PERJODOHAN: PERNIKAHAN RAHASIA ANTARA PRESDIR DENGAN ANAK SMA

PERJODOHAN: PERNIKAHAN RAHASIA ANTARA PRESDIR DENGAN ANAK SMA
BAB 38


__ADS_3

Malam harinya, Luna seperti biasa dia memasak makan malam untuk mereka bertiga serta kedua art yang bekerja dia sana. Selesai memasak makan malam Luna ingin berjalan menuju ke kamar karena dia merasa tidak enak badan jadi malam ini dia ingin istirahat yang secukupnya karena esok Luna harus berangkan lebih awal sebab dia ikut kempen yang sudah diaturkan oleh pihak sekolah pagi tadi. Sore tadi Luna mendapatkan pesanan dari grup WA ketiga sahabatnya serta Aldo dia sana memberitahu kalau Luna terpilih mengikuti kempen yang dilaksanakan pagi esok jadi Luna harus ekstra mengembalikan tenaganya yang terguris karena esok harinya mereka yang terpilih untuk ikut kempen ke hutan yang telah mereka pilihkan tempatnya. Dan juga pemilik sekolah akan turut serta ikut. 


Luna yang mengetahui kalau pemilik sekolah Zhao high-school akan ikut mula-mulanya dia menolak ikut sertakan di dalam kempen itu karena pemilik sekolah itu adalah Kai Zho suami kejam Luna jadi Luna minta izin untuk tidak ikut sertakan di dalam kempen tersebut. Tak hanya Kai saja yang hadir di dalam kempen tersebut tetapi termasuk kktiga sahabat kai iaitu Lison, Jordan dan Louhan. 


Namun sayang, kepala sekolah iaitu Tao Zhao shūshū (paman) Kai tidak dapat memberikan Luna izin sebab itu semua sudah dipilih oleh Kai sendiri. Jadi Luna terpaksa harus ikut.


Namun, saat hendak naik ke lantai atas luna berpapasan dengan momy Rina di hujung tangga. 


“Luna kamu hendak kemana? Apa kamu sudah makan? ” tanya Momy Rina karena melihat luna ingin pergi ke lantai atas. 


“Maaf mom.. Luna masih kenyang lagi. Nanti kalau Luna merasa lapar Luna akan turun buat makan. Luna ke kamar dulu mom.” pamit Luna lalu dia menaiki anak tangga menuju ke lantai atas. 


Tiba di lantai atas Luna perpapasan pula dengan Kai. Luna hanya menunduk kepalanya saja karena tidak sanggup melihat tatapan mata Kai yang sangat dingin dan tajam padanya. 

__ADS_1


Tepat di sebelah Luna kai berhenti lalu membisikkan seauatu pada Luna.


‘Siapkan diri kau malam ini aku ingin kau layani aku sepuasnya sampai aku merasa puas baru kau dapat istirahat paham!  ’bisik Kai dingin lalu pergi dari sana. 


Sedangkan Luna mematung setelah mendengar bisikan Kai tadi. Luna berkeringat dingin karena dia merasa ketakutan. Luna menarik napas dan menghembuskan napasnya berulang-ulang kali supaya dia dapat mengatasi rasa takutnya.


Sampai saja di kamar mereka Luna langsun menuju ke kamar mandi untu mengosok gigi. Setelah itu dia keluar dari kamar mandi. 


Luna mengambil selimut dan bantal di almari penganti karena mulai saat ini dia akan tidur semula di lantai sebab rasa takutnya pada Kai mulai mucul bersamaan rasa cintanya yang kian bertambah. Walau pun Luna takut dan taurma dengan Kai tetapi sayang kenapa pula rasa cintanya kian bertambah dihati Luna? Luna sampai tidak mengerti dengan hatinya sendiri. 


Tak seselang beberapa menit Kai sudah masuk ke dalam kamar dan dia mendapati bahwa Luna sudah baring di atas lantai. 


“Hei... Bangun kau cepat layani aku jangan pura-pura tidur kau perempuan p******. Sebelum aku sendiri yang melakukannya seperti kemarin sore!” bentak Kai untungnya kamar mereka kedap suara jadi Momy Rina tidak dapat mendengar suara bentakan Kai kalau pintu kamar tidak dibuka. 

__ADS_1


Luna yang mendengar bentakan Kai dan kata-kata kasar dari Kai seketika perasaannya yang sudah hancur di hancurkan lagi oleh Kai.


Melihat Luna tidak bergelimang dari tempatnya membuat Kai sangat murkah karena Luna tidak juga melaksanakan tugas yang di katakan tadi. 


Dengan kasar Kai menarik pegelang tangan Luna sampai memerah karena dicemkam kuat oleh Kai.


“Sakit... Hiks.. Hiks.. Aku mohon yang lakukan itu... Aku janji tidak akan berjumpa dengan pria itu lagi.. Tolong... Hiks.. Le.. Hiks.. Hiks.. Paskan aku..” pinta Luna pada Kai dengan lirih sambil menangis kesakitan di tangan mahupun di bagian intinya karena ditarik paksa oleh Kai.


Namun sayangnya, Kai malah dengan tidak sabarnya dia melepaskan nasfu gairahnya sampikan dia tidak perduli langsung dengan keadaan Luna sekarang ini. Kai mengangkat Luna lalu dia menghempaskan Luna di atas rang dengan Kasarnya dia men***** Luna dan langsung menarik pakaian yang dikenakan oleh Luna sampai koyak. 


Kai yang sudah tidak bisa menahan nasfu gairahnya lebih lama lagi langsung menerjang Luna dan dengan kasar dia m****@* bibirnya. Bibir Kai terus saja memungut bibir tipis serta seksi milik Luna atas dan bawah bergantian. Membuat Luna menangis sangat pilu karena lagi-lagi Kai berbuat kasar dengan dirinya. 


Lagi dan lagi pula air mata Luna mengalir keluar meneratapi nasibnya yang diperlakukan oleh Kai seolah-olah dirinya seorang perempuan m**@*@* dan p**@***.

__ADS_1


Kai memperdulikan air mata Luna yang mengalir dia terus saja mengompa-gompa tubuh Luna dengan kasar sehingga beberapa kali Kai mendapatkan kepuasan daripada Luna. Kai tidak menyadari kalau Luna sudah sejak tadi berhenti menangis atau lebih tepatnya Luna pingsan karena sia tidak dapat menahan rasa sakit yang dia dapatkan dari Kai. 


__ADS_2