
“Luna itu bukannya suami lo ya? Kenapa lo nggak hampiri saja sih Luna.” tanya Melina pada Luna.
“Eh.. Mel apa lo lupa kalau pernikahan Luna dengan Presdir Kai dirahasiakan di rakyat umum.” bukan Luna yang menjawab melainkan Rayna.
“Iya lo. Mel.. Yang tahu pernikahan Luna sama lakinya hanya kita dan kepala sekolah saja itu pun karena kepala sekolah kita shūshūnya(paman) laki Luna.” jawab Sasa menyambung perbincangan mereka.
“Ahh.. Iya lah gue lupa Luna. Maafin gue ya Luna.” kata Melina merasa bersalah.
“Ermmm.. Nggak apa-apa kok. Santai saja.” jawab Luna.
Mereka melihat kalau kepala sekolah memanggil semua siswa siswi, guru, dan pendonor dana di sekolah milik Zhao high-school.
“Mari kita ke sana takutnya nanti kena marah pula.” Ajak Rayna untuk berkumpul dengan semua orang yang ikut camping itu. Sampai di tempat menghidupan unggun api Luna langsung duduk di sebelahan dengan Aldo Zhao, begitu pula dengan ketiga sahabat Luna.
“Loh.. Luna.. Kenapa lo nggak duduk saja di depan sana dengan yang lain? Kenapa duduk dengan gue.” tanya Aldo sedikit kaget melihat Luna yang tiba-tiba sudah di sampingnya.
“Apa nggak boleh ya gege? Luna lagi malas duduk dekat depan sana.” jawab Luna santai. “Iya boleh kok.. Kalau untuk Luna mesti boleh.” jawab Aldo.
Lalu mereka memerhatikan kepala sekolah menyampai sesuatu peraturan yang patut mereka patuhi selama di camping nanti.
__ADS_1
Kai yang melihat Luna duduk bersama dengan Aldo entah kenapa perasaannya sangat tidak suka apabila melihat pria mana pun dekat dengan Luna. Namun, dia juga merasa bersalah pada Luna karena atas perbuatannya beberapa hari lalu tapi hati egoisnya tidak mahu mengakui kesalahannya sendiri.
“Okey semua yang ada di sini dengar baik-baik peraturan yang harus kita semua ikut karena semja ini telah ditetapkan oleh pihak sekolah, jadi dengarkan dengan baik-baik.” kata Kepala sekolah
“Kita akan mengadakan Camping ini selama 4 hari 3 malam jadi semua aktiviti nanti akan di berikan kepada ketua kumpulan masing-masing” Kata kepala sekolah lagi.
“Dan kumpulan akan dibagikan pada 4 kumpulan semua orang harus ikut tak dikecualikan jadi nanti saya akan bacakan nama kalian yang ada di dalam kumpulan siapa.” sambung kepala sekolah. Lalu kepala sekolah membacakan nama yang ada dalam setiap kumpulan. Ada 4 kumpulan dan di dalam kumpulan ada 8 orang di 2 kumpulan dan 7 orang di 2 kumpulan lagi.
Entah keberuntungan atau kesialan yang Luna dapatkan karena dirinya harus satu kumpulan dengan suaminya sendiri iaitu Kai Zhao dan ketiga sehabat Kai serta ketiga sahabat Luna juga di satu kumpulan dengan dirinya.
Orang yang mengikuti camping itu hanya 20 siswa siswi 5 guru dan 5 pendonor dana yang ikut.
🌸🌸🌸🌸🌸
Malam telah tiba semua orang makan di depan unggun api. Setelah makan malam yang menyenakan itu mereka melanjutkan aktiviti seperti bermain, bercerita dan bernyanyi.
Kini adalah puncaknya mereka menyanyi secara bergilir-gilir dan siapa saja yang di pilih oleh mereka harus menyanyi sebuah atau lebih lagu untuk menghiburkan malam mereka.
Tiba-tiba nama Luna di sebut-sebut oleh siswa siswi kelas dengan Luna.
__ADS_1
“LUNA...LUNA.. LUNA..!!” Seru siswa siswi di kelas Luna karena sudah pernah mendengar suara milik Luna menyanyi di kelas, jadi sebab itu mereka menyeru-nyeru nama Luna.
Luna yang di seru namanya sangat kaget kenapa harus dirinya? Kenapa tidak orang lain saja.
“Luna.. Mari ke depan dan nyanyikan sebuah lagi untuk kami semua.” kata Kepala sekolah pada Luna.
“Tapi pak.. Kenapa harus Luna sih kan masih banyak lagi yang dapat menyanyi.” tolak Luna karena dia sangat malas sekarang apalagi bagian intinya masih sakit.
Kai, Lison, Jordan dan Luohan pun terkejut mendengar mereka menyeru-nyeru nama Luna. Apakah Luna pandai menyanyi? Kenapa mereka tidak pernah mendengar suara nyanyian Luna? Mereka sangat penasaraan dengan suara milik Luna karena selama mereka berkenalan di hari pernikahan mereka. Luna tidak pernah didengar menyanyi apalagi Kai yang satu rumah dengan dirinya.
Dan dia diharuskan berduet dengan Lison sebagai pemain gitarnya. Semulanya Luna sangat kaget mendapati bahwa dia disuruh untuk bernyanyi tetapi atas permintaan para sahabat satu kelas dengannya jadi Luna tidak tega menolak permintaan mereka.
“Ayolah Luna suara nyanyian lo sangat sedap kami ingin mendengar sekali lagi suara nyanyian lo apalagi kalau lo sampai berduet dengan Tuan Lison.” pujuk ketua kelas mereka.
“Ta-pi.. ” perkataan Luna dipotong oleh siswa sekelasnya
“Ayo Luna sekali ini saja. Apa lo tega melihat kita yang sangat menantikan nyanyian lo.” kata siswa sekelasnya.
Sedangkan Kai, Luohan, Jordan dan Lison juga sangat penasaran dengan suara Luna karena selama mereka bekenalan dulu sehingga sekarang mereka tidak pernah melihat kalau-kalau Luna pandai menyanyi apatah lagi bersandung.
__ADS_1