
Setelah kepergian Luohan Kai sempat termenung memikirkan perkataan Luohan tadi pasal Iren adalah nyonya Liu.
Iren yang melihat Kai temenung memikirkan sesuatu dia harus mencegah Kai untuk melihat fail yang diberikan oleh Luohan pada Kai tadi.
“Honey... kamu jangan pikirkan apa yang Luohan bicarakan tadi dia hanya cemburu dan marah dengan kamu karena kamu melepaskan Luna serta menyakiti Luna. apa kamu tak lihat kalau Luohan sebenarnya kelihatan suka sangat dengan luna?” kata Iren menghasut Kai agar dia membenci Luna dan Luohan.
Kai dengan bodohnya dia termakan kata-kata Iren. Dia pun membuang fail yang diberikan Luohan padanya lalu dia pergi dari situ sambil memegang tangan Iren agar ikut dengannya.
Namun langkah Kai terhenti karena momy Rina memanggil Kai.“Kai tunggu dulu. kamu mau kemana? kamu harus selesaikan semua hal ini sekarang.” Perintah momy Rina pada Kai tetapi Kai tidak memperdulikan kata-kata momy Rina dia lanjut berjalan pergi dari sana.
Padahal Iren sangat bahagia karena Kai tidak menghiraukan kata-kata momy Rina pada dirinya.'Heh... kenapa kau bodoh sangat Kai..kenapa kau mau mempercayakan kata-kata aku... kasian kau sangat bodoh.. 'batin Iren sangat menyayangkan Kai terlalu bodoh untuk dia manfaatkan diri Kai.
__ADS_1
Di dalam mobil
“Honey..kenapa mereka tidak suka lihat aku bersama dengan kamu. padahal aku tidak pernah sekali pun melakukan kesalahan pada mereka! kenapa mereka sangat benci sama aku..” kata Iren dengan lirih dan hampir menangis karena mereka tidak suka pada dirinya padahal itu semua hanya pura-pura belaka agar Kai bersempati dengan Iren.
“sshhhhh... jangan pikirkan ucapan mereka baby.. mereka hanya tidak suka lihat kamu dengan aku. kamu jangan risau ya.. aku akan sentiasa bersama kamu walau apa pun terjadi.” kata Kai lembut sambil mengusap-usap rambut Iren dengan penuh kasih sayang.
Iren mengangguk.
“Sekarang ini kita mau kemana Emmm...? ” tanya Kai lembut pada Iren.
“oke sekarang kita pergi beli tas baru untuk kamu oke.” jawab Kai.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸
Beberapa jam perjalanan menuju ke negara J Luna akhirnya telah tiba di bandra negara J. Luna pun pergi ke hotel terdekat terlebih dahulu untuk menginap beberapa hari sementara dia akan mencari kontrakan di sana.
Setelah Luna mendapatkan penginapan di hotel terdekat Luna langsung melakukan transaksi agar dapat istirahat dengan mudah karena dia merasakan badannya sangat tidak nyaman. Tiba di kamar hotel Luna langsung merebahkan dirinya di atas ranjang untuk beristirahat semejak sebelum dia membersihkan diri.
Namum, tiba-tiba perutnya terasa diaduk-adukkan dengan segera Luna langsung berlari ke kamar mandi untuk memutahkan isi perutnya.
hoek... hoekk.. hoek...
“Gue kenapa? kenapa semenjak kebelakangan ini gue rasa mau mutah saja? apa gue sakit? atau gue.. ” Luna tiba-tiba teringat kapan terakhir kali dia datang tamu bulannya dan dia sangat kaget setelah dia teringat kalau dia telah telat 2 bulan datang tamu bulannya.
__ADS_1
“Tidak! tidak mungkin gue hamil.” Gumam Luna menyekal semua itu karena dia belum sedia ingin hamil apatah lagi dia baru saja pergi dari kehidupan Kai walau Kai belum mengatakan cerai dan belum memberikan surat cerai untuk Luna.
Dengan langkah longai Luna berjalan menghampiri ranjangnya lalu dia mengambil telepon yang sudah disediakan di sana untuk menghubungi bagian resonsip dan meminta membelikannya alat tes kehamilan karena Luna sekarang sangat malas ingin keluar lagi.