
Keesokan pagi harinya di apartemen mewah milik Iren, tidur Kai terusik karena dia mendengar suara isakan seseorang yang tidak jauh dari tempatnya tidur.
“Siapa sih berisik sangat ganggu tidur aku saja.” gumam Kai belum sepenuhnya sadar dengan keadaannya sekilingnya sekarang.
Setelah di sadar sepenuhnya dia sangat terkejut melihat Iren kekasihnya tengah meringkuk di tepi ranjang dengan berbalut selimut. Sedangkan dirinya dalam keadaan telanjang bulat. “Baby.. Apa yang berlaku? Kenapa aku bisa di sini? ” tanya Kai setelah dia sadar dari terkejutnya.
“Hiks.. Hikss....” Iren yang ditanya oleh Kai hanya menangis aja sambil menjauh dari Kai.
“Apa yang berlaku baby?.. Kenapa kamu nangis? Dan kenapa pula kita dalam keadaan begini?” tanya Kai heran kenapa mereka berdua ada dalam satu kamar.
Dan seketika Kai ingat kalau dia pergi berjumpa dengan Iren dan selepas itu dia tak ingat apa-apa yang berlaku.
“Hikss... Ka.. Kamu...ke.. Kenapa kamu buat hal itu pada aku Kai... Hiks.. Hikss....”
“apa yang telah kita lakukan Iren?” tanya Kai meninggikan sedikit suaranya.
“Kamu... Kamu telah memperkosa aku Kai.. Kenapa kamu buat aku begini kalau kamu mau melakukan itu. Kamu boleh minta dengan baik-baik Kai... Aku akan izinkan tapi bukan dengan cara kau memperkosa aku. Hiksss... Dahulu kau tak mau sentuh aku tapi kenapa sekarang kau malah memperkosa aku.. KENAPA KAI!!!” teriak Iren sambil menangis. Padahal itu semua hanya kepura-puraannya saja agar Kai menikahinya lalu dengan senangnya dia akan menguris semua harta milik Kai.
Kai tak tahu bagaimana lagi padahal dia semalam tidak ingat apa yang berlaku. “Baby... Please don't cry..oke kita pergi jumpa mom dan dad. Aku akan tangunggjawab dengan baby oke.. Kita nikah..” jawab Kai karena dia sangat keliru sekarang ini. Apa dia harus bertanggungjawab?
Iren yang mendengar kata-kata Kai tersenyum penuh kemenangan karena dia sudah berjaya menjebak Kai. “Benar honey?” tanya Iren sambil mengusap air matanya yang menitis di pipinya.
Kai mengangguk. Kai tidak tahu kalau keputusannya akan membuat dirinya semakin jauh dari Luna bahkan hubungannya dengan para sahabatnya juga mungkin akan sesikit regang.
🌸🌸🌸🌸🌸
Sementara itu di villa Zhao. Luna baru saja bangun dari tidurnya dan dia mendapati dirinya tertidur lelap di depan pintu kamarnya. Luna merasakan seluruh badannya sakit semua. Namun, tiba-tiba dia merasakan isi di dalam perutnya terasa diaduk-adukkan lalu Luna langsung berlari menuju ke arah kamar mandi, sesampai di dalam kamar mandi Luna terus memutahkan seluruh isi di dalam perutnya tetapi hanya ada air saja yang keluar.
__ADS_1
Hoek... Hoekk... Hoekk... “Kenapa gue tiba-tiba saja mutah. Apa gue salah makan ke? Atau gue masuk angin sebab tidak tidur di ranjang.” gumam Luna selesai saja dia mutahkan isi di dalam perutnya.
Luna tidak tahu kenapa sejak beberapa hari ini dia merasakan badannya tidak enak. Tetapi dia hanya abaikan saja.
Setelah selesai mandi, Luna turun ke bawah dan melihat di bawah sudah ada momy Rina dan dady Ken duduk di ruang tamu sambil menikmati kopi.
Luna memghampiri mereka dengan membawa koper di tangan kanannya.
“Pagi mom, pagi dad.” sapa Luna lalu duduk di samping momy Rina.
“Pagi juga sayang.”
“Pagi menantu dady.” balas Dady Ken dan momy Rina bersamaan.
“Kenapa wajah kamu kelihatan pucat sayang?” tanya momy Rina karena dia melihat wajah menantu kesayangannya sedang pucat.
Momy Rina dan dady Ken hanya mengangguk saja.
“Mom, dad... Luna pamit du-”
“Pagi mom, dad” sapa Kai yang baru saja sampai dengan Iren di sebelahnya. Namun dia kaget melihat Luna ada di sana. Padahal selepas ini dia ingin berjumpa dengan Luna karena ada hal yang ingin dia tanya dengan Luna.
Momy Rina dan Papi Ken tidak menjawab sapaan Kai.
Kai langsung menuju ke arah Luna lalu dia menampar pipi Luna dengan tiba-tiba “Dasar perempuan mur@h@n, p3l@cur!!!!!” bentak Kai emosi. Momy Rina dan dady Ken kaget karena Kai yang tiba-tiba saja menampar Luna. Begitu juga dengan Luna dia sangat kaget karena Kai tetiba-tiba menampar dirinya padalah dia tidak berbuat salah apa-apa pun bahkan dia dengan berat hati ingin pergi dari kehidupan Kai.
Sedangkan Iren dia tersenyum melihat Kai yang menampar Luna di hadapan momy Rina dan Dady Ken.
__ADS_1
“KAI ZHAO!!! WHAT ARE YOU DOING? WHY YOU SLAP LUNA?!!!” bentak dady.
“KENAPA DADY CAKAP!!! COBA DADY TANYA OEREMPUAN MUR@H@N INI APA YANG SUDAH DIA LAKUKAN DI BELAKANG KITA!!!! ” bentak Kai juga karena dia terlalu emosi dari dalam perjalanan ke sini tadi.
Dady Ken menoleh ke arah Luna ingin memastikan apa yang berlaku? Kenapa Kai sampai menampar dirinya. Luna yang di pandang oleh dady Ken menggeleng tidak tahu apa-apa sambil menahan perih di pipinya akibat tamparan keras dari Kai. “Luna tak tahu dad apa maksud Kai. ” jawab Luna.
“heh... Tak tau atau kau pura-pura tak tahu.. Ini apa!!?? ” bentak Kai sambil melemparkan beberapa keping foto di depan wajah Luna. Luna mengambil kepingan foto yanv dicampakkan oleh Kai di depan wajahnya lalu di terkejut melihat ada fotonya dan seirang pria yang tengah berpelukan mersa di sebuah hotel.
“kamu dapat dari mana foto ini?”tanya Luna sambil memegang foto itu.
“Hehhh... KENAPA....APA KAU TERKEJUT KARENA AKU SUDAH TAHU KEBENARANNYA!!” bentak Kai.
“Tapi ini- plak.. ” perkataan Luna terhenti karena dia sudah ditampar oleh momy Rina.
“Mom... ”lirih Luna sambil memegang pipi yang sama ditampar oleh Kai tadi. Luna sangat terkejut karena momy Rina sampai menampar dirinya.
“KENAPA KAU BUAT KAI MACM ITU LUNA!!! APA SELAMA INI TAK CUKUP KE KAI BERI KAU UANG!!! KENAPA HARUS DENGAN MENJUAL DIRI KEPADA OM-OM!!! ” Bentak momy Rina.
“Mom Lu-”
“KELUAR DARI SINI DAN JANGAN HARAP AKU AKAN PERCAYA DENGAN PERKATAAN KAU!! PEREMPUAN MURAHAN KELUAR!!! KELUAR DARI SINI!!! ” bentak momy Rina sambil mengusir Luna dari rumahnya.
Dady Ken tak tahu bagaimana hendak memberitahu pada sang istiri bahwa pria didalam foto itu adalah orang yang sangat penting dalam hidup Luna menantunya. Tetapi dia hanya diam saja karena itu semua permintaan pria yang ada di dalam foto itu. Waktu itu mereka tak sengaja ketemu.
Sedangkan Iren dia merasa sangan bahagia karena sudah dapat kehancuran Luna.
Luna langsung pergi dari villa Zhao dengan perasaan yang sangat sedih karena dia tidak percaya momy Rina sampai menampar wajahnya.
__ADS_1