Perjodohan Dan Kebahagiaan

Perjodohan Dan Kebahagiaan
6 pertemanan


__ADS_3

meyra pun selesai berdandan lalu menuju mobil yang ada diparkiran rumahnya. Dengan senang dia lupa melihat papahnya didepan tv.


"meyra, mau kemana kamu" sambil berdiri


"eh ada papah" tersenyum " aku mau ketemu teman pah" mendekati pak Handoko


"ya sudah, tapi jangan malam-malam pulangnya" tersenyum


"siap pah" mencium tangan papahnya..


meyra pun meninggalkan papahnya langsung menuju mobil yang didepan.. mulai menyalakan mobil dan melajukannya depan kecepatan sedang..


"entah kenapa aku senang bertemu Revan" sesekali bercermin "aku udah cantikkan" tersenyum


sesampai disebuah cafe meyra pun menuju meja yang sudah dipesan Revan dan menunggu revan.


"maaf aku telat ya" Revan sambil duduk


"ah tidak ko, aku saja baru sampai" tersenyum


"kamu sudah pesan, ah belum pesan aku nunggu kamu" membuka buku menu


"ya sudah pilih saja biar aku yang bayar" tersenyum menatap meyra


mereka pun berbicara sambil memakan pesanan masing-masing.


"besok aku jemput kamu ya" tanya Revan


"jemput kemana? " tanya bingung


"kamu ini ko lucu" tersenyum senang " Besokkan kamu ada kuliah" menatap meyra


"oh iya aku lupa, ko kamu bisa tahu"


"ya aku pernah liat jadwal kelas mu" sambil menatap


"ah tidak usah, aku selalu sibuk jadi harus membawa mobil kemana pun" padahal mau tapi karna ada papahnya yang ada nanti bakal marah


meyra pun selesai makan berdua bersama revan, lalu dia pulang dan memasuki mobil. sesampai dirumah meyra pun berbincang dengan papahnya


"meyra, kamu jangan terlalu capek sebentar lagi kamu kan tunangan" menatap meyra


"iya pah, tapi kenapa harus secepat ini? " tanya bingung

__ADS_1


"kamu seharusnya sudah dikenalkan dari dulu sebelum mamah meninggal, tapi karna sekarang kamu mau ya sudah" menghela nafas " apalagi mereka suka sama kamu jadi mereka ingin secepatnya"


"tapi pah meyra kan masih kuliah, apa gak mikir kalau kuliah meyra terganggu" sambil menatap


"kuliah kamu tinggal semester akhir, apa yang terganggu menikah sama saja kaya sebelum menikah"


"iya pah, tapi gak mungkin kan dadakan gini"


"apa yang kamu pikirkan ?" menatap meyra


"aku takut kalau dia bukan jodoh aku" wajah sedih


"papah sudah kenal dengan Raka, kamu tidak akan sakit hati atau kecewa" mendekati meyra


"tapi pah dia sangat dingin"


"Dia memang seperti itu, tapi kalau kamu sudah kenal dia, kamu gak akan kecewa"


" iya pah, meyra ke kamar ya pengen tidur" berdiri lalu menuju kamar


meyra setelah dari kamar mandi langsung tidur diatas kasur dan mulai memejamkan mata. Dan entah kenapa dia melihat Raka sedang menangis, meyra pun mendekatinya..


"Raka kamu kenapa?" menatapnya


"tapi Raka, aku hanya ingin membantumu" senyum


"baiklah, bantu aku pergi dari sini" dengan wajah sedih


tiba-tiba meyra bangun dan mulai memikirkan mimpi apa ini..


meyra melihat jam sudah mulai jam 5 pagi dia pun langsung menuju kamar mandi dan bersiap untuk kuliah.


meyra pun menuruni tangga dan ketempat makan..


"meyra besok kamu ke butik ya" sambil menatap


"memangnya mau apa pah" tanya bingung


"besok kan kamu harus fitting baju buat tunangan sekalian buat pernikahan kamu"


"kenapa secepat ini pah" menghela nafas


"sudah kamu nurut saja" tegas papahnya

__ADS_1


meyra pun berjalan menuju mobil. Dia terdiam sejenak memikirkan apa yang telah terjadi kepada dia..


"apa yang harus aku lakukan" mulai sedih


"aku bahkan tidak mencintai laki-laki itu" meneteskan air mata " bahkan laki-laki itu tidak mau mendekati aku, dia pergi begitu saja tanpa bicara baik padaku"


meyra pun mulai melajukan mobilnya.. berusaha baik-baik saja didepan temannya..


sesampai dikampus menuju ruang kelas.. tiba-tiba suara Revan terdengar


"hai meyra, sudah sarapan belum" memegang tangan meyra


"sudah tadi, maaf revan aku sudah mau menikah jadi tolong jaga sikapmu" berbicara sambil menunduk


"apa ko kamu baru bilang, padahal aku ingin berusaha untuk mendapatkan hati kamu" menatap meyra


"kita cukup berteman saja ya, itu akan membuatku lebih bahagia" senyum meyra


"senyum mu itu tidak tulus, apa kamu baik-baik saja" menatap sambil memgang ujung bahu meyra


"aku baik-baik saja" mulai menunduk


"jika kamu tidak mencintainya jangan menikahinya, aku menyukaimu" memegang dagu meyra agar bisa menatap revan


"sudah lah revan, semua akan baik-baik saja.. aku pergi kekelas dulu" meyra pun berlari tidak sadar dia meneteskan air mata


sesampai dikelas. disitu sudah ada lisa..


"kamu kenapa ko matamu berair, kamu nangis? " menatap


"tidak lisa, aku cuma kelilipan saja" membersihkan sisa air matanya


"bagaimana pernikahanmu?" tanya penasaran


"akhir pekan ini aku akan tunangan dengan dia, dan 2 minggu kemudian akan menikah" sambil tertunduk


"apa gak terlalu cepat" kaget lisa


"ini yang terbaik untuk aku lisa, mungkin udah jalan aku seperti ini" menatap lisa sedih


"sudah jangan sedih, ada aku disini" sambil memeluk


lisa pun selalu ada untuk meyra.. Mereka selalu bersama semenjak pertama masuk SMA dan sampai saat ini hubungan mereka baik.. meyra pun mencurahkan isi hatinya hingga menangis di pelukan lisa..

__ADS_1


__ADS_2