Perjodohan Dan Kebahagiaan

Perjodohan Dan Kebahagiaan
10 Rumah Raka satya


__ADS_3

sesampai dihalaman rumah Raka, mereka pun turun dari mobil dan mendekati pintu rumah yang terlihat sangat besar..


"ini rumah apa istana" batin meyra, sambil menatap rumah yang ada didepannya


"kenapa diam, ayo cepat ikuti aku" teriak Raka


meyra pun mengikuti Raka dari belakang.


"kenapa kamu dibelakang" membalikan badan, lalu menarik tangan meyra agar berjalan sejajar dengan Raka


ketika sampai didalam ruangan yang besar, semua telah berkumpul dan mendekati mereka.


"sayang, kamu pasti capek ya" Bu Lena mengelus punggung meyra "kamu mandi dulu sana lalu makan dulu, mamah sudah siapkan makanan kesukaan kamu" tersenyum


"baik mah, meyra mandi dulu lalu akan makan bersama mamah" menatap bu lena


"ayo, masuk kekamar" Raka sambil menarik tangan meyra


Meyra pun menaiki tangga mengukuti Raka, setelah sampai kamar meyra hanya diam berdiri seperti patung.. Entah apa yang harus dia lakukan..


"kamu mandi duluan, pakaian sudah mamah siapkan didalam lemari" menunjuk lemari


"iya terimakasih Pak raka" sambil berjalan


"panggil saja aku Raka, kamu sudah menjadi istriku" duduk disofa


"baik, Raka" mengambil baju dan memasuki kamar mandi


tidak berapa lama meyra pun keluar dari kamar mandi, setelah itu Raka yang bergantian.. Meyra hanya duduk di sofa menunggu suaminya..

__ADS_1


"kenapa masih disini" menatap meyra


"aku menunggumu" berdiri menatap Raka


"lain kali kalau mau makan duluan saja" menyisir rambut


"kamu sudah jadi suamiku, aku harus makan bersamamu" menunduk malu mengatakannya


"ya sudah, ayo kita kebawah" mulai membuka pintu lalu menuruni tangga


Diruang makan sudah berkumpul keluarga Raka, termasuk Revan.


"ayo makan, kita sudah menunggu" Bu lena tersenyum


"maaf mah, aku menunggu Raka jadi.. "


"sudah tidak apa-apa yang penting kita makan bersama" mengambil nasi


mereka pun makan tanpa mengaluarkan suara, hingga setelah makan mereka mulai berkumpul diruang keluarga. tapi tidak dengan Revan, dia langsung menuju kamarnya.


"kapan kalian bulan madu" bertanya pada Raka


"mah, aku masih banyak pekerjaan.. tidak mungkin aku meninggalkannya" meminum teh yang ada diatas meja


"iya mah, aku juga kan kuliah bahkan bekerja diperusahaan papah untuk membantunya" tersenyum


"besok kamu tidak bekerja lagi disana, kamu dirumah saja" tegas Raka


"iya meyra, nanti papah yang akan bicara sama papah kamu" menatap meyra

__ADS_1


"tapi pah, aku masih ingin bekerja" menundukan kepala


"kamu diam saja dirumah, temani mamah" tegas Raka


"hmmz, kenapa sih mereka melarangku bekerja diperusahaan papah" batin meyra


mulai mengobrol tidak berasa waktu sudah malam. mereka pun masuk ke kamar masing-masing.


"kamu ganti baju tidurmu"


"aku pakai ini saja" menundukkan kepala


"kamu tidak mendengarkan aku" teriak raka


"iya maaf" lalu mengambil baju kemudian menuju kamar mandi


"hmmzz masa aku pakai ini, sambil melihat pakaiannya" lalu menggantinya dengan pakaian tidur..


"aduh masa aku keluar pakai baju ini" menutupi badannya " ini sangat transparan"


lalu meyra pun keluar menuju sofa


"kamu ngapain tidur disitu" melihat meyra "pindah disini" menepuk sebelah nya


"aku disini saja"


"kenapa, kamu takut" tersenyum jahat "lagian aku sama kamu sudah sah.. jadi jangan takut kalau terjadi apa-apa"


"haduh, bagai mana ini" batin meyra mendekati Raka

__ADS_1


mereka pun tidur bersama


__ADS_2