
Flackback on
Di sebuah restoran terdapat dua buah keluarga tengah berbincang di dalam bilik VVIP supaya tidak akan ada orang yang menganggu mereka semasa perbincangan nanti.
“Selamat siang Tuan Alex Su dan Nyonya Lina Su senang dapat ketemu dengan kalian berdua.” kata Dady Ken Zhao menyambut kedatangan sepasang suami istri Su.
“Terima kasih Tuan Ken, senang dapat berjumpa lagi dengan kamu.” kata Alex Su sambil menjabat tangan Dady Ken.
“Hai Nyonya Lina Su, gimana kabar kamu? ” Sapa Momy Rina Zhao pada Lina Su.
“Baik nyonya Rina, nyonya Rina pula gima kabarnya?.” tanya balik Lina Su pada momy Rina.
“Baik juga mari nyonya Lina kita duduk.” Ajak Momy Rina.
“Baik nyonya, nyonya nggak usah terlalu fomal kalau bercakap dengan saya panggil saja saya Lina.” kata Lina Su melarang Momy Rina bercakap terlalu fomal pada dirinya sedangkan momy Rina yang patut dia homat kerana kedudukan mereka sangat jauh.
“Okey baik lah.. kalau gitu Lina juga jangan panggil saya nyonya lagi panggil saya Rina saja.”kata Momy Rina pula.
“kalau saya panggil nama saja nggak enak gimana kalau saya panggil kak Rina saja.” kata Lina Su.
“Okey juga tu Lina.” jawab Momy Rina setuju. Sedangkan kedua suami mereka hanya mendengarkan saja.
__ADS_1
“Ekhmm... Alex, Lina tujuan kami mengajak kaluan berdua ketemu sebenarnya ingin membincangkan tentang perjodohan anak semata wayang kami dengan anak gadis kalian. Kalian ada anak gadis kan? ” kata Dady Ken memulakan perbincangan di antara mereka.
“Maaf sebelumnya Kak Ken tapi kami nggak punya anak kalau anak angkat kami ada, tapi dia masih duduk di bangku 11.” terang Alex takut mereka salah menyunting anak gadisnya.
“Ohh kami tahu kalau kalian nggak ada anak kandung, saya sudah lama menyelidiki latar belakang kamu berdua cuma latar belakang milik anak angkat kalian sangat susah untuk saya dapatkan.” kata Dady Ken.
Alex su tidak terkejut langsung dia sudah tahu kalau Dady Ken telah membuat persiapan sebelum mengambil keputusan dia akan menyelidiki latar belakang seseorang terlebih dahulu tapi tidak hairan kalau latar belakang milik Luna Su anak angkatnya tidak dapat di buaka kerana dia sendiri yang melindungi latar belakangnya sendiri.
“Tapi kami nggak boleh mengambil keputusan terlebih dahulu kami kena bincang dengan anak kami dulu, kalau dia mahu kami akan memberitahu pada kalian.” kata Lina menyambung perbincangan itu.
“Kak mohon Lina tolong terima perjodohan ini... supaya hubungan antara keluarga kita erat lagi. saya nggak mahu kalau anak semata wayang saya menikah dengan wanita ular itu.” mohon Momy Rina pada Lina Su.
Lina Su yang melihat Momy Rina memohon dia tidak tega jadi dia pun akan sebisa mungkin memujuk Luna Su nanti.
“Ma cuba mama telefon Luna kejap suruh dia datang ke sini supaya kita dapat berbincang bersama dengan Luna sendiri.” Alex Su menyela percakapan istrinya dengan momy Rina.
“Yah ya papa mama akan mencuba telefon dulu pada Luna.” Lina Su beranjak jauh sedikit dari sana dan terus menelefon Luna.
Sementara itu di sekolah Zhao high-school.
Luna dengan Keempat sahabat barunya sedang duduk di dalam kelas kerana sekarang jam free para guru semua melakukan rapat.
__ADS_1
“Lun PR loe yang di kasih sama pak Botak semalam udah selesai kah? ” Tanya Rayna pada Luna.
“Udah kok Ra tunggu di kumpul saja tu anak.” kata Luna sambil menunjukkan Aldo Zhao.
“Lun gue pinjam PR loe boleh”kata Rayna dengan mata puppy eyesnya.
“Boleh kok.. nih.”Luna membagi buku PRnya kepada Rayna. Rayna menerima buku PR Luna dengan semangat.
Di tengah borak-borak sama sahabatnya ponsel milik Luna berdering tanda ada panggilan masuk. Luna melihat kenyata mamanya yang menelefon, Luna terus mengangkat panggilan tersebut.
“Yah... hallo ma... ada apa mama telefon sama Luna ma? ”tanya Luna setelah panggilan bersambung.
“Luna apa anak mama sibuk ke sekarang ni.” bukannya menjawab pertanyaan Luna, Lina menyanya Luna sama ada dia sibuk atau nggak.
“Luna nggak sibuk kok ma... semua guru ada rapat, Luna sekarang free kok ma.. ada apa ma? ” jawab Luna.
“Luna boleh nggak kalau mama minta tolong Luna datang ke restoran tempat mama dengan papa sekarang. ada benda yang ingin kita bincang dengan Luna.” Kata Lina.
“Okey Luna ke sana sekarang ma... tunggu Luna di sana.” jawab Luna lalu mengambil beg sekolahnya.
“Guys.. gue cabut dulu ada urusan sama bokap nyokap gue.” Pamit Luna lalu berlalu pergi dari kelas sebelum mendengar jawaban dari sahabatnya.
__ADS_1
“Yakkk... main cabut aja tu anak.. ” kata Sasa melihat Luna sudah menghilang dari penglihatannya.
“Biarkan saja mungkin ada urusan mendesar kali. ” ujur Melina.