
Meyra yang hanya diam dirumah mulai bosan. Dia menginginkan untuk memiliki toko Kue agar bisa mempunyai pekerjaan disaat suaminya bekerja.
"Sayang, aku ingin mempunyai toko kue cake agar bisa mengisi waktu kosong. Apa boleh?" tanya Meyra
"Iya sayang kalau kamu mau silahkan saja, aku akan membantu untuk mengurusnya" balas Raka
"Kamu ingin dilokasi mana?" lanjut Raka
"Yang strategis aja sayang, gak apa-apa kecil juga yang penting ada kegiatan sayang" ucap Meyra
"Iya sayang, aku akan menelpon Roni. Termasuk pekerjanya aku akan menyuruh Roni untuk mencarinya" ucap Raka
"Terimakasih sayang" balas Meyra
Raka pun menghubungi Roni agar bisa mencarikan lokasi untuk toku kue Meyra beserta isinya.
1 bulan kemudian toko kue Meyra sudah siap dan rapih. Dia mulai merintis usahanya.
Meyra terlihat sangat gembira karna tempat usahanya bisa disebut mewah, toku kue yang besar beserta ruangan kantor yang luas untuk Meyra, dapur yang bersih dan juga indah.
"Sayang, terimakasih untuk tokonya" Ucap Meyra memeluk Raka
"Aku ingin kamu lebih nyaman ditempat ini, ruangan yang luas untuk kamu berinspirasi" Raka mencium atas kepala Meyra
"Ini terlalu bagus sayang, aku takut nanti modalnya tidak kembali" Meyra melepaskan dan menatap Raka sedih
"Tidak usah memikirkan dulu, jalani dulu jika kamu nyaman aku akan lebih bahagia" balas Raka
"Iya sayang, aku nyaman disini" ucap Meyra
Meyra kemudian memulai usahanya, mempromosikan kue cake. Beberapa orang datang untuk membeli dan memesan kue cake tersebut. Ada beberapa teman kuliahnya dulu bahkan teman sekolahnya.
"Hai, Lisa kamu datang juga" Meyra lalu memeluk
"Iya aku kangen sama kamu, bagaimana kamu sudah hamil?" tanya Lisa mulai melepaskan pelukannya
"Belum Lisa, oh iya kamu mau kue apa? silahkan ambil saja" Meyra lalu menunjukan kue yang berjajar dietalase besar dan terlihat indah
"Aku membeli kue untuk ibuku dan aku akan memesan kue pernikahanku nanti, dan ketika aku dengar kamu sudah memiliki toko kue sendiri aku langsung kemari" balas Lisa
"Wah, tante sedang ulangtahun ya. Kamu mau yang mana?" balas Meyra tersenyum
"Aku mau ini saja, dibungkus ya. Lalu ini makan disini saja" menunjuk kue tersebut
"Iya aku juga masih ingin bicara padamu" Meyra yang lalu menarik tangan Lisa menuju meja makan kecil
"Kamu akan menikah dengan siapa? kan selama kuliah kamu tidak mempunyai kekasih" lanjut Meyra
"Aku menikah dengan mantanku dulu, dia kembali dan ingin menikahiku. Dia bekerja diluar negri hanya untuk bisa membahagiakanku" balas Lisa
"Wah, bagus dong. Kapan kamu akan menikah?" Meyra penasaran
__ADS_1
"Tadinya aku akan memberikan undangan padamu nanti akhir pekan. Tapi karna aku sudah memesan kue jadi aku kasih kabar sekarang saja. Aku akan menikah 2 minggu lagi" senyum Lisa
"Aku sangat senang, semoga pernikahanmu bahagia dan lancar" Meyra menggenggam tangan Lisa
Mereka berbicara begitu lama, tiba-tiba seseorang datang menghampiri Meyra.
"Meyra, apa kabar?" seseorang terlihat sangat gagah
"Kak Miko, kakak ko disini?" Meyra bertanya
"Aku kan sudah pulang, lalu mengurus pekerjaan disini" balas Miko
"Oh iya kak, mau pesan apa? tinggal pilih saja, dan sudah ada pelayan disana" menunjuk
"Aku ingin dilayani olehmu, aku kan pembeli" Miko yang mencoba menggoda
"Siapa dia Meyra?" tanya Lisa
"Dia kakak kelasku disaat masih sekolah SMA" balas Meyra berjalan menuju etalase
"Silahkan pilih yang mana, aku tidak bisa lama kak. Ada temanku" lanjut Meyra
"Aku juga temanmu, apa kamu lupa" ucap Miko
Lalu Miko memilih kue dan pergi meninggalkan toko Meyra. Miko yang begitu masih mencintai Meyra walaupun Meyra tidak pernah membalas cintanya. Setelah lulus Miko pergi meninggalkan indonesia untuk melanjutkan kuliah dan berusaha melupakan Meyra tapi tetap saja rasa itu tidak pernah berubah.
Lisa akhirnya pulang. Meyra lalu masuk kedalam ruangannya. Melihat sistem kerja bahkan melihat keuangan dikomputer.
Raka datang untuk menemui istrinya itu.
"Sayang, sudah mulai sore. Kita pulang bersama saja" Raka yang masuk secara tiba-tiba
"Iya, pekerjaanku juga sudah selesai sayang" kemudian merapihkan mejanya dan bergegas mendekati Raka
"Kamu sudah makan?" tanya Raka
" Belum sayang kita makan d restauran itu saja" menunjuk restauran yang berada disebrang toko kue Meyra
"Iya sayang, ayo" Raka langsung menggenggam tangan Meyra dan mulai berjalan menyebrangi jalan lalu masuk kedalam restauran
"Kamu mau makan apa sayang" tanya Raka yang mulai duduk
"Aku steak beef dan minuman orange jus" balas Meyra
"Samakan saja" ucap Raka kepada pelayan
Pelayan tersebut pergi, 20 menit makanan sudah siap lalu diantarkan kemeja Meyra dan Raka.
Mereka menikmati makanannya sambil sesekali memandang. Meyra yang terlihat sangat kenyang lalu ingin menambah makanannya. 1 buah ice cream ukuran besar, dan 1 snack coklat ukuran sedang. Meyra memakan hingga abis tanpa sisa. Raka yang melihat sangat aneh, kenapa Meyra memakan sebanyak ini.
Mereka pun lalu pulang dan berisitirahat. Pekerjaan membuat Meyra lelah dan sering tidur awal. Raka yang selalu menggoda tidak pernah didengar Meyra.
__ADS_1
Hari demi hari Meyra terlihat agak gemuk, pipi yang mulai melebar. pinggul yang terlihat besar membuat Raka semakin ingin melakukannya. Tapi Meyra selalu menolak.
Ketika disaat pesanan begitu padat, Meyra membantu didapur dan melayani pembeli. Jam istirahat tiba, Meyra terlihat sangat pucat dan lemas yang berbaring disofa dalam ruangannya. Raka yang berniat untuk datang menemui Meyra lalu melihat keadaan Meyra yang sedang lemas.
"Sayang, kamu kenapa?" ucap Raka lalu mendekati Meyra
"Aku cuman kelelahan saja sayang, pesanan yang banyak bahkan pembeli yang semakin hari semakin banyak" balas Meyra
"Kita kerumah sakit saja ya sayang" ucap Raka menggendong Meyra
"Tidak usah sayang, aku hanya lelah saja butuh istirahat saja. Turunkan saja aku" Meyra yang menolak
"Jangan menolak, ini untuk kebaikanmu. Atau aku tutup saja tokomu ini yang membuat kamu seperti ini" ucap Raka mulai marah
"Iya aku menurut" Meyra terdiam
Raka yang menggendong Meyra dari ruangannya hingga menuju mobil membuat semua tertuju pada mereka. Mereka mencemaskan keadaan Meyra yang tidak biasanya.
Raka lalu bergegas membawa Meyra menuju Rumah sakit terdekat. Lalu menggendong menuju ruang UGD
"Dokter, suster tolong istri saya" Raka berlari dan berteriak
Kemudian dokter dan suster datang untuk meriksa keadaan Meyra yang terlihat sangat lemas.
"Suster siapkan ruangan untuk merawat ibu Meyra" ucap Dokter
"Ruangan VVIP saja sus" lanjut Raka
Raka yang mulai khawatir membuat Raka kebingungan. Meyra terlihat sedang beristirahat setelah dipindahkan keruangannya.
"Pak, saya akan bicara. Tolong keruangan saya" ucap Dokter melangkah menuju ruangannya
"Bu Meyra tidak boleh terlalu capek pak. Dia harus bedrest tidak boleh kecapean" ucap dokter lalu yang sedang membuka berkas
"Istri saya kenapa dok? apa dia sedang sakit?" Raka mulai panik
"Apa pak.. "
"Saya Raka dok" potong Raka
"Istri Pak Raka sedang mengandung, sudah memasuki 5 minggu" memberikan foto usg dan keterangan
"Apa Dok, Meyra hamil" mulai senang
"Iya pak, jadi tolong jaga istri Pak Raka. Jangan terlalu capek, karna kehamilannya masih rentan" balas Dokter
"Terimakasih Dok, saya akan menjaga Meyra dan anak saya" Raka yang sangat senang
"Sama-sama Pak" balas Dokter
Raka lalu menuju ruangan Meyra yang sedang dirawat. Raka terlihat sangat senang dan ingin menyampaikan kabar gembira pada istrinya.
__ADS_1