
Raka yang sudah selesai makan lalu menuju dapur untuk mengambil minum. Ketika Bi Lilis datang menghampiri.
"Malam Tuan, ada yang bisa bibi bantu?" bi Lilis menunduk
"Tidak bi, saya hanya mengambil minum saja" balas Raka menuju kamar
"Oh iya bi, sebisa mungkin layani istri saya. Keinginannya apapun harus dipenuhi. Dia sedang mengandung" Raka yang sudah berjalan berhenti dan membalikan badan kearah bi Lilis
"Baik Tuan saya akan melayani Nyonya Meyra" balas bi Lilis sambil menunduk
Raka yang sudah mulai mengantuk tertidur disamping Meyra dan tidak lupa mengecup keningnya. Meyra yang terlihat semakin cantik ketika hamil membuat Raka semakin menyayanginya.
Ketika tengah malam Meyra terbangun dan merasa lapar. Lalu dia berusaha membangunkan Raka yang tertidur lelap. Karena Meyra hanya makan sedikit.
"Sayang.. Sayang bangun" menggerakan tubuh Raka
"Sayang ihhh, aku laper nih" lanjut Meyra lebih keras membangunkan Raka
"Ada apa sayang?" Raka yang masih membuka matanya sedikit
"Aku laper, aku mau makan" Meyra yang masih menggerakan tubuh Raka
"Iya, iya sayang.. " kemudian terbangun dan duduk didepan Meyra
"Kamu mau makan apa sayang? biar bibi yang masakin" balas Raka yang masih mengantuk
"Aku gak mau masakan bibi, aku pengen nasi goreng bikinan kamu" Meyra yang mulai manja
"Apaa? tapi aku tidak bisa masak sayang" Raka yang tadi masih mengantuk kemudian melek mendengar Meyra yang meminta nasi goreng buatannya
"Udah sayang ayo.. pasti kamu bisa" Meyra yang lalu menarik tangan Raka
"Sayang tapi aku tidak bisa masak" Raka selalu mengucapkan berulang kali hingga menuju dapur
"Ini harus diapakan?" memegang telor
"Lalu ini untuk apa?" Raka yang masih bingung dengan peralatan dapur
"Kamu kan bisa liat yutob sayang, masa masalah kecil aja kamu gak tau" Meyra yang tersenyum senang melihat Raka kebingungan
__ADS_1
"Kenapa ibu hamil selalu ngidam yang aneh-aneh" Raka yang masih mengoceh sambil memasak nasi goreng yang melihat tetorial diyutob
Raka pun akhirnya selesai memasak. Lalu memberikan pada Meyra yang sedang asik menonton tv sambil menunggu makanannya.
"Wah wanginya aja bikin gak tahan" Meyra yang bersemangat lalu memakan nasi gorengnya dengan lahap
"Pelan-pelan sayang, nanti kamu tersedak" Raka yang melihat Meyra tersenyum senang
"Aku sudah kenyang sayang" Meyra yang sudah menghabiskan sebagian banyak
"Kenapa tidak menghabiskannya?" Raka yang melihat sisa nasi dipiring Meyra
"Ya sudah kamu saja sayang yang habiskan" Meyra lalu menyodorkan piringnya
"Ini enak sekali sayang, terimakasih ya" lanjut Meyra tersenyum
"Masa sayang?" lalu menyuapkan makanan kedalam mulutnya seketika itu Raka tersedak
"Pelan-pelan sayang" Meyra lalu memberi gelas yang berisi air putih
"Ini agak asin sayang, apa kamu tidak merasaknnya?" Raka yang masih merasakan asin pada mulutnya
"Tidak sayang, aku merasa masakan kamu enak" Meyra yang tersenyum
Raka yang sangat memperhatikan Meyra karna merasa aneh dengan masakannya. Meyra lalu tertidur dipelukan Raka yang masih mengelus rambut Meyra.
----
Pagi hari Meyta terbangun dan merasakan mual yang sangat terganggu. Raka yang mendengar lalu menuju kamar mandi untuk mengecek keadaan Meyra.
"Sayang, kamu kenapa?" melihat Meyra yang masih memuntahkan cairan dan terlihat pucat
"Aku sangat mual Raka, aku tidak kuat" balas Meyra
"ya sudah kita kerumah sakit saja, kita periksa keadaan kamu" Raka yang memeluk pinggang Meyra yang terlihat lemas
"Iya baik, aku mandi dulu" ucap Meyra
"Ya sudah mandi bersama saja" balas Raka
__ADS_1
Mereka mandi bersama dan Meyra selesai kemudian berdandan. Ketika Raka yang sedang memakai farpum biasanya Meyra merasa mual. Lalu Meyra menuju kamar mandi. Diwastafel Meyra mengeluarkan lagi bahkan lebih banyak.
"Sayang kamu kenapa? " Raka yang langsung berlari
"Sudah Raka jangan dekati aku, aku tidak suka bau farpummu" Meyra yang masih merasa mual
"Ya sudah aku akan membuang farpumnya dan mengganti pakaian" Raka kemudian membuang farpum dan mengganti pakaiannya.
Meyra yang selesai tidak merasakan mual lagi semenjak Raka mengganti pakaiannya. Kemudian bergegas menuju rumah sakit untuk mengecek keadaan Meyra yang terlihat pucat.
Sesampai dirumah sakit Raka sibuk untuk mendaftar dan Meyra hanya duduk di ruang tunggu. Raka yang tidak biasanya melakuksn ini dia merasa masih bingung dan bertanya pada pegawai rumah sakit.
Selesai mendaftar lalu menuju ruang kandungan. Raka yang sejak pagi sudah menunggu masih harus mengantri. Meyra yang terdiam menunggu lama merasa pusing. Dan tertidur dipangkuan Raka.
"Ibu Meyra silahkan masuk" terdengar suara suster
"Baik sus" lalu membangunkan Meyra
"Sayang sudah dipanggil, ayo kita masuk" Raka yang kemudian menggandeng dan masuk kedalam ruangan dokter
"Apa keluhannya?" Dokter wanita
"Saya merasa mual dok, ketika bangun tidur dan mencium bau farpum suami saya" balas Meyra
"Apa wajar mualnya?" ucap Dokter
"Entah dokter. Tapi mualnya tidak bisa ditahan. Hingga memuntahkan beberapa kali" balas Meyra
"Saya sudah menulis resep harap tebus didepan. Karena sudah di USG jadi saya sudah tau tentang perkembangan janin. Perbanyak istirahat jika merasa mual jauhi wangi atau seseuatu yang tidak nyaman" Dokter yang sedang menulis resep
"Baik dok, terimakasih" balas Raka
"sama-sama, jangan lupa untuk chek up ya" ucap Dokter
Raka dan Meyra keluar dari ruangan dokter dan menuju ruang resep. Karena memang memakai umum jadi lebih cepat. Mereka lalu bergegas untuk mencari makanan dan ingin membeli susu ibu hamil. Raka melajukan mobilnya menuju mall dan kemudian memarkirkan mobilnya.
"Ayo sayang, kamu mau makan apa?" Raka yang menggandeng Meyra dan menatap semua resto yang disekitarnya
"Aku mau Steak aja sayang" kemudian Meyra berjalan menuju Resto yang terlihat didepannya
__ADS_1
Raka dan Meyra memesan makanannya. Menunggu 20 menit pesanan datang dan mereka makan dengan lahap karena tadi tidak sarapan dan tidak makan dirumah sakit.
Raka yang merasa senang melihat Meyra makan dengan lahap karena sedang mengandung.