
setelah selesai mengantar lisa kerumahnya, meyra pun berangkat menuju tempat kerjanya. Dan selalu memikirkan apa yang tadi terjadi..
"meyra, kamu kenapa dari tadi senyum terus" sambil duduk didepan meyra
"ah tidak mba cuman lagi seneng aja" sambil berpaling
"gak mungkin cuma seneng, pasti kamu lagi jatuh cinta ya" menggoda meyra
"gak ko mba aku baru juga bertemu dengan dia" kemudian menutup mulutnya karna tidak sengaja berbicara
"itu namanya kamu jatuh cinta pada pandangan pertama" sambil menepuk bahu lisa
"masa mba nara? " sambil tersenyum
"iya bener, coba kamu hubungi dia mungkin aja jodoh"
"ya sudah kalau bertemu lagi" sambil tertawa
"jadi kamu belum punya no telponnya?" sambil menatap meyra
"belum mba, dianya buru-buru" sambil tersenyum
setelah pekerjaan hari ini selesai, meyra pun pulang dengan wajah senyum.
"meyra, kamu sudah makan belum?" melihat nya
"tadi sudah pah, kenapa pah" duduk disamping pak Handoko
"papah mau bicara" melihat meyra
"ada apa pah? bukan kah masalah perjodohan sudah selesai" tanya meyra bingung
"bukan masalah itu" menghela nafas " kamu bisa berhenti dari pekerjaanmu dan membantu papah menangani kantor?" menatap meyra
"tapi pah, meyra belum bisa. apalagi gak paham tentang semua itu" meyra kaget
"meyra kamu kan masuk jurusan managemen masa masalah ini kamu belum bisa, kamu udah dewasa harus bisa membantu papah" tegasnya
"tapi pah meyra betah ditempat kerja sekarang" meyra mulai sedih
"masa depan kamu sama adik kamu semuanya ada dikamu" menunjuk meyra
"maksud papah apa" tanya bungung
"meyra, papah sudah tua. kalau bukan kamu siapa lagi?"
"tapi kan ada seto pah" jawab meyra
__ADS_1
"meyra, adik kamu masih sekolah kamu cuman gantikan papah sebentar. setelah seto lulus dia yang gantikan" berbicara tegas
"ya sudah pah" agak kecewa
"sebelum kamu menikah, kamu pegang perusahaan papah.. Bantu papah " sambil berdiri meninggalkan meyra
meyra pun masuk kekamarnya, dengan lelah dia membaringkan badannya ke atas kasur. Merasa paling nyaman, tidak ada yang tau kelelahan dia selain kasurnya..
pagi hari meyra bangun dan bergegas ke ruang makan.
"kak, kenapa?" tanya seto melihat kakaknya lemas
"tidak seto, oh iya ini untuk kamu" memberikan bingkisan
"apa ini kak? " sambil membuka kado "wah ini bagus banget kak, buat seto?" melirik kakanya
"iya bawel, kakak lagi pengen membelikan itu padamu sebelum kakak nikah" berwajah sedih
"kok kakak sedih, semangat dong" sambil tersenyum
"meyra, kamu jangan lupa untuk berhenti bekerja disana" menatap meyra
"iya pah, hari ini terakhir meyra kerja disana" wajah sedih
"kakak kenapa berhenti, apa kakak gak suka disana?" tanya seto penasaran
"kakak semangat dong, jangan sedih gitu" menyemangati meyra
"iya makasih adikku ini" tersenyum lebar
meyra pun berangkat kekampus, berjalan sangat hati-hati agar buku yang dibawa tidak berjatuhan. Dan tidak sengaja meyra tertabrak orang yang kemarin dia temui.
"maaf, saya tidak sengaja" mengambil buku meyra yang ada dilantai
"tidak apa-apa ko" melihat wajah laki-laki itu "Eh bukannya kamu yang kemarin" Sambil menunjuk
"oh iya, meyra kan" tersenyum
"iya maaf ya soal kemarin, tapi kenapa kamu ada disini" tanya bingung
"aku mulai kuliah disini, aku pindahan dari Amerika" melihat wajah meyra
"oh gitu. kamu masuk jurusan apa? " tanya meyra
"Aku mengambil fakultas Hukum"
"wah keren itu" tersenyum
__ADS_1
"Oh iya bisa aku minta no handphone mu" mengeluarkan hp yang ada disaku Revan
"boleh, ini no nya" menyebutkan
"aku duluan ya, nanti aku hubungi" sambil berjalan menjauhi meyra
"wah, akhirnya bisa juga ketemu lagi" sambil tersenyum senang
meyra pun sampai kelasnya yang tidak jauh dari tempat kejadian.
"lisa, tau gak aku ketemu dia lagi" duduk sambil tersenyum
"masa meyra, ketemu dimana? " penasaran
"dikampus ini.."
"dia kuliah disini? " tanya lisa
"iya dia pindahan dari amerika, sumpah entah kenapa aku liat dia nyaman banget" memikirkan
"wah mungkin jodoh kamu" menepuk bahu meyra
"hmmz, aku kan sudah dijodohkan.. mana bisa aku kenal dia lebih dekat" mulai kecewa
"sabar meyra, mungkin nanti calon kamu lebih dari dia" menghibur
"semoga" sambil tertawa
ketika mereka berbincang datang dosen untuk mengajar. 3 jam kemudian kelas pun berakhir. meyra pun langsung pergi menuju tempat kerja untuk mengundurkan diri.
"mba nara, saya mau berhenti hari ini.. maaf ya kalau ada salah" bersedih
"memangnya kenapa mey, apa kamu sudah tidak betah lagi" memegang tangan meyra
"bukan itu, ini masalah papah aku yang ingin aku membantunya" sambil memeluk
"ya sudah kalau memang gitu.. setidaknya kamu bisa main-main kesini" mengusap punggung meyra
"makasih ya mba sudah baik sama aku selama ini" melepas pelukannya
"mba sudah anggap kamu adik. jadi jangan sungkan main kesini" tersenyum lebar
"siap mba"
MAAF YA KALAU KURANG BAGUS ..
CUKUP MEMBACA DAN COMEN SAJA KURANG APANYA ๐
__ADS_1
TERIMAKASIH