
Perusahaan Raka yang terbakar akhirnya bisa beroperasi seperti semula. Cabang perusahaan disetiap kota pun berjalan baik. Bahkan Cabang toko kue Meyra berjalan dengan baik dan mempunyai banyak konsumen.
Hari-hari dilewati oleh pasangan suami istri yang sedang dimabuk cinta. Walaupun Meyra sedang mengandung tapi hubungan mereka lebih harmonis.
"Pacaran setelah menikah itu indah ya" ucap Raka
"Iya sayang, aku tidak berpikir kalau pernikahan ini akan berlanjut dan aku mencintaimu" balas Meyra menyenderkan kepalanya kepada bahu Raka
"Iya sayang, aku pun mencintaimu.. Bahkan sangat mencintaimu" ucap Raka mencium kening Meyra
Udara yang sangat sejuk membuat sepasang kekasih itu merasa sangat nyaman. Diatap rumah yang terdapat tanaman yang indah dan ditemani teh hangat beserta cemilan banyak.
****
2 bulan berlalu Meyra percaya akan cinta Raka yang selama ini diperjuangkannya. Bahkan Raka menyampingkan pekerjaan dari pada Meyra. Meyra jadi yang utama selama ini.
Laura yang melihat Raka semakin mencintai Meyra menyadari jika Raka tidak akan pernah menerima cintanya. Berkali-kali Laura berusaha merebut hatinya tapi tetap semua yang dilakukan Laura tidak ada artinya untuk Raka. Laura memutuskan untuk kembali ke jerman dan memilih menetap disana.
Kandungan Meyra sudah berjalan 9 bulan. Semua barang yang diperlukan untuk bayi kembarnya sudah terpenuhi. Dari mulai kamar tidur yang luas dengan dekorasi sangat lucu, bok bayi yang berukuran jumbo, pakaian bayi hingga semua keperluan bayi. Bahkan keperluan Meyra untuk melahirkan.
Jadwal Chek up yang selalu rutin bahkan setelah menginjak 8 bulan jadwalnya 1 minggu sekali. Karena kandungan bayi kembar bahkan karena perut yang semakin membesar.
Mamah mertuanya pun ikut menginap dirumah Raka. Takut jika suatu saat merasa mulas bahkan ketuban rembes akan lebih tahu.
Raka bekerja jika menurutnya sangat penting, tapi jika Roni kepercayaan Raka bisa handel akan lebih mudah.
Raka sudah menyelesaikan sebagian pekerjaannya dan kembali menuju rumah.
"Sayang.. Bagaimana keadaanmu dan bayi kita" ucap Raka yang baru saja tiba lalu mencium Meyra dan mengelus perut Meyra
"Baik ko sayang, kita kan baru pagi berpisah sudah nanya saja. Kamu sudah makan?" Meyra memeluk suaminya
"Sudah sayang, Aku sangat rindu padamu" Cium bibir Meyra
"Kamu mandi sana, aku masih sibuk melihat-lihat baju bayi kita" ucap Meyra yang sibuk dengan melihat-lihat baju bayi
"Nanti kalau anak-anak kita sudah lahir, aku ingin menambah lagi" Ucap Raka tersenyum
"Tidak.. Nanti saja kalau anak kita sudah besar dan juga sudah sekolah" balas Meyra menatap Raka tajam
__ADS_1
"Iya.. Tapi jika sudah dikasih tidak apa-apakan sayang" Canda Raka dan melihat wajah istrinya yang terlihat kesal
"Tidak.. Kalau begitu secepat mungkin aku KB" balas Meyra
"Hahahaa.. Lucu kalau kamu sedang marah. Tapi jangan marah benaran apalagi kalau sedang cemburu, bisa mati akunya" ucap Raka tertawa dan berlari menuju kamar mandi
"Dasar.." melempar bantal kecil kepada Raka tapi dia sudah masuk kedalam kamar mandi.
Meyra hanya tersenyum melihat suaminya. Yang bisanya jutek bahkan sangat dingin. Berubah menjadi laki-laki yang humoris dengan istrinya bahkan keluarganya.
Tiba-tiba suara ketokan pintu.
Tok..Tok..Tok..
"Iya sebentar.." Meyra berjalan menuju pintu dan membukanya
"Mah, ada apa?" lanjut Meyra
"Raka sudah pulang?" tanya mamah Raka
"Sudah mah, ada apa memangnya? mamah mau bertemu Raka. Biar aku panggilkan" ucap Meyra
"Masak apa mah? Aku mau" ucap Meyra menggandeng tangan mamah Raka
"Ya sudah ayo, mamah sudah siapkan banyak makanan. Kamu kan bentar lagi melahirkan jadi harus lebih banyak nutrisi dan tenaga" balas Mamah Raka
Mereka tiba diruang keluarga. Menonton film dan makan cemilan bahkan minum jus yang sudah disiapkan mamah Raka.
Raka yang selesai mandi bingung karena Meyra sudah tidak ada dikamar. Dia lalu menuruni anak tangga dan mencari Meyra. Raka melihat Meyra dan mamahnya yang sibuk bercanda seolah bukan seperti mertua dengan menantu.
"Wahh.. Kalian asik banget" ucap Raka mendekati dan dudul disamping Meyra
"Kamu sudah makan?" ucap mamah Raka
"Sudah mah, wah cemilan banyak banget" Raka lalu mengambil cemilan yang berada disebuah toples
"Ini buat aku tau.." ucap Meyra dengan bola mata menatap tajam kepada Raka
"Aku juga mau, ini kan mamah aku" balas Raka menunjuk mamahnya
__ADS_1
"Iya tapi.." ucap Meyra tapi terpotong pembicaraannya
"Sudah.. Sudah.. Kalian itu berantem saja, ini semua makan saja untuk kalian" ucap mamah Raka
"Bentar lagi kan kalian jadi orangtua, jangan selalu kayak gini. Yang ada kalian malah berantem dan lupa sama anak" lanjut mamah Raka
"Hahaha.. Iya mamah sayang, aku hanya bercanda saja" balas Raka
"Sayang, kamu makin gendut" lanjut Raka menatap istrinya
"Sudah tau aku makin gendut, ini kan semua karena aku mengandung anakmu" balas Meyra kesal
"Tapi tetap cantik" Raka mencium pipi Meyra
"Sayang.. Malu ah.. Ada mamah" balas Meyra
"Tadi berantem, sekarang romantis.. Haduh anak jaman sekarang, mamah kekamar aja ah" ucap mamah Raka berjalan menuju kamarnya
"Sayang, kita kekamar yuk" ucap Raka menggoda Meyra
"Nanti aja, aku lagi nonton film" balas Meyra
"Kan bisa dikamar sayang" ucap Raka semakin mendekati
"Kamu memang mau apa dikamar?" balas Meyra
"Biasa sayang.." ucap Raka dengan senyum licik
"Tidak.. Aku kan semakin besar perutnya, aku tidak nyaman" balas Meyra ketus
"Tapi kata dokter harus sering melakukannya sayang, biar anak kita cari jalan" ucap Raka
"Itu maunya kamu.. Enggak pokoknya" balas Meyra
Raka yang sudah menggoda tetap saja Meyra tidak mau. Bahkan Meyra asik menonton film dan makan cemilan.
Waktu menunjukan sore, mereka berdua berjalan-jalan sore ditaman sekitar komplek. Agar Meyra bisa melahirkan normal. Karena memang kemungkinan kecil jika harus melahirkan normal. Tapi Meyra tetap berusaha agar bisa melahirkan tanpa dioperasi.
Setiap pagi dan sore Meyra selalu berolahraga, jalan kaki tanpa memakai alas kaki. Selalu ditemani suami tercintanya sebelum berangkat kerja dan sepulang kerja. Bahkan Raka sangat senang menemani Meyra untuk berolahraga karena akan lebih sehat bagi Meyra dan bayi mereka.
__ADS_1