
Sekitar 1 jam 58 menit dalam pernebangan dari negara C ke Negara K kini Presdir Kai serta sahabatnya telah tiba di bandra negara K.
Ketibaan mereka menjadi pusat perhatian di bandra baik wanita muda mahupun tua mereka terpana melihat ketampanan mereka berempat.
Presdir Kai, Luohan, Jordan Dan Lison tidak ambik perduli tentang keributan yang terjadi di bandra mereka hanya cuek saja. Mereka juga dapat mendengar dengan jelas bisik-bisikkan di sana tentang mereka berempat tapi mereka tidak perduli sama sekali.
“Wah.... tampan sangat mereka...! aku mau jadi wanita salah satu dari mereka” kata seorang wanita di sana.
“Aku rela naik ke atas ranjang mereka tanpa bayaran sekali pun.” ucap seorang lagi.
“Aku mau nikah dengan salah satu dari mereka” kata wanita satu lagi.
Dan masih banyak lagi bisik-bisikan tentang mereka berempat.
“Haissss... mereka macam nggak pernah melihat orang tampan apa.. kan di negara K banyak pria tampan dan banyak idola tampan kenapa harus berteriak sih...” gerutu Lison sepanjng jalan menuju ke tempat penginapan mereka.
sekarang ini mereka berada di dalam mobil yang datang menjemput mereka di bandra.
__ADS_1
“Nggak usah mengerutu gitu kali Lison daripada kau mengerutu lebih baik kau diam saja.” kata Presdir Kai dingin. sifat dingin Kai akan keluar kalau dia dalam mood yang tidak lagi baik.
Lison yang mendengar nada suara Presdir Kai dingin langsung diam tidak ada satu pun yang bercakap kerna mereka takut dengan Presdir Kai kalau lagi marah.
💮💮💮💮💮
Di negara C
Luna sekarang sedang bersiap hendak pulang. Waktu dia berkerja siang sampai malam saja itu pun kalau dia lagi tidak malas kalau dia malas dia akan pulang waktu sore. Di tempat Luna kerja adalah sebuah restoran miliknya sendiri dia membeli restoran itu dengan hasil tabungannya sendiri. Selain itu Luna juga bekerja sebagai Haker terkenal di negara tapi dia merahasiakan hal tersebut pada semua orang termasuk papa dan mama angkatnya.
“Kenapa... kenapa Gege selalu mencari keberadaan ku... apa begitu pentingnya aku dalam hidup dia... aku tahu gege rindu pada ku tapi aku belum bersedia untuk meninggalkan mama serta papa angkat aku... mereka banya berjasa pada diri ku.”Batin Luna memikirkan kenapa kakak kandungnya selalu sangat mencari keberadaannya sedangkan 16 tahun sudah berlalu tapi dia tidak juga menyerah untuk mencari keberadaan Luna. Mama dan papa kandungnya juga ikut mencari dirinya. tapi luna nggak belum siap buat meninggalkan keluarga angkatnya yang banyak berkasa pada dirinya.
Luna pulang mengikuti jalan singkat untuk cepat sampai di rumah takut mama angkatnya risau tentang dia yang belum sampai juga di rumah. Tiba-tiba dia dihadang oleh sekumpulan pria berbadan besar.
“Adik manis mau ke mana meh Gege temani nona manis.” ucap pria yang paling depan mungkin dia adalah ketua di kumpulan tersebut.
“Minggir jangan halangi jalan aku.. kalau kalian masih ingin melihat matahari esok pagi.!” bentak Luna dengan dingin dan mengeluarkan aura yang mematikan.
__ADS_1
“Hahahaha dia bilang dia mau musnahkan kita... hahaha nona manis mari kita main sebentar selepas itu baru Gege akan hantar nona manis pulang dengan selamat. ” lelaki tadi tetawa mendengar Luna menyuruh mereka memberikannya jalan.
“Minggir aku bilang... jangan sampai aku kehilangan kesabaran menghadapi kalian.” ucap Luna dingin.
salah satu dari mereka maju hendak memegang tangan putih gebu milik Luna tapi belum sempat tangan pria tersebut sampai, pria tersebut sudah terhampar di sebelah ketua mereka.
sang ketua yang melihat anak buahnya terhampar pun emosi dia langsung menyuruh semua anak buahnya mengepung Luna.
“Mau kemana lagi nona manis mari temani kami main sebentar.” ucap salah satu pria disana.
Luna habya tersenyum miring atau mengeluarkan senyuman iblisnya.
“Kalian mau main dengan aku... baik akan aku temani kalian main sampai kalian puas.” kata Luna lalu dia menyerang mereka tanpa ampun.
3 menit kemudian Luna sudah selesai permainan mereka semua anak buah serta ketua kelompok tadi terhampar di atas tanah dengan kondisi yang memerhatikan.
“Lain kali kalau mahu memangsa orang cari orang yang tepat jang sampai mencari nahas.. ” bisik Luna di telinga sang ketua kelompak itu. setelah itu Luna pun pergi dari sana.
__ADS_1
Luna dia memang mengetahui ilmu beladiri dan beberapa senjata tajam untuk melindungi dirinya sendiri.