
Kai tiba di lobi apartment milik Iren yang dia sudah lama belikan untuk Iren. Selepas parkir mobilnya di lobi apartemen Kai lalu keluar dari mobil dan berlari ke arah lift. Kai sangat khawatirkan Iren sampaikan semua pikirannya tertuju pada Iren saja tanpa dia ketahui bahwa tindakkannya akan membawanya masuk ke jebakan yang dilakukan oleh Iren.. Setelah pintu lift terbuka Kai lanjut berlari di lantai paling atas apartemen Iren tidak ada siapa-siapa pun yang tinggal di lantai atas karena itu semua kawasan apartemen yang Kai belikan untuk Iren.
Dengan tidak sabarnya Kai mengetuk-getuk pintu apartemen Iren sehingga di lupa kalau dia punya kartu akses membuka pintu apartemen Iren.
Krik... Pintu terbuka dengan tidak sabarnya dia langsung memeluk Iren yang masih saja pura-pura menangis di depan Kai agar Kai sempati dengan keadaannya.
“Shhhh.... Sudah baby jangan nangis lagi aku sekarang ada untukmu.” kata Kai memujuk Iren agar tidak menangis lagi di pelukannya.
Sedangkan Iren dia tersenyum licik di dalam dekapan Kai karena rencana tak lama lagi akan berhasil.
‘Kena kau... ’batin Iren tetawa kegembiraan karena Kai sudah jatuh ke dalam jebakannya.
“Hikss...hiks....hikss...a..aku takut honey tadi ada orang yang ingin mencelakaiku ketika aku mau pulang dari cafe di seberang sana. Hiksss... ” kata iten sambil menangis.
“Sudah ya.. Jangan takut lagi... Aku ada disini..aku akan temani kamu sampai pagi besok oke.” kata Kai lalu menuntun Iren menuju ke arah kamar.
“Kamu istirahat ya..” kata Kai sebaik saja sia membaringkan Iren di atas ranjang.
“Jangan pergi aku takut..” lirih Iren sambil memegang tangan Kai supaya dia tidak keluar.
“aku tidak kemana-mana baby aku hanya di sini saja. Cuma aku ingin ambil air di dapur karena aku haus.” kata Kai tangannya mengelus kepala Iren dengan sayang.
“Jangan pergi honey..aku takut di sana ada air. Jangan pergi jauh..” Iren menunjukkan ke arah meja di dalam kamarnya yang sudah tersedia air.
Kai tanpa curiga langsung mengambil air itu lalu dia meneguk air itu sehingga habis tanpa sisa. Iren yang melihat itu merasa senang bukan kepalang karena jebakannya sudah kena.
__ADS_1
“Sekarang baby istirahat oke. Aku tidak akan kemana-mana lagi. Aku akan temani kamu di sini.” kata Kai duduk di atas ranjang Iren.
Iren tidak membuang-buang usahanya dia langsung memeluk pinggang Kai dengan erat sambil menunggu reaksi obat uang akan bekerja. Tidak seselang beberapa menit Kai kelihatan mengantuk, dia pun tertidur sambil duduk di ranjang Iren.
Iren yang melihat Kai sudah tertidur langsung saja membaringkan Kai lalu kemudian dia membuka pakaian Kai sehingga keadaan Kai polos seperti bayi. Iren juga melakukan hal yang sama seperti dia lakukan pada Kai. Dia melepaskan pakaiannya sendiri lalu dia pun baring di samping Kai. Iren menunggu bagaimana reaksi Kai esok pagi karena mendapati dirinya polos tanpa heli benang pun dengan Iren.
🌸🌸🌸🌸🌸
Sementara itu,
Luna tengah membereskan pakaiannya ke dalam koper. Dia sudah bertekad akan pergi dari kehidupan Kai, dia ingin melihat Kai bahagia dengan wanita pilihannya.
Luna akan pergi ke rumah momy Rina dan dady Ken ingin minta maaf serta pamit pada mereka berdua. Di perjalanan Luna tak henti-hentinya menitiskan air matanya karena dia merasa berat sekali ingin meninggalkan rumah itu serta dengan pemiliknya juga. Namun, Luna sadar diri sendiri bahwa Kai mungkin tak akan bahagia bersama dengan dirinya.
Setelah menempuhi perjalanan selama 1 jam 50 menit Luna sampai di vill milik keluarga Zhao. Rumah Luna dan Kai memang jauh dari villa keluarga Zhai tetapi rumah mereka tak terlalu jauh dari kantor perusahaan Kai sebab itu Kai mengajak Luna pindah rumah.
Satpam yang melihat mobil nona mudanya langsung memukakan pintu pagar villa supaya Luna dapat masuk ke dalam. Sementara itu satpam yang satu lagi melaporkan pada momy Rina dan Dady Ken bahwa menantu mereka datang di tengah malam begini.
Tok.. Tok.. Tokk.. “Tuan di bawah ada nona muda.” kata Satpam itu di balik pintu kamar majikannya.
Dady Ken dan momy Rina yang baru saja bangun dari tidurnya kaget setelah mendengar kalau menantu mereka datang rumah tengah malam begini.
“dad, apa mom hanya halusinasi kalau menantu kita datang rumah pada tengah malam begini?” tanya momy Rina pada suaminya kalau-kalau dia hanya halusinasi saja.
“Ngak mom.. Dad pun dengar kalau satpam kita bilang menantu kita datang sekarang.” jawab dady Ken agar sang istri tak halusinasi karena dia juga mendengarnya.
__ADS_1
“Mari dad kita jumpa dengan menantu kita kenapa dia datang pada tengah malam begini. Apa dia ada masalah dengan Kai lagi?” kata Momy Rina lalu beranjak dari ranjangnya dan menuju ke lantai bawah di mana Luna berada.
Dady Ken yang ditinggalkan oleh istrinya pun langsung menyusulnya. Tiba di lantai bawah mereka berdua menuju ke ruang keluarga karena tadi ada pelayan yang memberitahu kalau Luna ada di sana.
“Sayang kamu kenapa?” tanya momy Rina setelah dia berada di depan Luna.
Momy Rina kaget melihat Luna menangis lalu luna memeluk momy Rina sebaik saja momy Rina sudah berada di depannya.
“Ada apa? Kenapa kamu nangis?” tanya momy Rina lagi dia khawatir dengan Luna yang masih saja menangis di pelukannya.
“Luna.. Kasi tau dady ada apa? Kenapa kamu menangis? Apa Kai marah sama kamu?” tanya Dady Ken pula. Tetapi seyangnya, Luna tak menjawab satu pun pertanyaan mereka berdua, Luna hanya menjawab mereka berdua dengan gelengan saja.
“Luna sayang tenang dulu.. Kalau sudah tenang baru kasi tau sama momy dan dad ya.” bujuk momy Rina sambil menuntun Luna duduk di sofa ruang keluarga.
Setelah beberapa menit kemudian tangisan Luna reda. “Mom, dad.. Maafin Luna.” kata Luna setelah tangisannya reda.
Momy Rina dan dady Ken bingung kenapa Luna minta maaf dengan mereka padahal Luna tak pernah berbuat salah pada mereka.
“Kenapa kamu minta maaf sayang? Kamu tak pernah berbuat salah pun sama mom dan dad?.” tanya momy Rina.
“Luna harus pergi mom, dad.. Luna tak mau kalau kehadiran Luna membuat Kai merasa tak bahagia.” jawab Luna sambil menunduk mensembunyikan rasa sedihnya.
“Maksud kamu apa sayang?” tanya Momy Rina karena dia tak paham dengan apa yang Luna bicarakan.
Sedangkan dady Ken dia sudah tahu hal yang dimasudkan Luna menantunya.
__ADS_1