
Meyra menonton selama 1 jam dengan asiknya. Raka pun lalu mendekatinya. Dan menggendong Meyra, lalu menidurkannya dikasur.
"Sayang, aku ingin sesuatu darimu" mendekatkan wajahnya hingga saling menatap
"Apa tidak nanti saja" sahut Meyra
"Sayang, malam ini kan terakhir kita disini. Apa kamu tidak berpikir bulan madu sekalian" Raka yang mencoba mencium
"Ya sudah, aku ganti baju dulu" mendorong Raka dengan pelan lalu beranjak dari tempat tidur
"Tidak usah, lepas saja disini. Aku sudah menunggu" bisiknya lalu memeluk pinggang Meyra dengan kedua tangan Raka
"Sayang, aku malu" senyum Meyra ditambah wajah yang memerah
"Kenapa harus malu, ini kan bulan madu kita" mendekati wajah Meyra
"Apa aku saja yang melepaskannya" lanjut Raka
"Biar aku saja sayang, tapi aku kekamar mandi dulu" lalu melepaskan tangan Raka lalu berlari menuju kamar mandi
Raka yang melihat tingkah laku Meyra sambil tertawa kecil. Meyra kemudian membuka bajunya dan menutupi tubuhnya dengan handuk kemudian keluar.
"Sayang" panggil Meyra
"Kamu sudah siap" tersenyum sambil melepaskan kancing dikemejanya
"Aku masih malu" senyumnya sambil menutup tubuhnya dengan tangan
"Sudahlah, kemari" menarik tangan Meyra lalu membuka handuk dengan perlahan
Raka yang sudah tidak sabar melakukan aksinya. Dengan sangat senang Raka melakukannya dan Meyra hanya diam. Meyra yang tadinya merasa malu tiba-tiba dia mulai menikmatinya. Mungkin berpikir ini malam bulan madunya.
Malam pun berlalu, matahari sudah mulai muncul. Raka dan Meyra sudah bersiap-siap untuk menuju bandara. Raka yang terlihat selalu tersenyum melihat Meyra. Mungkin Raka sudah mulai menyukainya bahkan mencintainya.
Raka dan Meyra mulai melakukan perjalan dipesawat, melihat keindahan yang berada disana. Pandangan yang begitu menakjubkan. Mereka terlihat sangat bahagia.
Mereka akhirnya sampai diindonesia, lalu menumpangi mobil yang sudah dari tadi menunggu mereka. Meyra terlihat lelah kemudian tertidur dipundak Raka. Raka tidak hentinya menatap Meyra, karna dia sangat beruntung sudah menikahi wanita seperti Meyra.
Ketika sesampai dirumah, Raka menggendong Meyra yang masih tertidur karna terlihat lelah. membawa Meyra menuju kamar mereka. Membaringkannya kemudian menatap dan mencium kening Meyra.
"Aku sangat beruntung memiliki kamu, jangan pernah kamu mengkhianatiku" menatap Meyra yang masih tertidur
Kemudian Raka mandi dan bergegas menuju bawah untuk bertemu mamahnya.
"Mah, aku sangat mencintai Meyra" berbisik
__ADS_1
"Mamah sudah tau kalau kamu akan mencintai dia, mamah ingin kamu selalu bahagiakan dia" senyum mamah Raka
"mamah tinggal menunggu cucu saja" tertawa kecil
"Siap mah, nanti Raka berusaha untuk bikin cucu buat mamah" candanya
"Kamu ini, udah kaya bikin kue saja" tawa mamahnya
"Ada apa kalian ini, tertawa senang" Papah Raka mendekat
"Bagaimana Raka perusahaan kita diamerika? apa sudah selesai" lanjut papah Raka
"Sudah pah, cuma masalah kecil. Mereka tidak bisa mengurusnya, jadi Raka yang turun tangan" tertawa kecil
"Kamu ini sudah dewasa tapi masih seperti anak-anak" balas papahnya
"Nanti juga akan ada anak kecil pah disini" senyum mamah Raka
"Meyra sudah hamil? " tanya papahnya
"Mamah ini, baru Raka bicara sudah bilang ke papah" melihat mamahnya
"Belum pah, semoga aja Meyra cepet mengandung" balas Raka
Mereka pun asik berbicara karna selama ini jarang sekali untuk berkumpul. Tapi Revan yang sibuk dengan kuliahnya memilih menghabiskan waktu diluar rumah bersama temannya atau berada dikamar.
Meyra yang sudah terbangun, melihat sekeliling.
"Kenapa aku sudah dikamar" bingungnya
"Apa Raka yang memindahkanku, lalu dia kemana?" tanya penasaran Meyra
Lalu Meyra memilih untuk mandi karna waktu sudah mulai petang. Meyra yang sudah terlihat rapih lalu menuruni tangga. Raka yang mendengar lalu mendekati Meyra.
"Kamu sudah bangun sayang, maaf aku meninggalkanmu" menggandeng tangan Meyra
"Iya, maaf aku tertidur" balas Meyra dan berjalan menuju ruang keluarga
"Mah, pah selamat sore" tersenyum lalu duduk
"Selamat sore sayang, bagaimana bulan madumu" tersenyum
"Kemarin aku menemani Raka saja mah" jawab Meyra yang terlihat malu
"Sudahlah sayang, mamah tau ko.. Mamah sudah gak sabar kamu cepat mengandung" balas mamah Raka
__ADS_1
"Tapi mah Meyra masih kuliah mah" Ucap Meyra
"Kamu kuliah kan akhir semester sayang, jadi tidak masalah" Raka membalas Meyra
"Iya bener kata Raka, papah juga sudah gak sabar"
"Iya mah pah. Doakan saja ya, semoga cepat mengandung" Ucap Meyra
Mereka pun melanjutkan makan malam bersama. Revan yang melihat Meyra tersenyum lebar sudah tidak mempermasalahkannya. Revan ikut senang karna Raka memperlakukan Meyra penuh kasih sayang.
Waktu berlalu, hari demi hari Meyra dan Raka saling mencintai. Raka berusaha melakukan Meyra dan memberikan waktu semampunya. Raka akan takut kehilangan membuat Raka menjaga Meyra penuh kasih sayang.
Tiap hari Raka selalu mengantar jemput Meyra kuliah. Hingga wisuda pun Raka datang dan terlihat sangat tampan. Raka selalu menemani Meyra kemana pun dan tidak mengizinkan pergi sendiri.
Meyra yang terlihat sangat bahagia dengan perlakuan Raka membuat dia sangat mencintai suaminya.
Pada saat hari ulang tahun Meyra, Raka sudah mempersiapkan hadiah yang sangat istimewa. Raka membuat pesta yang sangat indah dan mewah. Untuk membuktikan betapa Raka sangat mencintai Meyra.
"Sayang, terimakasih sudah memberikan aku pesta yang sangat indah. Tapi seharusnya kamu tidak perlu repot" Ucap Meyra yang sambil memeluk Raka
"Ini hanya sebagian kecil untukmu sayang, nanti akan ada kado istimewa untukmu sayang" peluk erat Raka lalu mencium kening Meyra
Tamu yang melihat kemesraan mereka sangat menyukainya, tapi Raisa yang sudah tiba disana melihat Raka dan Meyra membuat Raisa sangat tidak suka dan berusaha merusak pesta tersebut.
Dengan cara licik Meyra memberikan obat sakit perut kedalam minuman yang sangat besar untuk para tamu.
"Lihat saja, pesta ini akan rusak. Kamu Raka sudah menyakitiku" gumam Raisa
Ketika mereka mulai meminum Raisa yang melihat itu tapi tidak ada reaksinya. Raisa yang menatap itu merasa kesal.
"Mengapa tidak ada reaksi" ucap Raisa kesal
"Nona Raisa, tolong anda jaga sikap diacara nona Meyra" tegas Roni
"Apa aku akan laporkan anda ke polisi" lanjut Roni
"Aku tidak melakukan apapun" balas Raisa
"Saya sudah memasang CCTV disemua area, dan aksi anda sudah kami rekam" Ucap Roni yang sangat keras
"Baiklah, saya akan pergi.. jangan laporkan saya kepolisi" Raisa yang terlihat ketakutan
"Baik, asal anda jaga sikap kepada Tuan muda dan Nona saya" tersenyum
Lalu Raisa segera bergegas meninggalkan pesta. Setelah kejadian itu Raisa tidak mengganggu Raka dan Meyra
__ADS_1