Perjodohan Dan Kebahagiaan

Perjodohan Dan Kebahagiaan
23 Ngidam


__ADS_3

Sesampai diruangan Meyra, Raka menatap Meyra yang masih tertidur lalu mencium keningnya dan mengelus rambut Meyra dengan halus.


"Terimakasih sayang sudah membuat aku lebih bahagia" gumamnya


"Aku akan menjadi ayah dan aku akan menjaga kamu dengan baik" meneteskan airmata


Meyra kemudian terbangun dan menatap Raka yang sedang menangis. Meyra yang penasaran lalu menggenggam tangan Raka.


"Kamu kenapa sayang? " Meyra yang lalu terbangun untuk duduk


"Kamu tidak usah bangun sayang, kamu tidur saja" balas Raka tersenyum


"Kamu menangis, ada apa?" Meyra yang mulai penasaran


"Kamu apa akan bahagia jika kita bertambah anggota keluarga?" Raka yang mencium tangan Meyra


"Maksud kamu apa Raka" Meyra yang mulai terlihat marah. Dia berpikir akan ada seseorang datang dalam kehidupan mereka


"Sayang, tenang dulu. Kamu harus banyak istirahat dan tidak boleh banyak pikiran" Raka lalu mencium kening Meyra


"Ada apa Raka, kenapa harus istirahat. Aku kan baik-baik saja. Lagi pula aku hanya terlalu capek" balas Meyra menatap Raka


"Kamu harus banyak istirahat sayang, kamu itu bukan sendiri lagi tapi kamu sudah berdua" Raka tersenyum


"Maksud kamu apa?" Meyra yang semakin penasaran


"Kamu sedang mengandung sayang, kamu akan jadi seorang ibu dan aku seorang ayah" Raka tersenyum lalu menciumi pipi Meyra


Meyra yang hanya diam tidak percaya kalau dia mengandung. Kebahagiaannya semakin besar setelah dia mengandung.


Keluarga Meyra datang dan juga keluarga Raka yang datang dari balik pintu.


"Sayang, kamu baik-baik saja kan. Mamah khawatir" memeluk dan mencium kening Meyra lalu melepaskan pelukannya


"Papah juga sangat khawatir saat dengar kamu disini" lanjut Papah Raka


"Papah langsung kemari setelah mendengar kamu ada disini" Papah Meyra


"Kak, kakak baik-baik saja kan" Seto yang mulai menggenggam tangan Meyra


"Aku baik-baik saja ko. Padahal tidak usah kemari maaf merepotkan kalian" Meyra yang sangat gembira

__ADS_1


"Kamu ini udah jadi anak mamah sama papah, wajar kita khawatir" balas mamah Raka


"Iya mah maaf, dan terimakasih semua sudah datang menjengukku" balas Meyfa


"Meyra sakit apa Raka?" tanya Papah Meyra


"Hmmz dia tidak sakit pah. Tapi.."


"Tapi apa Raka? Meyra baik-baik saja kan?" lanjut Mamah Raka


"Iya mah, Meyra baik. Dia sedang mengandung" senyum Raka lebar


"Akhirnya mamah punya cucu, mamah bahagia" Mamah Raka mulai mengelus perut Meyra


"Papah juga bahagia Meyra, papah akan jadi kakek" Papah Meyra lalu mencium kening anaknya


"Akhirnya aku punya ponakan juga" tawa Seto


Mereka pun sangat bahagia dan lalu meninggalkan Meyra agar Dia beristirahat lebih lama. Meyra memakan buah-buahan yang sudah dibawa keluarganya. Meyra menyantapnya terus menerus hingga Raka melihatnya ingin tertawa.


Meyra pun lalu beristirahat, dia menginap disini dan ditemani Raka. Raka yang selalu menciumnya karena bahagia. tertidur disamping Meyra dan menggenggam tangannya.


Pagi pun datang. Meyra yang sudah ingin turun dari ranjang rumah sakit tapi dilarang oleh Raka. Raka memperlakukan Meyra sangat baik dan tidak mengizinkannya untuk kemana-mana.


"Kamu harus beristirahat disini saja, aku juga tidak masuk kerja" balas Raka


"Aku bosan sayang, aku pengen jalan-jalan terus makan ice cream" Meyra yang membayangkan mulai mengeluarkan lidahnya seolah menginginkannya


"Kamu tidak boleh makan ice cream, kasian nanti bayi kita kedinginnan" Raka yang sangat khawatir


"Kamu ini, yang enggak lah sayang. Kalau kamu tidak percaya tanya saja dokter" Meyra yang tertawa melihat kelakuan Raka


"Aku panggil dokter dulu untuk meriksa kamu" Raka memencet tombol disamping ranjang Meyra


Kemudian Dokter dan suster datang untuk memeriksa keadaan Meyra. Membuka baju dibagian perut dan mengoleskan jely kemudian memeriksa kehamilan Meyra.


"Ini pak lihat dulu, Dia masih berbentuk janin yang kecil. Terlihat sangat sehat dan baik-baik saja" Dokter yang menjelaskan


"Apa aku boleh memakan kesukaanku?" Meyra yang bertanya


"Boleh selama tidak merasa sakit dibagian perut. Tapi jika untuk durian, nanas, soda tolong jauhkan dulu karna janin Bu Meyra masih sangat kecil" balas Dokter

__ADS_1


"Anda boleh pulang Bu Meyra, dan jaga kesehatan anda" lanjut suster dan membersihkan perut Meyra


"Terimakasih Dok, sus" balas Meyra


Akhirnya Meyra mulai bersiap-siap untuk pulang. Raka lalu membawanya kerumah untuk langsung beristirahat. Meyra yang hanya cemberut membuat Raka tersenyum sendiri.


Sesampainya dirumah Meyra lalu menuju kamar, dan mengganti pakaian. Disusul oleh Raka.


"Sayang, kamu kenapa sih?" tanya Raka


"Aku tuh bosan tau, kenapa kamu bawa aku pulang" Meyra masih cemberut


"Kamu ini sedang hamil, kasian anak kita kalau kecapean kamunya" Raka yang menegaskan


"Kamu ingin apa? biar aku yang menyiapkannya" lanjut Raka


"Aku ingin ice cream, martabak manis keju, sama burger ukuran besar" balas Meyra yang masih marah


"Baik tuan putri, saya laksanakan" mencium Meyra lalu pergi mencari keinginan Meyra


Meyra tersenyum saat melihat Raka dengan sigap mencari keinginannya. Raka menemukan burger dan ice cream. Dia terlihat sangat bingung harus mencari dimana martabak keju yang biasa ia temui pada malam hari. Raka mencari hingga keliling kota selama 1 jam dan menemukannya toko yang seperti cafe. Ketika semua yang diinginkan Meyra sudah ada kemudian Raka lalu mengemudikan mobilnya dan menuju rumah.


"Sayang, maafkan aku lama. Aku sudah menemukannya" Raka yang berlari menemui Meyra


"Kamu sedang tidur ya sayang" berbisik lalu menciumnya


Meyra yang tiba-tiba terbangun mencium makanan yang dia inginkan lalu memakannya.


"Terimakasih sayang sudah mencarinya. Maafkan aku yang minta aneh-aneh darimu" Meyra yang menyenderkan tubuhnya


"Iya sayang, itu juga anak aku" Raka tersenyum dan mengelus kepala Meyra


Meyra memakan hanya sedikit dan meletakkannya kembali.


"Kenapa kamu makan sedikit sayang?" Raka menatap Meyra


"Aku hanya ingin mencicipi saja, aku mau tidur lagi sayang" balas Meyra


"Ya sudah, kamu tidur saja sayang. Ku akan menyimpan ini didapur" Raka yang membawa makanannya


"Kamu saja yang makan sayang, aku ingin melihatmu" senyum Meyra

__ADS_1


Raka pun mengikuti mau Meyra dan memakan semuanya hingga Raka merasa sangat kenyang. Meyra lalu tertidur.


"Apa ini namanya ngidam?" gumam Raka tersenyum


__ADS_2