PERJODOHAN: PERNIKAHAN RAHASIA ANTARA PRESDIR DENGAN ANAK SMA

PERJODOHAN: PERNIKAHAN RAHASIA ANTARA PRESDIR DENGAN ANAK SMA
BAB 39


__ADS_3

Pagi harinya Luna bangun lebih awal seperti kebiasannya, dia merasaka seluruh tubuh badannya terasa remuk dan sakit terlebih lagi bagian intinya. Luna memandang Kai yang masih sangat lelap tidur. Ada perasaan yang tidak dapat di gambarkan oleh Luna karena dia merasa sakit bersamaan rasa cintanya. 


Tidak ingin memikirkan terlalu lama luna langsung menuju ke kamar mandi. Setelah selesai mandi Luna menuju ke arah cermin yang ada di kamar mandi dan bertapa tekerjutnya Luna mendapati banyak sekali tanda memerah di bagian leher sampai pada bagian dadanya. 


‘Haishhh..!!! Kenapa perlu melakukan sebanyak ini sih. Bagaimana gue harus menutupi bekas merah ini?.’ Gumam Luna lalu Luna memikirkan cara untuk menutupi bekas merah yang ada pada lehernya. 


Luna mengambil foundation lanjut Luna memakaikan di area leher serta dadanya untuk menutupi bekas memerah itu. Dan tatada.. Hasil yang memuaskan sehingga Luna tidak perlu khawatir lagi dengan bekas merah itu. 


Luna kemudian keluar dari kamar mandi sudah siap dengan pakaian dia sekalian. Tanpa membuang waktu lagi Luna langsung turun ke bawah dan menyediakan sarapan pagi untuk mereka. Luna memang selalu bangun lebih awal dari kedua Art yang dikerjakan di rumah. Luna tidak keberatan langsung kalau harus dia yang bangun lebih awal. 


Setelah menyiapkan sarapan pagi iaitu nasi goreng serta omelet Luna pergi dari sana karena dia harus ke sesuatu tempat terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah. 

__ADS_1


Tidak lupa juga Luna menulis dan meninggalkan pesanan kepada Momy Rina di atas meja tempat momy Rina duduk kalau dia pergi lebih awal dan tidak pulang selama 3 hari karena mereka ada camping. Jadi Luna harus menginap di hutan selama 3 hari begitu pula dengan Kai dan para sahabatnya. 


🌸🌸🌸🌸🌸


Setelah menempuhi perjalan selama 20 menit Luna sampai di hadapan restoran miliknya dan dia kemudian keluar dari mobil. Luna langsung masuk begitu saja karena pintu restoran miliknya sudah dibuka oleh Frank sebab Frank sudah diberitahu oleh Luna tadi sebelum dia berangkat dari rumah. Kebetulan Frank menginap di restoran Luna karena dia harus menyiapkan bekas yang harus ditandatangi oleh Luna jadi dia menginap di sana. 


“Bagaimana keadaan restoran ini? Apa ada masalah?” tanya Luna sebaik saja dia duduk di kerusi meja kerjanya di ruang pribadinya. 


“Semuanya amat kendali cuma orang yang selalu mencari info tentang nona semakin banyak. Saya juga tidak tahu kenapa mereka hendak sangat mencari maklumat tentang diri nona. Dan lagi nona tidak lama lagi hari jadi tuan Wu apa nona akan hadir di acara itu atau tidak.” terang Frank pada Luna tanpa meninggalkan maklumat apa-apa pun pada Luna. 


“Ba-baik.. No... Meimei..”

__ADS_1


“Nah begitu kan lebih nyman gege. Gege kalau masalah hari ulang tahun papi mungkin Luna tidak hadir tapi setelah semua itu berakhir mungkin Luna akan berjumpa dengan papi, mami dan Luohan gege. Aku sudah sangat rindu pada mereka. Dan gege tolong bantu Luna beritahu pada papa Alex dan mama Lina kalau Luna akan berjumpa dengan keluarga kandung Luna supaya papa dan mama sudah siap sedia.”


“Baik.. Nanti gege akan beritahu pada tuan Alex dan apa perlu gege beritahu juga pada tuan Wu.”


Luna mengangguk sebagai jawabannya. 


“Baik.. Kalau begitu gege akan beritahu sekarang.”


Frank ingin pergi tetapi terhenti karena Luna menahan tangannya. 


“Ada apa meimei?” tanya Frank heran karena Luna menahan tangannya. 

__ADS_1


“Nanti saja gege.. Kalau sudah siang nanti. Luna harus segera tandatangi bekas yang perlu Luna tandangi karena Luna tidak boleh telat masuk sekolah sebab ada kempen yang harus luna ikut.”


Frank pun lalu menyiapkan bekas yang perlu Luna tandatangi dan setelah itu luna lanjut pergi ke sekolah karena setengah jam lagi Luna harus sudah ada di sekolah.


__ADS_2