
3 bulan setelah Luna berada di negara J dia telah mendapatkan rumah kontrakan untuk dirinya dan sekolah secara online di kontrakkannya karena kondisi badan yang tidak menguntungkan untuk dirinya mengikuti sekolah.
Dan Luna juga tahu kalau hari ini juga Kai akan melangsungkan pernikahannya dengan Iren karena semua media massa menyiarkan semua tentang pernikahan megah kedua mempelai itu. Hati Luna sangat sakit melihat berita tentang pernikahan megah milik Kai dan Iren.
“Maaf jagoan-jagoan mami.. mami tidak dapat menghalang majlis pernikahan Papi kalian mami hanya ingin Papi kalian bahagia itu saja. maafin mami ya jagoan-jagoan mami.” ucap Luna sambil mengelus-gelus perutnya dengan sayang.
*Flackback
Luna kimi telah sampai di klinik terdekat dia hari ini akan memeriksa kehamilannya sudah beberapa bulan dan mengetahui kondisi bayi yang dia kandung walau dia harus tanggung semua itu sendirian tetapi dia tetap akan bahagia.
Nama Luna di panggil tidak lama setelah dia sampai di klinik. Luna merasa deg-degan karena dia merasa gugup tidak ada yang menemani dirinya memeriksa kehamilannya. Sedangkan banyak orang yang memandang dirinya dengan tatapan mencomoh karena Luna hanya sendirian memeriksa kehamilannya.
“Lihat gadis sana tu mesti dia dijual atau menjual dirinya sendiri ke pria-pria hidung belang.” Kata seorang ibu yang duduk bersama dengan temannya tengah tunggu giliran mereka dipanggil.
__ADS_1
“Iya kamu benar. anak gadis sekarang kalau ingin uang banyak sanggup menjual diri pada para pria-pria hidung belang. sampaikan mereka hamil pun pria itu tidak akan bertanggungjawab.” jawab ibu yang sebelah itu tadi.
Luna yang mendengar omongan kedua ibu itu hanya diam saja, dia diam bukan berati dia membenarkan kata-kata ibu-ibu itu tetapi Luna sangat malas dengan omongan mereka. Jadi dia mengabaikan mereka saja apa yang ingin mereka katakan, Luna lalu melanjutkan langkah kakinya menunju ke ruang dokter yang memanggilnya barusan.
“Selamat pagi dok.” sapa Luna sebaik saja dia masuk ke dalam bilik peperikasan kandungan.
“Iya selamat pagi. Apa ini nyonya Luna iya?" Tanya Dokter perempuan yang merupakan dokter kandungan.
“Silakan duduk nyonya Luna kita periksaan kandungan nyonya.” perintah dokter itu.
Luna pun duduk di depan dokter itu dan Luna melihat nama tag dokter itu bernama Lia. Dan Luna kwmudian di suruh oleh dokter itu berbaring di atas ranjang pesien untuk memeriksa kandungan Luna. Dokter itu kemudian mengoleskan gel pada perut Luna.
dig dug.....dig dug... bunyi suara jantung bayi di dalam kandungan Luna. Luna yang mendengar suara degupan jantung bayinya menangis haru, dia merasa perasaannya sangat nyaman setelah mendengarkan suara degupan jantung bayi dalam perutnya
__ADS_1
“Nyonya kamu dengar suara degupan jantung bayi nyonya? syukurlah keadaan mereka baik-baik saja dan sehat-sehat saja.” kata Dokter Lia menerangkan kondisi bayi Luna.
Luna menganggguk.“maksud dok mereka apa? ” tanya Luna penasaran karena dok Lia bilang mereka berati bayi yang dikandung oleh Luna ada lebih dari satu.
“Maksud saya nyonya. nyonya sekarang ini sedang hamil bayi kembar jadi nyonya tolong untuk menjaga kesehatan nyonya dan bayinya ya nyonya.”terang dok Lia pada Luna.
Luna mengangguj sambul mengelus-gelus perutnya yang kelihatan sedikit menonjol.“Anak-anak mami sehat-sehat iya di dalam sana. mami tidak sabar ingin melihat kalian berdua sayang walau tanpa Papi kalian.” batin Luna sambil mengelus-gelus perutnya.
Flackback end*.
semenjak saat itu Luna mengetahui bahwa dirinya hamil kembar dan dia harus ekstra menjaga kandungannya karena tidak ada orang yang bersama dengan dirinya sekarang yang Luna punya sekarang adalah kedua bayi yang dia kandungkan.
“Jagoan-jagoan mami yang sehat-sehat saja di dalam sana iya. walau kadang-kadang kita rindu dengan papi. tapi demi kebahagian papi kita harus mundur sayang.” gumam Luna lirih sambil mengelus-gelus perutnya yang sudah membesar itu karena kehamilannya sudah masuki 4 bulan lebih dah nak masuk 5 bulanan. Tak terasa air mata Luna menitis karena dia me dapatkan respons berupakan tendangan dari kedua jagoannya.
__ADS_1