PERJODOHAN: PERNIKAHAN RAHASIA ANTARA PRESDIR DENGAN ANAK SMA

PERJODOHAN: PERNIKAHAN RAHASIA ANTARA PRESDIR DENGAN ANAK SMA
BAB 17


__ADS_3

Di sisi lain


Ada sepasang suami istri yang tengah berusaha mencari keberadaan anak perempuan mereka.


“Pi di mana lagi harus kita cari. ini sudah 16 tahun berlalu sampai sekarang anak kita belum juga ketemu” kata seorang wanita paruh baya tapi masih kelihatan cantik walau dimakan usia.


“mi, Papi juga tidak tahu dimana lagi kita harus mencari anak kita bahkan Luohan pun ikut mencari, tapi sampai sekarang belum juga mendapatkan maklumat tentang adik kesayangannya.” jawab pria paruh baya yang masih kelihatan tampan.


“Tapi papi sampai bila papi.. mami sangat rindukan anak perempuan mami.” isak sang istri.


kerana dia sudah tidak sanggup menanggung rindu pada anak perempuannya yang sudah diculik oleh orang selepas dia baru saja melahirkan.


“Pagi mi, pagi pi... ” ucap seorang pria yang sedang berjalan menuju di mana tempat orang tuanya berada.


Sesampai di sana dia melihat sang mami tercinta menangis.


“Mami kenapa? apa ada yang sakit mami.. kenapa mami nangis?” tanya pria tadi pada maminya kerana khawatir dengan maminya.


“Mami Okey sayang cuma mami sangat rindu dengan adik kamu saja. ”jawab wanita yang dipanggilnya mami.


“Mami jangan khawatir Han janji akan cari meimei sampai ketemu dengan kita. Han juga sangat rindu dengan meimei tapi Han akan berusaha sampai ketemu.”kata Luohan dengan tekat yang besar agar dia ketemu dengan adik kesayangannya cepat.


🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Kring... Kring... Kring... ponsel presdir Kai bunyi terlihat‘BABY’ tertera di layar ponselnya.


“Hallo baby.” jawab presdir Kai


“Hallo honey apa setelah seminggu kau menikah kau terus melupakanku?, kenapa mau tidak menelefonku?, kenapa kau tidak membalas pesannya?, Apa kau sangat sibuk sehingga kau melupakannya? ” tanya Iren dengan suara lirihnya.


“Sttthhh... jangan berkata seperti itu, aku tidak suka. ” Pressdir Kaimengubah ekspresinya.


Dia merasa sangat kesal kerana mendengar suara Iren yang terdengar sangat menyedihkan. Ini semua kerana orang tuanya Kerana merekalah yang memaksa presdir Kai untuk menikah sehingga membuat Iren sangat bersedih dan sekit hati.


“Baby aku minta maaf sebab seminggu ini aku mengabaikan mu kerana aku sangat sibuk dengan perusahaan seminggu ini. Aku ingin libur selama minggu lagi kerana aku mahu berjumpa dengan mu baby. ” jawab Presdir Kai dengan lembut.


“Honey nggak bohong kan... ” tanya Iren dengan manja di hujung panggilan telefonnya yang dapat membuat Presdir Kai panas dingin mendengar suara manja milik Iren.


Iren tidak menghiraukan kata-kata Presdir Kai, dia terus saja mengomong dengan suara yang dibuat-buat manja oleh Iren.


“Jawab pertanyaanku Honey apa kau tidak bohong sama aku.. apa kau ada sentuh wanita itu? ” tanya Iren lagi.


“Nggak Baby, sayang aku nggak pernah sentuh pun wanita itu, kami tidur pisah kamar kok.. Baby jangan khawatir ya.” kata Presdir Kai pada Iren.


“cuma waktu ikat sumpah dulu aku pernah cium dia Baby, tapi tidak lama saja. ” sambung presdir Kai dalam hati.


Kalau Iren mengetahui bahawa presdir Kai menyentuh istrinya dia akan mengamuk seng itu presdir Kai tidak memberitahui Iren.

__ADS_1


“Betul kau nggak bohong kan honey..” tanya Iren.


“Iya sayang aku nggak bohong kok. Ni ada apa sayang telepon aku?”tanya presdir Kai mengalihkan topik pembicaraan mereka.


“Ohhh ya.. honey aku hampir lupa dalam masa 3 bulan ini aku akan pulang secepatnya ke sana.. ” kata Iren.


Tentu saja hal itu sangat mengejutkan presdir Kai bukankah Iren memberitahu kalau dirinya akan tamat kontrak 6 bulan lagi. tapi kenapa boleh sebulan lagi.


“Bukannya baby bilang kalau masa kontrak baby akan tamat 6 bulan lagi.”tanya Presdir Kai.


“Ya tapi aku minta cuti libur selama 1bulan penuh honey dengan syarat kalau masa tempo kontrak aku akan dimajukan ke depan jadi aku pun ambik cuti libur” terang Iren pada Presdir Kai.


“Kenapa ambik cuti libur sekarang? ”tanya Presdir Kai.


“Kenapa kau nggak suka kalau aku ambik waktu libur sebulan ini.. apa kau nggak rindu sama aku? ” tanya Iren.


“Bukan gitu Baby ak-”


“KAU NGGAK RINDU SAMA AKU KAN, KU PENIPU KAI KAU NGGAK RINDU SAMA AKU.. AKU BENCI SAMA KAMU KAI” bentak Iren lalu menutup panggilan telepon secara sepihak.


“Bukan gitu Baby aku....tut.. tut.. tut.. ”kata presdir Kai terhenti kerana telepon sudah ditutup oleh Iren.


“Yak.. dia salah faham.. aku nggak maksud gitu, aku juga rindu denganmu tapi bukan sekarang aku takut momy akan melakukan sesuatu kalau tahu kamu masih menjadi kekasih aku sayang. ” Gumam presdir Kai.

__ADS_1


__ADS_2