
Seminggu sudah berllu Luna kembali ke aktivitinya semula sebagai siswi di Zhao high-school. Awal-awal lagi Luna sudah bangun menyiapkan keperluan Presdir Kai. Presdir Kai dan Luna seperti orang asing saja kalau mereka tidak di hadapan keluarga mereka, tapi kalau di hadapan keluarga mereka akan layaknya sepasang suami istri yang bahagia.
Walau bagaimana pun itu, Luna
“hah... seminggu sudah berlalu tapi masih juga macam awal pernikahan kami.. kami layaknya saling tidak mengenal kalau di rumah atau diluar kecuali dihadapan kedua keluarga kami.”batin Luna meneratapi nasib rumah tangganya.
🌸🌸🌸🌸🌸
Luna sudah sampai di sekolah, baru sahaja dia hendak duduk dia sudah di serbu oleh ketiga sahabatnya dengan banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh mereka bertiga.
“Loe kemana saja sih Lun nggak masuk sekolah selama seminggu ini?” tanya Melina pada luna.
“Erm gue ada urusan selama 1 minggu ini.. maaf guys gue nggak ada kasih tahu sama kalian kalau gue ambil libur selama seminggu ini.” kata Luna serba salah antara hendak memberitahu pada mereka bertiga tentang dia sudah menikah atau tidak.
Tidak lama nampak Aldo Zhao masuk ke dalam kelas dan menuju ke arah mejanya yang berada di samping Luna.
“Pagi Kakak ipar.” sapa Aldo pada Luna.
Ketiga sahabat Luna terkejut mendengar Aldo memanggil luna Kakak ipar.
__ADS_1
“Lun maksud Aldo apa? kenapa Aldo memanggil loe dengan sebutan kakak Ipar. ” tanya Mereka hampir bersamaan sebab mereka hendak mengetahui apa penyebab Aldo memanggil Luna Kakak ipar.
“anu... itu sebenarnya... erm.. okey gimana kalau jam istirahat gue kasih tahu sama kalian. sebentar lagi ibu Tina akan masuk.” ucap Luna ketana sebentar lagi bu Tina akan masuk mengajar.
“Loe janji jangan bohong dengan kami. ” kata Sasa menuntut.
“Ya.. ya.. ya... Sasa sayang.. nanti gue begitahu kalian bertiga.” jawab Luna, lalu Luna menatap Aldo dengan tatapan yang mematikan bagi Aldo.
✌Aldo menganggkat dia jarinya Kerana rasa bersalah pada Luna.
🌸🌸🌸🌸🌸
Luna dan para sahabatnya sedang duduk di meja makan kantin sekolah sambil menunggu pesanan mereka sampai.
“Lun, Aldo cakap loe kakak ipar dia apa maksudnya? ” tanya Rayna pada Luna kerana sejak tadi dia sangat penasaran pada ucapan Aldo yang memanggil Luna kakak ipar.
“Erm.. itu sebenarnya gue dijodohkan dengan Kakak sepupunya Adlo gege. sebab itu selama seminggu ini gue nggak masuk sekolah. ” jelas Luna pada ketiga sahabatnya itu.
“What!!...”Serentak mereka bertiga tekerjut mendengar ucapan Luna.
__ADS_1
“shhhh!! jangan kuat sangat napa.. apa loe semua mau semua orang tahu kalau semua orang tahu gimana.. ” kata Luna sambil menutup mulut Sasa kerana dia yang paling besar suara tadi.
“Yah... maaf, cuma kami agak tekejut saja, jadi lo udah nikah dengan kakak sepupunya Aldo.” tanya Melina pada Luna.
Luna hanya mengangguk mengiayakan pertanyaan Melina.
“So... kepala sekolah disini mengetahui bahawa lo udah menikah gitu? ” tanya Sasa pula.
Luna pun mengangguk lagi tanda pertanyaan Sasa benar.
“Dan kenapa lo nggak kasi tahu sama kita orang kalau lo udah nikah? Apa lo anggap kami ini sahabat lo atau bukan?” tanya Melina pada Luna.
Luna serba bersalah kerana dia tidak memberitahu pada ketiga sahabatnya bahawa dia akan menikah.
“Maaf gue bukannya nggak mau beritahu kalian tapi semua ini berlaku secara mendadak. sorry guy.. ” lirih Luna merasa bersalah pada ketiga sahabatnya.
“Yah nggak apa-apa kok.. kita faham kok situasi lo. tapi lain kali kalau ada apa-apa lo kena memberitahu pada kami biar kami ada sama lo bila lo butuh bantuan kami.” kata Melina sedangkan Sasa dan Ratna hanya mengangguk tanda setuju ucapan Melina.
“Thank ya guy sebab ada sama gue. ” ucap Luna pada mereka bertiga.
__ADS_1
tidak lama bell masuk kelas berbunyi mereka bertiga berjalan menuju ke kelas mereka.