PERJODOHAN: PERNIKAHAN RAHASIA ANTARA PRESDIR DENGAN ANAK SMA

PERJODOHAN: PERNIKAHAN RAHASIA ANTARA PRESDIR DENGAN ANAK SMA
BAB 45


__ADS_3

Di hari ke-3 sekolah Zhao high-school melakukan camping di hutan. Pada malam harinya mereka membuat sebuah permainan yang mengharuskan mereka masuk ke tengah hutan dan mereka juga sudah diberikan petunjuk supaya mereka senang mengetahui lokasi-lokasi yang harus mereka lewati. Hal itu terlalu mudah bagi Kai Zhao, Luohan, Jordan, Lison, dan Luna karena mereka sudah sangat paham tentang hutan. Namun, tidak dengan ketiga sahabat Luna iaitu Melina, Sasa dan Rayna karena mereka tidak mengetahui apa-apa tentang hutan jadi mereka hanya mengikuti petunjuk saja. 


Mereka berdelapan berjalan secara berpasangan Luna dan Kai, Melina dan Luohan, Sasa dan Jordan serta Rayna dan Lison. 


Sasa dan Jordan selalu saja bertengkar sepanjang perjalanan mereka mencari beberapa petunjuk anak panah yang harus mereka kutip.


“Issshhh....!!! Jordan.... Jangan tinggai aku.. Aku takut gelap.” Rengek Sasa pada Jordan padahal di tangan masing-masing sudah ada lampu suluh.


“Hey!!! Kan di tangan kamu ada lampu suluhnya kenapa hatus takut juga. Dasar penakut.” ejek Jordan karean Sasa sangat penakut dibandingkan dengan ketiga sahabatnya iaitu Luna, Melina dan Rayna. 


“Eee..!! Tungguin aku...! Mel.!!!Rara!!! Luna!!! Tungguin gue.. Kenapa kalian laju banget sih.. ” gerutu Sasa karena dia ditinggali di paling belakang. 


“SASA!! LOE BISA DIAM TAK?” teriak Melina karena dari tadi Sasa merengek minta di tunggu.


Sasa langsung diam dan dia pun berjalan dengan ceoat untuk menyamakan langkahnya dengan Jordan.


“Garang ya teman kamu?” tanya Jitdan setelah Sasa di sebelahnya. 


“Garang sih tapi lebih garang lagi kalau Luna marah.” jawab Sasa karena dia pernah melihat kemarahan Luna di sekolah sebab ada siswi yang menganggu ketenangannya. 


“Iya ke? Apa aku tidak tahu kalau Luna garang? Dia kelihat imut kok tidak garang aku lihat.” 


“Itu bagi kamu, tapi bagi kami dia adalah yang paling garang diantara kami beempat.”


“Ohhh..”


Sementara itu dibagian depan Luna dan Kai. Luna sedang menahan malu karena dari tadi Kai asik menggoda dirinya. 


“Sayang...” bisik Kai di telinganya.


“Erm...”


“Sayangggg...” bisik Kai lagi tetapi sekarang dia malah meniup-niup telinga Luna sehingga telinga dan wajah Luna memerah.

__ADS_1


Kai yang melihat wajah serta telinga Luna memerah semakin menjadi-jadi dia menggoda Luna. 


“Sssaaayyyaang.....”


“Erm.. Ada apa?”


“Kamu sangat cantik malam ini.” gombal Kai pada Luna. 


Lagi dan lagi luna tersipu malu karena Kai selalu ada saja benda yang dia goda. Hubungan Kai dan Luna semakin ada kemajuan. 


Namun, tiba-tiba mereka semua terhenti karena mendengar ada suara di bagian semak-semak yang tidak jauh dari mereka.


“Shhhh..!!! ” Kai menghentikan mereka semua karena dia mendengar suara gemrisik di semak-semak. 


Louhan, Jordan, dan Lison berwaspadalalu mereka menyuruh Melina, sasa serta Rayna bersama dengan Luna dan akan menjaga mereka. Luna juga ikut berwaspada mana tahu dia bisa membantu Kai dan sahabatnya. 


Tidak lama kemudian muncul beberapa orang yang menggunakan topeng yang menutupi wajah mereka. 


Melihat ada beberapa orang yang datang mengepung mereka Sasa, Melina dan Rayna bergementar ketakutan karena mereka mana pernah dalam situasi yang seperti ini. 


“Iya kau benar kita dapat mainan... Ketua apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya seorang lagi. 


“Serang yang pria itu kemudian keempat wanita itu kita bawa dan dijadikan sebagai mainan.” kata Ketua mereka memerikan perintah pada anak buahnya. 


Serta merta anak buahnya langsung menyerang Kai, Luohan, Jordan dan Lison. Mereka tidak tahu kalau mereka hanyak akan menghantar nyawa mereka kepada malaikat maut yang paling orang takutkan di dunia bawah.


Dalam sekelip mata saja semua anak buah pria itu seudah terdampar di atas tanah merintih kesakitan. Sang ketua yang melihat anak buahnya terdampar semua dia dengan liciknya mengeluarkan sebuah pistol dan ingin menembak ke arah Kai. 


Karena Kai tidak perasaan kalau sang ketua ingin menembakinya Luna langsung berlari ke arah Kai demi menghalang Kai terkena peluru dari ketua penjahat itu. 


Dor...


“AWAS!!!” teriak Luna lalu dia menolak Kai ke samping namun, sayangnya peluru itu terkena pada bagian punggung Luna.“Ahkkkhhh...!!!”

__ADS_1


“LUNA!!!” teriak mereka semua kaget melihat Luna terkena tembakkan.


“B@J!NG@N....!!BERANINHA KAU MELUKAI LUNA”bentak Luohan karena dia melihat adik kesayangannya terluka. 


Dengan emosi dia menyerang pria yang melukai adiknya tanpa ampun. 


Kai tidak dapat membuat apa-apa dia merangkul Luna.


“Sayang kamu jangan tinggali aku... Aku mohon..” Kata Kai sambil mengelus pipi Luna. 


Luna tersenyum melihat Kai sangat khawatir dengan dirinya.


“Aku nggak napa-napa kok jangan khawatir.”jawab Luna.


“Luna.. Hiks.. Hiks.. Lo nggak boleh tinggali kita..” tangis ketiga sahabatnya.


“Lah.. Kenapa kalian menangis.. Gue nggak napa-napa kok hanya luka sedikit saja.” kata Luna iya itu memang luka sedikit saja bagi Luna tetapi tidak bagi mereka karena mereka tidak ada satu pun yang mengetahui bahwa Luna pernah mengelami Luka yang lebih parah dari ini hanya orang tua angkatnya saja yang tahu.


“Tapi lo-”


Semua orang yang mengikuti camping itu telah tiba di sana karena mereka mendengar suara tembakan tersebut dari arah sana. Dan mereka melihat ada banyak pria yang berpakaian warna hitam serta memakai topeng wajah. Lalu pandangan mereka tertuju ke arah Luna yang masih dirangkul oleh Kai.


Aldo langsung menghampiri Luohan yang masih mengikat para penjahat itu. 


“Gege... Biar aku yang uruskan kamu ubati saja luka Luna takutnya akan kehilangan darah yang banyak.” kata Aldo pada Luohan. 


Luohan langsung pergi ke arah di mana Luna berada. “Luna!!!” Luohan melihat wajah Luna yang kelihatan pucat dia langsung menghampiri Luna.


“Gege...” jawab Luna tersenyum manis pada Kakaknya.


“Kai bawa Luna kembali ke tenda aku akan obati luka Luna di sana.” perintah Luohan pada Kai.


Kai langsung membawa Luna kembali ke tenda yang tidak terlalu jauh dari lokasi mereka.

__ADS_1


Begitu pula dengan semua orang pun pulang ke tenda masing-masing. Tidak lupa juga kepala sekolah iaitu Tao Zhao menghubungi orang tua Luna memberitahu kalau Luna kecelakaan di sana. Saat itu jugalah mama Lina dan papa Alex menyusul ke tempat mereka. 


__ADS_2