
🌸🌸🌸🌸🌸
Di negara K
Di apartemen mewah seorang wanita iaitu Iren kekasih Kai Zhao sedang bersama dengan seorang pria.
“Sayang jangan ganggu aku tengah telepon sama Kai.. Kalo dia tahu tadi bagaimana? ” tanya Iren pada seorang pria yang sedang memeluknya.
“Ya maaf...kamu itu kenapa harus sekarang menelepon dia kenapa tidak esok saja kan akunya kangen sama kamu. Kita sudah lama tidak main bersama.” jawab pria itu sambil mencium leher.
“Ya kita kan udah melakukannya tadi. Apa belum cukup?”tanya Iren pada pria itu.
“Belum cukup sayang kamu kan tahu bagaimana kalau aku main. Tapi kamunya saja yang hentikan aku karena ingin telepon demgan kekasih bodoh kamu itu.”
“Aku cuma takut kalau Kai akan jatuh cinta dengan istrinya apalagi mereka duduk satu atap. Bagaimana kalau Atm berjalan kita akan dhentikan? Dimana lagi kita akan mendapatkan uang secara percuma sayang. Jadi kamu harus sabar ya.. Nanti kalau aku sudah nikah dengannya aku akan guris habis uang dia.” kata Iren menrencanakan semua itu.
Namun dia tidak tahu kalau momy Rina dan Dady Ken serta sahabat Kai sudah mengetahui sifat buruknya itu. Tetapi mereka hanya diam saja karena Kai tidak mau kalau wanita yang dicintainya di rendahkan.
“Ya aku akan bersabar sayang..” jawab Pria itu lalu menc*** bibir seksi milik Iren.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸
Di villa Wu.
Terdapat sepasang suami istri sedang berbincang di ruang keluarga namun tiba-tiba datang seorang bodygurd sambil membawa sepucuk surat di tangannya.
“Tuan, nyonya ini ada surat untuk tuan dan Nyonya.” Kata Bodygurd itu lalu menyerahkan sepucuk surat kepada majikannya.
“Dari siapa? ” tanya Reyhan Wu pada bodygurdnya.
“Tidak ada nama pengirimnya tuan” jawab bodygurd itu.
“Baiklah...terima kasih” kata Rayhan Wu.
“Pi.. Surat dari siapa itu.. Coba papi lihat dulu. ” kata Alena Wu perasaan dengan pengirim surat itu.
“Papi pun tidak tau mi... Baiklah kita lihat sama-sama. ” lalu Rayhan pun membuka surat itu.
Isi pesanan surat itu adalah
__ADS_1
‘Hai... Mami, papi, dan gege Han bagaimana kabar kalian? Kalian pasti sedang berusaha mencariku kan. Mami, papi dan gege Han jangan terlalu khawatir denganku. Aku baik-baik saja, keluarga angkatku pun sangat baik denganku. Mami.. Aku tahu mami sangat rindu dengan aku tetapi mami jangan khawatir tidak lama lagi kita akan berkumpul bersama-sama. Cuma beri aku waktu dulu untuk aku menyelesaikan sesuatu hal. Jadi aku mohon dengan mami, papi dan gege Han hentikan mencari keberadaanku karena itu akan membahayakan kalian semua. Aku tidak mau kalau orang yang aku sayang berkoban untuk aku lagi sudah cukup penderitaan mami, papi dan gege Han selama ini mencari keberadaanku. Mami, papi dan gege Han aku janji akan pulang ke pelukan kalian semua tetapi tunggu waktu saja. Gege jangan khawatir dengan meimei... Meimei baik-baik saja. Mami, papi, gege, meimei sangat sayang sama kalian. SAMPAI JUMPA MAMI, PAPI DAN GEGE.
Begitulah isi dalam surat itu.
Mami Alena menangis haru setelah mengetahui bahawa selama ini anak perempuan mereka masih hidup.
“Papi... Anak kita pi.. Aluna pi.. Aluna masih hidup pi... ” tangis haru mami Alena.
“Ya mi... Papi senang kalau anak kita masih hidup.” jawab Papi Reyhan sambil memeluk mami Alena.
Tiba-tiba datang Luohan dari arah pintu masuk. Namun, terhenti apabila melihat pandangan dimana mami dan papinya sedang berpelukan dam keadaan menangis tetapi terlihat dari wajah mereka, mereka tidak menangis karena sedih malah mereka terlihat tidak ada raut sedih pun di wajah mereka.
“Mami... Papi... Ada apa ini?” tanya Luohan heran melihat mami dan papinya.
Mami Alena dan Papi Reyhan terkejut mendengar Luohan memanggil mereka, mereka pun meleraikan pelukan mereka.
“Tidak ada nak mami cuma bahagia saja karena sudah tahu kalau meimei kamu masih hidup dan akan berjumpa dengan kita tidak lama lagi. ” kata Mami Alena dengan bahagia.
“Hah...! Maksud mami...?” tanya Luohan.
__ADS_1
Papi Reyhan memberikan surat yang dia terima tadi kepada Luohan. “Ini kamu baca sendiri.”
Luohan mengambil surat yang dihulurkan papinya lalu kemudian dia membaca kata-kata yang tertera di surat itu. Setelah membaca sampai habis Luohan menatap papi dan maminya dwngan mata berkaca-kaca sebab bahagia kalau dia tidak lama lagi akan kembali bertemu dengan meimeinya.