
25 menit dalam perjalanan akhirnya Luna serta mama, papa angkatnya serta rombongan yang ikut telah sampai ditempat sepasang calon pengantin yang akan mengikat janji sumpah mereka di sebuah gereja.
“Itu calon wanitanya sudah sampai.” bisik keluarga sebelah momy Rina.
“Ya Jeng aku sudah tidak sabar melihat calon istri dari anak sepupuku, apa benar berita tentang dia yang akan menikah dengan calon menantu pilihan Jeng Rina seorang gadis yang seumur Aldo anak Tao gege.” kata Adik kepada Tao.
“Ya kita tengok saja nanti.” jawab wanita tadi.
sedangkan di sisi lain terdapat empat pria sedang berbincang.
“Kai kau yakin akan terima pernikahan ini dan secara diam kau membuat perjanjian kontrak dengan calon istri kau nanti, bagaimana kalau Momy Rina mengetahui kebohongan yang sudah kau lakukan dia mesti akan merasa sedih.” Tanya Luohan sebab dia merasa tidak nyaman di hatinya.
Luohan merasa jantungnya berdegup dengan kencang bukan kerana dia sedang jatuh cinta tapi sesuatu yang sulit untuk dia gambarkan dengan kata-kata. Sebab itu dia menyanyakan kepada Presdir Kai kalau dia benar menerima pernikahan ini.
“Ya aku sangat yakin. kenapa kau tanya macam itu? ” jawab Presdir Kai.
__ADS_1
“Tak ada hanya bertanya saja.” jawab Luohan singkat.
🌸🌸🌸🌸🌸
Kini tiba lah masa untuk presdir Kai dengan Luna mengikat janji suci di atas altar.
“Tuan Kai Zhao, Apakah kamu bersedia menikahi nona Luna Su sebagai istri. Mengikuti sumpah di kitab suci bersama dengannya, bersatu bersama dengannya di hadapan tuhan. Mencintainya menghiburnya, menghormatinya, walau dalam kondisi baik atau buruk, serta kaya atau miskin, sehat atau sakit, bahagia atau sedih, selamanya setia padanya sampai maut memisahkan? ” tanya seorang pendeta.
“Ya aku bersedia” jawab presdir Kai dingin dan menatap tajam pada gadia yang ada di hadapannya.
“Dan Nona Luna Su , Apakah kamu bersedia menikahi tuan Kai Zhao sebagai suami. Mengikuti sumpah di kitab suci bersama dengannya, bersatu bersama dengannya di hadapan tuhan. Mencintainya, menguburkannya, menghormatinya, walau dalam kondisi baik atau buruk, miskin atau kaya, sehat atau sakit, serta bahagia atau sedih, selamanya setia padanya sampai maut memisahkan?” tanya pendeta pula pada Luna.
“Aku sedia” jawab Luna singkat sambil memandang sedikit saja pada presdir Kai.
“Sekarang, pengantin pria boleh mencium penganti wanita” Kata Pendeta sebagai tanda bahawa mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri.
__ADS_1
Luna yang mendengar perintah sang pendeta sangat terkejut dia tidak menyangka kalau first kissnya harus diambil oleh pria yang baru saja menjadi suaminya.
“Apa gue harus kehilangan first kiss gue sekarang di hadapan banyak semua keluarga.” batin Luna berkecamuk.
Presdir Kai tanpa aba-aba langsung saja mencium singkat bibir tipis serta seksi berwarna merah muda milik Luna.
Cup.
Luna sangat tekejut mendapat serangan mendadak dari pria di hadapannya.
“Ahhh.... first gue.. hikss”. batin Luna menjerit kerana ciuman pertamanya harus di ambil di hadapan semua pihak keluarga yang hadir termasuk sahabat presdir Kai, dan kepala sekolah serta Aldo Zhao rakan sebangkunya pun turut hadir ke majlis perkawinannya.
Luna kembali sedar setelah mendengar suara sorakkan orang yang hadir di sana setelah presdir kai mencium singkat Luna.
Luna yang mendengar sorakan itu merasa malu dia langsung berlalu menuju di mana mama dan papa angkatnya berada.
__ADS_1