menaburkan semua itu begitu saja di sana. Luna ingin pergi tetapi matanya melihat ke arah ranjang yang menjadi saksi bisu perkosaan Kai terhadap Luna, dia melihat ada bercak darah pada spray ranjang itu, dengan emosi yang tidak dapat dikontrol lagi luna lalu menarik dengan kasar spray ranjang itu lalu membawa spray itu menuju ke kamar mandi.
Luna menghempaska spray itu di atas lantai dan kemudian dia pergi keluar kamar mandi guna mencari korek api untuk membakar spray yang meninggalkan rasa sakit, ketakutan dan kepedihan semua itu bercampur menjadi satu di dalam hati Luna. Setelah membakar spray itu Luna benar-benar pergi dari kamar yang penuh dengan kisah menyedihkan serta membuat truma pada diri Luna.
Walau pun Luna bisa beldiri tapi semua hal yang berlaku itu akan membuat emosi serta pikirannya tergoncang.
Tiba saja di hadapan rumah Luna mendapati kalau ada mobil Kai yang terpakir di sana
Melihat itu membuat hati luan tergoncang dengan sedaya upayanya Luna berusaha menahan air matanya supaya tidak tumpah begitu saja takut nanti kalau momy Rina akan melihat dia menangis akan lebih panjang ceritanya. Jadi sedaya upaya Luna menahan air matanya supaya tidak mengalir.
“Luna pulang...” kata luna sedikit lesu karena dia melihat kalau Kai demgan santainya duduk di ruang tamu seperti tidak ada berlaku apa-apa pun yang terjadi sore kemarin.
__ADS_1
“Kamu baru pulang sayang.. Kamu dari mana saja sayang sampai satu malam tidak pulang-pulang kerumah?” tanya Momy Rina berturut-turut pada Luna karena dia sangat khawatir dengan Luna.
“Luna semalam menginap di hotel mom karena luna sangat kelelahan berjalan di mall semalam sebab itu Luna tidak pulang-pulang semalam mom. Maaf kalau Luna membuat mom khawatir pada Luna. Kemarin Luna lupa kalai baterai ponsel Luna habis.” Luna terpaksa berbohong dengan momy Rina karena dia tidak tahu bagaimanan lagi harus dia katakan.
‘maafin Luna mom Luna harus berbohong pada momy tentang apa yang berlaku kemarin’ batin Luna merasa bersalah karena sudah membohongi mentuanya.
“Yah.. Tidak apa-apa kok.. Sekarang Luna pergi ke kamar lalu istirahat mom lihat kalau wajah kamu sangat pucat. Apa kamu sakit sayang? ” tanya Momy Rina pada menantunya karena melihat wajah luna yang sangat pucat.
Momy Rina belum perasaan kalau pakaian yang Luna pakai saat ini berbeza daripada pakaian yamg dia kenakan kemarin.
“Yah.. Udah Luna istrihat saja di kamar ya.. Kai tolong bawa istri kamu ke kamar. ” perintah momy Rina karena dia khawtir kalau sewaktu-waktu Luna akan jatuh pingsan.
“Nggak usakmh mom Luna bisa sendiri.” tolak Luna karena dia masih taurma pada Kai.
Luna pergi begitu saja sebelum mendengar potres dari momy Rina.
__ADS_1
Sedangkan Kai dia hanya acuh tak acuh saja dengan kehadiran Luna di sana. Dia masih merasa kesal pada Luna.