Perjodohan Dan Kebahagiaan

Perjodohan Dan Kebahagiaan
7 Raka Satya


__ADS_3

kelas pun berakhir dan memilih pulang lalu pergi menuju kantor.. meyra pun masih terdiam memikirkan mengapa Raka bisa dingin seperti ini. Apa masalaluny atau memang sudah dari kecil. meyra pun masih terdiam bingung harus apa dan melakukan apa sambil menyetir menuju kantor..


setiba disana dia bertemu dengan Raka..


"meyra, kamu ke ruangan papah sebentar" langsung menutup telepon. Meysa pun bergegas menemui papahnya. walaupun dia anaknya tetap saja meyra lebih profesional dalam pekerjaan..


meyra masuk dengan mengetuk pintu..


"Permisi pak, ada yang bisa saya bantu" menundukkan kepala


"ini pak Raka satya, dia sudah menjadi kolega kita.. Tolong dicatat apa yang dia butuhkan. Selama dia disini kamu bantu dia" memberi perintah


"hmmz, baik pak" menunduk


"Maaf pak Raka, ada yang bisa saya bantu" mendekatinya


"saya hanya butuh tugas ini tolong dirubah bagaimana caranya aku bisa tertarik dengan pekerjaanmu" memberi sebuah berkas


"baik pak, kalau sudah tidak ada lagi.. saya permisi" melangkah keluar


"kenapa harus ada dia sih disini" sambil melihat dari kejauhan


tiba-tiba Mira mendekat


"kenapa mba meyra, ada yang susah ?" sambil menatap


"tidak mba, hanya saja.. sejak kapan pak Raka bergabung disini" menatap Raka dari kejauhan


"Sudah lama mba, dia selalu kesini.. Dia juga termasuk teman dekat pak Handoko" menjelaskan


"hmmz, apa dia selalu disini? " tanya meyra


"dia disini hanya membantu dan menginvestasi saja sisanya hanya berteman" tegas mira


"terimakasih mba atas penjelasannya" menunduk


"iya sama-sama mba meyra, kalau butuh apa-apa bilang saja" meninggalkan meyra


Meyra pun memulai pekerjaannya dan sebisa mungkin, berusaha merubah berkas dengan baik. tidak lama kemudian meyra selesai dan kembali menuju ruangan papahnya..


"permisi pak, ini sudah saya kerjakan" memberikan berkas


"ok saya periksa" Raka membuka berkas dan membacanya.


"gimana pak Raka apa sudah bagus atau masih ada salah" melihat wajah raka

__ADS_1


"ok ini bagus, saya akan memakai ide ini untuk memulai kerjasama kita pak Handoko" menjabat tangan


"bagus meyra, kamu sangat baik dalam mempelajari kuliahmu" menepuk bahu meyra


"kalau sudah saya permisi" berbalik dan meninggalkan ruangan


"tunggu meyra, aku ingin makan berdua denganmu" berdiri mendekati meyra


"baik Pak Raka, kita akan bertemu dimana dan kapan?" membalikan menatap wajah Raka


"Malam ini, saya jemput anda"


"baik saya tunggu kedatangan anda" meninggalkan ruangan kerja


setelah semua pekerjaan kantor selesai meyra pun mulai pulang, Dan berusaha mempersiapkan semuanya untu pertemuan nanti malam. Ketika berada diruang Tv melihat papahnya sedang santai meminum kopi.


"pah, Raka seperti apa sih" duduk disamping papahnya


"Raka itu sangat baik, ceria, bahkan dia sangat pinter dalam perusaan" sambil meminum kopi


"tapi kenapa dia sangat dingin bahkan dia tidak tersenyum" menatap papahnya


"kamu akan tau dia setelah kamu dekat dengannya, Dia masih dalam keterpukulan mendalam" raut wajah pak Handoko sedih


"Maksud papah ? " mendekat lagi


"baik pah aku akan berusaha" tersenyum


ketika suara klakson mobil membuat dia kaget.. meyra pun bingung siapa, dia langsung berlari kedepan.. Mobil mewah berwarna putih sudah ada didepan rumahnya..


meyra pun mendekatinya, karna dia tidak menyangka itu Raka..


"cari siapa pak" mengetok kaca mobil


"cepat masuk" Raka membuka kaca mobil lalu menutupnya. Meyra pun masuk lalu hanya diam didalam mobil. lalu meyra memecahkan kesunyian didalam mobil..


"Pak Raka, kita mau kemana?" menatap wajahnya yang hanya datar


"sudah kamu diam saja, nanti juga kamu tahu" tanpa melihat meyra


"Roni, kamu percepat kemudinya" memberi perintah


"Baik tuan" langsung mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang.


"hmmz, ko dia aneh sekali ya.. apalagi pak supir itu diam dan menuruti semua perintahnya.. " batin meyra sambil menatap Raka

__ADS_1


sesampai disebuah restauran ditepi pantai yang indah..


"kita mau kemana pak Raka" melihat sekitar


"cepat ikuti aku" berjalan lebih cepat


"dasar gak tau apa aku pake haihils tinggi, bahkan dia tidak bilang acara ditepi pantai begini" batin meyra sambil kesal


"Nona, apa anda baik-baik saja" tanya Roni


"pak supir ko ikut" sambil melihat


"maaf nona, saya bukan Supir melainkan sekertaris pribadinya Tuan muda" sambil menunjuk


"apa Tuan muda? dia bukan kaya di film-film kan atau di novel yang katanya Tuan muda yang kejam" batin meyra menatap Raka


sesampai di restauran. Raka pun menggandeng tangan meyra didepan semua orang bahkan mereka menatap meyra dan raka.


"Apa itu calon istri Pak Raka?" seseorang berbisik


"Dia sangat cantik, sama seperti Pak Raka begitu cocok" balasannya sambil berbisik


banyak orang yang melihatnya dan mengagumi kecantikan meyra yang baru Raka perkenalkan. seketika itu ada perempuan datang mendekati Raka..


"Raka, kamu baru sampai?" mendekati raka " ini siapa kamu?" menunjuk meyra


"dia calon istriku.. aku harap kamu tidak mengganggunya" sambil menarik tangan meyra ketempat lain..


Raka pun sibuk berbicara dengan orang-orang disekitarnya, Dia sengaja membawa meyra hanya untuk membuat semua orang tau kalau dia tidak mau diganggu apalagi oleh perempuan yang sering menemuinya.


seketika itu Raisa mendekati meyra..


"kamu siapanya Raka, apa kamu tau kamu bukan levelnya" sambil menunjuk hingga agak mendorong meyra


"maaf nona, setidaknya sopan sedikit.. apa anda tidak mendengar perkataan Raka" melihat Raisa


"kamu kenapa harus jadi pengganggu buat aku, sudah aman clarisa pergi sekarang malah kamu" menunjuk meyra


"maaf nona, anda tidak bisa melakukan ini pada nona Muda" Roni menghalangi Raisa


"aku hanya ingin memperingati dia" menunjuk meyra


"maaf nona, dia adalah calon istri tuan muda.. Harap anda jaga sikap" memberi peringatan


ketika itupun meyra pergi dan hanya duduk di tempat sendirian tanpa ada siapa pun yang kenal.

__ADS_1


meyra pun memperhatikan seseorang yang begitu dia kenal.. tapi karna keramaian dia bahkan tidak memanggilnya..


__ADS_2