
Kembali lagi kepada Kai dan Luna.
Kini para sahabat kai dan Luna sudah pada berkumpul di rumah mereka termasuk Aldo karena Aldo diminta kesana untuk menghantar barang yang dikirim oleh Momy Rina untuk menantunya Luna.
Mereka semua berkumpul di ruang keluarga berbincang-bincang banyak hal yang membuat mereka betah duduk lama di sana. Namun, tiba-tiba Aldo perbicaraan mereka.“Bagaimana kalau kita main TOD saja.” kata Aldo pada mereka semua.
Mereka semua memandang satu sama lain dan kemudian mereka setuju dengan ideal Aldo yang ingin bermain TOD.
“Menarik juga. Tapi bagaiman hukumannya pula?” tanya Lison seakan tertarik memainkan permainan itu.
“Erm.. Bagaimana kalau yang tidak bisa jawab kita hukum dengan minum jeruk nipis tanpa menggunakan air sekalipun. Setuju!” jawab Aldo memberitahu hukuman mereka yang tidak biasa menjawab soalan nanti.
“Erm.. Oke..” jawab mereka semua setuju.
Lalu Aldo dan Luna pergi ke dapur untuk mengambil botol dan menyediakan jeruk nipis yang banyak di dalam gelas.
Tidak lama kemudian Aldo dan Luna sampai dengan membawa botol dan jeruk nipis di tangan masing-masing.
“Oke... Mari kita mulakan.” kata Jordan dengan tidak sabarnya.
Aldo yang pertama kali memutarkan botol kaca itu. Lalu botol kaca itu menghadap ke arah Sasa.
“Ah.. Kenapa harus gue yang dulu sih Aldo.” protes Sasa tidak terima dia yang harus mulai dulu.
__ADS_1
“Siapa yang ingin tanya soalan pada Sasa?” tanya Aldo.
“Biar gue aja. Lo pilih true or dare? ” tanya Rayna sambil melihat ke arah Sasa dengan serengai liciknya.
Sasa yang melihat serengai licik Rayna menelan ludahnya karena dia mempunyai firasat buruk.
“True. Lo mau tanya apa?” tanya Sasa gugup.
“Oke... Hal apa yang paling memalukan yang pernah lo lakukan?” tanya Rayna dengan serengai liciknya.
Nah.. Kan benar apa yang ditakutkan oleh Sasa terjadi juga.
Melihat Sasa yang ragu-ragu ingin menjawab Rayna langsung memotong Sasa terlebih dahulu. “Lo nggak boleh memilih hukuman. Lo harus jawab supaya orang tahu hal apa yang paling memalukan yang pernah kau lakukan.” kata Rayna supaya Sasa tidak dapat mengelak dari soalannya. Sudah lama Rayna dan Sasa menyimpan rahasia itu dari semua orang. Jadi sekarang masanya dia harus membocorkan rahasia Sasa pada semua orang.
“Ish... Nggak asik lo Rara. Gue malu lah.” kata Sasa malu dan wajahnya juga kelihatan memerah.
“Erm.. Sebenarnya gue... Pernah cium kakek-kakek tua dekat perhentian bis.” jawab Sasa lirih hampir tidak terdengar oleh mereka karena Sasa sangat merasa malu.
“Hah!!!” mereka semua bengong. Tidak lama kemudian mereka tertawa serentak.
“Ish..! Sudah lah jangan tertawa lagi kan gue jadi malu. Hal itu sudah lama berlaku nggak usah di ingatkan lagi.” kata Sasa kesal karena mereka tertawa tanpa henti.
“Iya siapa yang suruh lo cium kakek-kakek tua penyot itu Sa kan masih banyak pria yang masih muda. Kenapa pula kau cium dia?” Tanya Melina setelah tawanya berhenti.
__ADS_1
“Itu tu noh... Rara tu dia yang panggil gue. Kalau dia nggak panggil gue semua ini gak akan pernah berlaku. Kakek itu juga kenapa jua mesti da sebelah gue kan kena cium gue pusingkan kepala gue untuk melihat Rara.” Jawab Sasa menerangkan semua yang terjadi.“Sudah lah lupakan semua itu, itu semua sudah berlalu sekarang kita main lagi.” lanjut Sasa lalu dia memutarkan botol itu sehingga botol itu terhenti di depan Melina.
“Mel.. Loe pilih true or dare?” Tanya Sasa sebaik saja botol berhenti di depannya.
“Gue pilih true.” Jawab Melina.
“Soalannya adalah, lo telpon sama ex-boyfriend lo bilang sama dia kalo lo ingin kembali sama dia.”Kata Ratna memberi soalan pada Melina.
“ngak.. Gue ngak mau. Gue terima hukuman saja.” bantah Melina dan dia lebih baik menerima hukuman daripada telpon dengan pria b@j!ng@n itu.
“Ahh.. Nggak asik lo Mel.. Nih hukuman lo habisi.” Kata Rayna lalu memberikan segelas jeruk nipis pada Melina.
Tanpa membuang waktu lagi Melina langsung minum jeruk nipis itu. Setelah jeruk nipis habis di minum olehnya lalu Melina memutarkan kembali botol itu. Dan permainan mereka dilanjutkan semua orang sudah menjawab True Or Dare cums kecuali Luna Dan Kai daja yang belum mungkin karena mereka beruntung saja. Tiba-tiba botol yang diputarkan oleh Lison terhenti di depan Kai. Mereka semua bersorak kegembiraan, sudah lama para sahabatnya ingin menanyakan soalan pada Kai tapi tetapi sayangnya mereka takut pada Kai dan tibalah masanya mereka menyanyakan Kai.
“True Or Dare?” tanya Lison
“Dare.” Jawab Kai singkat karena dia sangat suka kalau ada hal yang membuat dia merasa tertentang.
“Tentangannya adalah, putuskan hubungan lo sama Iren.” Kata Lison pada Kai.
Tanpa menjawab tentangan dari Lison Kai lalu mengambil jeruk nipis dan meminumnya tanpa sisa lagi.
Luna tahu kalau Kai masih saja berhubungan dengan kekasihnya Iren. Tetapi dia sekarang dia sangat malas ingin ikut campur dalam urusan pribadi Kai walau dia harus menerima perasaan sakit tetapi dia tetap sebunyikan perasaannya.
__ADS_1
“Maaf aku ingin istirahat dulu. Kalian lanjutkan saja permainan kalian.” Kata Luna Minta izin istirahat pada mereka semua.
Tanpa menunggu jawaban dari mereka. Iya memang kebelakangan ini Luna merasakan kurang enak badan. Tetapi dia abaikan saja karena dia pikir dia hanya kelelahan saja.