Perjodohan Dan Kebahagiaan

Perjodohan Dan Kebahagiaan
14 Berkencan


__ADS_3

Raka pun terbangun lalu mandi dan menuju lemari untuk mengambil pakaian kemudian memakainya sambil melihat Meyra yang masih tertidur pula.


"Entah mengapa, aku sangat senang melihatmu" berbicara sangat pelan. Tiba-tiba ingatan masalalunya muncul dan membuat dia sangat membenci semua wanita..


"haa.. Apa aku sudah gila" teriaknya keras membuat Meyra terbangun


"hmmz, ada apa Raka" mengucek matanya lalu menatap Raka


"maaf sudah membuatmu terbangun, aku berangkat kerja dulu" mulai pergi meninggalkan Meyra


"kenapa dia aneh lagi sih" melihat dari kejauhan "apa yang terjadi dengannya" penasaran


Meyra pun melangkahkan kaki menuju kamar mandi. lalu menuju ruang makan.


"maafkan aku bangun terlalu siang" menunduk


"tidak apa-apa sayang, maafkan kita yah sudah sarapan duluan" mendekati Meyra


"ah tidak apa-apa mah, aku sarapan sendiri juga tidak masalah" menatap Bu Lena


"mamah menganggap kamu anak mamah, bukan sekedar menantu dikeluarga ini" memeluk


"iya mah, terimakasih juga atas kasih sayang mamah" membalas pelukannya "yang selama ini Meyra tidak merasakannya lagi setelah mamah Meyra meninggal" sedihnya


"iya, sebelum mamah kamu meninggal.. Mamah kamu sudah menitipkannya kepada mamah" tersenyum lalu mencium kening Meyra " kamu adalah hal yang berarti buat mamah saat ini" meneteskan air mata bahagia


"Meyra sangat senang mempunyai mamah yang peduli sama Meyra" menatap lalu menghapus air mata Bu Lena


Bu Lena pun menemani Meyra sarapan sambil berbincang-bincang. Lalu mereka pun menuju ruang keluarga melanjutkannya berbicara sambil menonton film kesukaan mereka.


"haa, serem sekali filmnya mah" sambil menutup mata dan mengintip sedikit


"ah, masa film ini kamu takut" tertawa


"memang mamah gak takut apa" mendekati

__ADS_1


"mamah sudah gak ada takutnya" tertawa lalu memeluk Meyra "sekarang mamah punya teman ngobrol dan menonton film" mengelus punggung Meyra


"makasih mah udah bikin Meyra betah disini" tersenyum


Mereka terlalu senang menonton film sampai lupa waktunya sudah mulai sore. Meyra pun pamit menuju kamar untuk tidur siang, karna sedari tadi dia mulai menguap. Bu Lena pun menuju kamarnya untuk mandi.


"aku sangat mengantuk" menguap "hmmz, kalau aku tidur apa dia datang lagi dan melakukannya?" memikirkan hal yang kemarin.. lalu terdiam sejenak menghayal apa yang terjadi saat malam pertama.


"apa saat pertama melakukannya merasa sakit dan mengapa harus mengeluarkan darah tapi saat itu aku tidak sedang menstruasi" menghela nafas "tapi kenapa melakukannya lagi tidak merasa sakit dan tidak keluar darah lagi" mulai bingung


"hmmz, aku mikir apa sih" berbicara sendiri


Tiba-tiba Raka datang lalu membuka pakaiannya dan menyimpan disembarang tempat.


"kamu sudah pulang, aku akan menyiapkan air hangat untuk mandimu" berjalan menuju kamar mandi..


Raka pun masuk lalu mengunci kamar mandi kemudian membuka pakaiannya hingga terlihat telanjang. Raka menggenggap tangan Meyra.


"Mandilah bersamaku" menatap Meyra


"aku tidak akan macam-macam padamu, asal mandi bersama" melepaskan tangan Meyra


"baik lah" sambil membuka baju dan masuk kedalam Bathup yang didalamnya sudah berada Raka


Mereka hanya terdiam tanpa bicara, tapi mereka saling memandang dan kadang memalingkan wajah. Tiba-tiba Raka memulai percakapannya.


"Malam ini kamu tidak usah makan di rumah" sambil menggosokan badannya


"kenapa?" mulai menatap Raka


"aku ingin mengajak kamu makan berdua direstauran" terdiam lalu melihat Meyra


"iya baik" Meyra tersenyum kecil dan mulai merah dibagian pipinya


Mereka pun selesai mandi bersama lalu memakai pakaian. Raka terlihat sangat rapih dan mulai keluar kamar menuruni tangga. Diikuti oleh Meyra dari belakang dan selalu memperhatikan Raka secara diam-diam.

__ADS_1


"mengapa laki-laki ini mulai berbeda sikapnya" menghembuskan nafas "yang penting dia baik padaku" batin Meyra


Mereka menuju taman belakang dan melihat kelinci yang memang sangat disukai Raka.


"kamu suka sama kelinci" mengambil lalu mendekatkan kepada Meyra


"ah, iya. Dia sangat lucu" mengelusnya disaat berada ditangan Raka


"apa aku boleh sering kemari, untuk bertemu kelinci kamu" menatap Raka


"kelinciku termasuk kelinci kamu" memberikannya dengan pelan


"terimakasih" tersenyum lalu mengusap kelinci tersebut "mereka sangat terawat"


"iya pelayanku merawatnya dengan baik, jika tidak sudah aku pecat" menatap tajam Meyra


Mereka asik bermain ditaman belakang hingga petang pun telah tiba. Mereka lalu masuk menemui keluarganya agar tidak menunggu untuk makan malam.


"Mah, malam ini aku sama Meyra akan makan diluar" mendekati mamahnya


"baiklah kalau begitu, sering-sering kamu mengajak Meyra bersama" senyumnya


"iya mah, kalau aku tidak sibuk" mencium pipi mamahnya "aku akan mengganti pakaianku" lalu pergi menuju kamar


"mah, aku ganti pakaian dulu ya" lalu mengikuti Raka


setelah sampai kamar mereka pun mengganti pakaian dikamar, tapi Meyra menggantinya dikamar mandi karna merasa malu..


"kamu sudah siap?" tanya Raka


"sebentar, aku akan berdandan agar tidak terlihat pucat" tersenyum lalu duduk didepan meja rias


"lain kali kalau mau ganti baju bersamaku saja" tersenyum "aku sudah tau bentuk tubuhmu, jadi tidak usah menutup-nutupi" tertawa kecil kemudian menuruni tangga dan menunggu dibawah


"dasar mesum, kenapa dia bisa berbicara seperti itu" geram Meyra dan mulai memerah wajahnya karna merasa malu

__ADS_1


__ADS_2