
Keluarga Raka terlihat sangat tidak sabar tentang berita apa yang dibawa mereka.
"Ada apa Raka, kamu terlihat sangat senang" ucap Mamah Raka
"Hmmmz.. Lihat dulu saja" Raka memberikan amplop yang berisi Usg kepada kedua orangtuanya
Mereka membuka dengan sangat hati-hati terlihat jelas foto Usg dengan wajah yang jelas. Tapi mereka merasa bingung kenapa wajahnya ada dua. Mereka pun memilih bertanya.
"Ini ko ada dua terlihat sedang berpelukan.. Apa Meyra mengandung bayi kembar?" ucap mamah Dafa bingung
"Iya mah, Meyra akan melahirkan bayi kembar" balas Raka gembira
"Wah.. Mamah senang banget.. Akhirnya mamah punya cucu sekaligus dua" ucap Mamah Raka
"Apalagi papah.. Semoga ada bayi laki-lakinya.. Supaya jadi penerus keluarga kita" ucap Papah Dafa
"Semoga aja pah.. Tapi yang baru terlihat baru kelamin perempuan" balas Meyra
"Wah.. Udah ada cewenya.. Jadi mamah gak sabar" ucap mamah Raka
"Iya mah, aku juga gak sabar" Raka tersenyum senang
Mereka berbicara hingga larut malam. Dan makan bersama dikeluarga Raka. Hanya saja Revan memilih tinggal diluar negri melanjutkan kuliahnya diamerika yang sebelumnya.
Mereka akhirnya pulang menuju kediaman mereka. Terlihat jelas rumah yang besar dan mewah. Security yang berjaga ketat dan juga pelayan yang siap sedia.
Mereka memilih pergi menuju kamar untuk mandi dan beristirahat.
***
Hari mulai berganti Raka yang sudah siap untuk melanjutkan aktivitasnya melihat Meyra yang sudah siap untuk berangkat menuju toko kue.
"Kamu lebih baik dirumah, jangan sering pergi untuk bekerja" ucap Raka
"Tapi aku akan bosan dirumah" balas Meyra
"Iya aku tau, tapi sayang kamu harus banyak istirahat karena kan kamu mengandung bayi kembar" ucap Raka
"Aku gak mau.. Aku mau pergi bekerja saja" Meyra yang melawan
"Tapi sayang.. Aku suami kamu, kamu harus menurut" ucap Raka tegas dan meninggalkan Meyra
"Dasar.. Padahal aku ingin berkerja" ucap Meyra kesal
Raka yang sudah melajukan mobil dengan cepat menuju kantornya dan bekerja. Tapi Meyra merasa kesal dengan perlakuan suaminya. Dia hanya berdiam diri karena semua pekerjaan rumah sudah rapih dan punya pelayan yang mempunya tugas masing-masing.
Meyra yang diam dirumah hanya tiduran saja dirumah bahkan tertidur. Membaca novel saja seharian membuat Meyra bosan. Bahkan makan pun tidak selera.
Sore pun tiba Raka pulang dan menuju kamar. Terlihat jelas Meyra yang sedang tertidur miring karena perut yang semakin membesar. Raka memilih mandi dan mendekati Meyra.
"Sayang.. Kamu gak mandi" ucap Raka
__ADS_1
"Kamu sudah pulang" balas Meyra yang langsung terbangun karena kaget
"Maaf sudah membuatmu kaget" Raka mencium kening Meyra
"Tidak ko.. Aku mau mandi dulu" ucap Meyra berjalan menuju kamar mandi
Mereka sudah berada dimeja makan dan memulai makan malam bersama. Memang sudah tidak aneh jika Meyra makan dengan sangat banyak karena memang mengandung bayi kembar.
"Makan yang banyak sayang" ucap Raka
"Iya sayang.." balas Meyra yang sedang mengunyah
Setelah selesai makan mereka memilih berdiam diri diruang keluarga. Berbincang dan juga menonton televisi.
"Sayang, aku bosan dirumah" ucap Meyra
Tapi Raka hanya diam tidak menghiraukan Meyra dan asik memakan cemilan dimeja.
"Boleh ya aku kerja lagi" lanjut Meyra
"Tidak.." balas Raka
Meyra pun kesal dan berdiri lalu berjalan menuju kamar dengan raut wajah kesal. Raka mengikuti Meyra dengan langkah kaki yang begiti cepat.
"Sayang, kamu marah ya" ucap Raka polos
"Tidak" balas Meyra yang langsung tertidur
"Apa sih.." balas Meyra singkat
"Maaf ya" ucap Raka
Meyra yang diam tidak menghiraukan suaminya. Dia langsung menutup matanya dan mulai tertidur. Raka yang memperhatikan Meyra tanpa berbicara.
***
Pagi hari Raka sudah terbangun tapi tidak melihat Meyra. Lalu dia mencari disemua sudut rumah dan menemukannya ditaman belakang.
"Sayang, kamu belum mandi" ucap Raka
"Tidak nanti saja" balas Meyra
"Ya ampun dia masih marah" batin Raka
"Kamu mandi nanti kalau kamu kerja tapi belum mandi bagaimana" ucap Raka
"Iya" lalu pergi meninggalkan Raka
"Harus gimana ini, Dia kalau sudah marah susah dibaikiinnya" ucap Raka dengan wajah bingung
Raka lalu berjalan menuju kamar mandi kamarnya tapi terkunci.
__ADS_1
"Sayang, aku mau mandi juga.. Tolong buka pintunya" ucap Raka mengetok pintu tersebut
Tapi tidak ada balasan hanya bunyi air yang mengalir.
"Sayang.. Kamu baik-baik saja kan" ucap Raka
Setelah lama Raka mengetuk pintu akhirnya pintu terbuka. Tapi Meyra sudah bersiap untuk berangkat kerja.
"Sayang, aku antar ya" ucap Raka
"Gak usah, aku bisa sendiri" balas Meyra yang masih saja marah
Raka pun akhirnya mandi dan Meyra sudah pergi lebih awal. Raka yang baru tiba dimeja makan melihat Meyra sudah tidak ada.
"Kemana pergi Meyra bi" ucap Raka
"Dia sudah pergi duluan Tuan" balas Bi Ina
"Dia masih marah" batin Raka
Raka lalu menghabiskan sarapannya dan pergi menuju kantornya. Pekerjaan yang amat numpuk membuat Raka sibuk.
Meyra menatap jendela melihat parkiran tapi tidak terlihat mobil Raka.
"Kenapa dia tidak membujukku sih" ucap Meyra kesal
"Tidak ada telepon lagi" lanjut Meyra
Dengan kesal Meyra melanjutkan pekerjaannya.
Sore pun tiba Raka lalu melajukan mobilnya menuju toko kue Meyra. Dan menjemput Meyra tapi Meyra sudah pulang lebih awal.
Raka pun pulang kerumah dan berlari menuju kamar karena Raka telepon tidak ada jawaban.
"Sayang, aku tadi ke tokomu" ucap Raka
Tapi Meyra hanya terdiam tidak mrnghiraukannya. Meyra lalu menuruni tangga menuju meja makan untuk makan duluan.
Raka yang baru saja pulang lalu mandi dan menyusul Meyra yang berada dimeja makan. Tapi Meyra sudah selesai dan bergegas menuju kamar. Raka merasa kesal dengan tingkah Meyra yang selalu menghindar.
Setelah makan Raka berjalan menuju kamar dan memeluk Meyra.
"Lepaskan aku.. " ucap Meyra
"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu sudah tidak marah padaku" balas Raka
"Ah tidak mau.. Lagian aku tidak marah padamu" ucap Meyra mencoba melepaskan pelukan Raka
"Perut aku sakit.. Jika kamu terus memelukku aku akan merasa sesak" lanjut Meyra
Raka pun akhirnya melepaskan pelukannya. Dan mencium bibir Meyra dengan lembut dan lama. Mereka saling menikmati.
__ADS_1
Mereka tertidur saling berpelukan setelah Meyra tidak marah pada Raka. Sangat sulit untuk tidak bisa marah pada Meyra.