Perjodohan Dan Kebahagiaan

Perjodohan Dan Kebahagiaan
11 Masalalu


__ADS_3

keesokan harinya, hari yang cerah.. Meyra terbangun lalu mandi dan bergegas pergi menuju ruang makan..


"maaf mah, ada yang bisa Meyra bantu" mendekat Bu Lena


"tidak sayang, semuanya sudah beres" menatap bingung "ko kamu sudah bangun, bukannya malam pertama kalian"


"ah, iya mah.. semalam kita ketiduran jadi aku pun bangun lebih pagi" tersenyum


"ya sudah, hari ini kamu ada kegiatan tidak" menggenggam tangan Meyra


"aku akan kuliah mah, setelah pulang biasanya langsung ke kantor untuk bekerja"


"kalau kuliah mamah izinkan, tapi bekerja mamah kurang setuju"


"Memang kenapa mah?" tanya bingung


"ah tidak apa-apa sebaiknya kamu dirumah saja.. kan kamu sudah menjadi istri Raka" tersenyum senang


"ya sudah mah, aku keatas dulu.. Mau siap-siap dan menyiapkan keperluan Raka" lalu pergi menuju kamar Raka


Raka pun sudah bangun dia berada dikamar mandi. Meyra menyiapkan pakaian Dasi dan keperluan lainnya.. Meyra pun sudah siap untuk berangkat kuliah..


Tiba-tiba Raka keluar dengan memakai handuk.


"kamu mau kemana? " mendekati Meyra


"aku mau kuliah, jadi sekarang aku mau berangkat"


"suruh siapa kamu pergi meninggalkan rumah ini" menatap tajam


"aku kan harus kuliah, apalagi semester akhir" tegas Meyra


"aku sudah minta cuti, mereka semua tau kamu akan menikah jadi kamu diizinkan Cuti selama seminggu" sambil memakai baju dan Dasi


"ah, kenapa tidak bilang dulu" mulai geram


"aku tidak perlu menunggu persetujuan darimu" menatap tajam "lakukan tugasmu sebagai istri"


"apa yang harus aku lakukan?" tanya bingung

__ADS_1


"layanin aku sebagai suamimu" tersenyum


"appaaa? " teriak Meyra


"apa yang kamu pikirkan Haaa, bantu aku memakaikan dasi"


"oh iya maaf" mendekati lalu membantu memasangkan dasi


Mereka pun turun menuju ruang makan..


"kamu tidak jadi kuliah sayang" menatap Meyra yang hanya pakai baju biasa


"tidak jadi mah, aku sudah meminta cuti" tersenyum


"sukurlah, bantu mamah saja dirumah membuat kue" tersenyum senang


"mamah suka bikin kue? " senyum Meyra


"iya sayang, untuk ngemil saja dirumah" tertawa kecil


"oh iya mah, aku akan bantu"


"tapi temani mamah dulu belanja keperluannya ya, sekalian kita ke mall membeli sesuatu" senyum nya


Mereka pun sarapan.. lalu Meyra dan bu Lena pergi menuju Mall.. Tapi sebelum pergi Meyra pun mengganti pakaian yang rapih..


"aku berangkat dulu, Mah,pah" Raka sambil menunduk


"Raka, apa kamu lupa sama istri kamu" tatapan Bu Lena


"aku pergi dulu Meyra" mencium kening


"haa.. " kaget Meyra


"kenapa Meyra, kamu belum terbiasa ya" goda mamah mertuanya


"iya hati-hati Raka" menundukan kepala sambil berdiri


Raka pun berangkat menuju perusahaannya. Dan berjalan dengan sangat gagah menuju ruangan kantornya. seketika itu Roni memanggil..

__ADS_1


"Tuan muda, maaf Raisa ingin bertemu dengan anda" mendekati lalu menundukan kepala


"mau apa dia kesini, aku tidak mau bertemu dengannya" kesal Raka sambil berjalan


"tapi tuan muda dia sudah berada diruangan anda, dan memaksa masuk" mengikuti Raka


"baik, biar saya yang bicara" membuka pintu ruangan Raka..


"wah, ada apa anda kesini" sambil tersenyum


"Raka apa aku tidak berarti untukmu" mendekati Raka, apa kamu tidak ingat disaat Clarisa meninggalkanmu. Aku selalu ada disampingmu" memeluk tangan Raka


"kamu tidak ada artinya untukku, saya tidak meminta anda selalu ada didekatku" melepaskan tangan Raisa


"aku mencintaimu, lebih dari Clarisa" menatap Raka lalu memeluk


"lepas aku, apa kamu tidak tahu malu" mendorong tubuh Raisa "aku sudah menikah, jadi kamu jangan mengganggu hidupku" teriak Raka


"apa sedikit pun kamu tidak menyukaiku?" menatap sedih


"apa kamu tidak sadar? aku menganggap kamu temanku karna kamu sahabat Clarisa" menghela nafas "dan aku tidak ingin memikirkan tentang dia lagi, aku harap kamu tutup rapat tentang Clarisa.. aku tidak ingin istriku mengetahui masalaluku" menjauhi Raisa lalu berjalan keluar ruangan menuju toilet


Raka pun mulai merasa sedih dan kecewa jika selalu mengingat hal yang begitu menyakitkan.. jika dia mendengar Clarisa dia begitu murka..


Raka memang sangat mencintai Clarisa selama 3 tahun, tapi semuanya rusak karna kelakuan Clarisa..


Raka berusaha menutup rapat tentang Clarisa dan tidak mau memikirkannya. semua keluarga pun sudah sepakat tidak akan membuka rahasia yang begitu menyakitkan untuk Raka..


Meyra dan Bu Lena menuju mall. Mereka pun menuruni mobil lalu menuju kesebuah supermarket..


"wah banyak banget mah kita belanjanya" melihat mertuanya yang mengambil bahan kue dan makanan.


"iya semua ini untuk keperluan kamu juga" sambil tersenyum


"kenapa mamah sangat peduli denganku" menatap lalu menyenderkan kepalanya ke bahu Bu Lena


"mamah sangat ingin mempunyai anak perempuan seperti kamu" Mengelus rambut Meyra "mamah pernah keguguran disaat hamil 6 bulan dan jenis kelaminnya perempuan" mulai sedih


"maafin Meyra mah membuat mamah sedih" lalu memeluk Bu Lena

__ADS_1


"ah tidak Meyra, mungkin tuhan menggantikanmu yang lebih baik" tersenyum senang


Mereka pun berbelanja hingga lupa waktu.. karna Bu Lena sangat menyayangi Meyra, hingga memanjakannya..


__ADS_2