
Setelah makan Meyra dan Raka pulang dengan melajukan mobil. Meyra yang sudah merasa sangat kenyang tertidur pulas disamping Raka.
Sampai dirumah Raka menggendong Meyra dan membawanya menuju kamar. Ditidurkan tubuh Meyra diatas tempat tidur. Membuka sendal dan menutupi tubuh Meyra dengan selimut tebal. Ac yang baru dinyalakan oleh Raka sudah terasa dingin. Raka menuju meja makan karena merasa lapar.
Raka kemudian tidur bersama Meyra. Dicium kening Meyra dengan kasih sayang.
***
Pagi hari Meyra sudah bangun lebih awal dan ingin memasak sesuatu untuk dia dan suaminya. Kebiasaan memasak sebelum nikah hingga dia tidak perlu untuk belajar lagi.
Bau yang sangat harum dan makanan kesukaan Meyra yang Raka belum mengetahuinya. Sudah tersaji dimeja makan beef yakiniku, salad sayur, nasi, ayam goreng mentega.
Meyra pun berjalan menuju kamar dan membangunkan Raka.
"Raka ayo bangun.." ucap Meyra sambil membuka hordeng agar matahari masuk kedalam ruangan tersebut
"Hooamm, masih ngantuk sayang.. Tutup hordengnya dong" balas Raka dan berusaha menutup wajahnya dengan bantal
"Aku sudah masak untuk kamu, sekarang ayo kita makan bersama" ucap Meyra
"Iya sayang.." Raka tiba-tiba terbangun
"Tapi aku mandi dulu, ayo.." menarik tangan Meyra
"Aku sudah mandi, kamu saja.." ucap Meyra
"Aku ingin mandi bersamamu" Raka dengan senyum nakal
"Tidak.. Sudah aku tunggu dibawah" balas Meyra dengan berjalan menuju pintu kamar
Raka lalu berlari menuju pintu dan menghalangi Meyra dengan tangan dilebarkan.
"Awas Raka" ucap Meyra
"Tidak, temani aku mandi dulu" balas Raka tersenyum
"Tar kamu malah macam-macam lagi" ucap Meyra kesal
"Tidak sayang, aku hanya satu macam saja" senyum liciknya
"Aku tidak mau.. Aku lagi gak mood" balas Meyra
"Biasanya pun kamu bilang begitu" ucap Raka
Raka yang merasa gemas lalu menggendong Meyra dan membawa ke dalam bathup yang kosong.
"Raka.. Apaan sih kamu" Meyra berusaha bangun
__ADS_1
"Sudah diam saja" balas Raka
Raka pun mandi bersama dengan Meyra dan juga keinginan nakalnya. Mereka bercanda bersama didalam bathup yang berisi air sabun.
Ketika mereka sudah berjalan menuju meja makan. Raka menatap hidangan dimeja. Karena selama ini Raka belum pernah memakannya bahkan jarang sekali.
"Waahh.. Kayaknya enak nih" ucap Raka duduk ditempat biasa
"Kamu mau makan apa?" Meyra yang menyiapkan makanan kedalam piring Raka
"Terserah kamu" balas Raka tersenyum
Meyra yang sudah menyiapkan makanan untuk Raka disusul dengan dirinya. Raka pun menyantap hidangan yang sudah dimasak Meyra.
"Enak juga.. hemmz" Raka yang asik makan
"Ini masakan kamu sayang" lanjut Raka
"Iya sayang.. Kamu suka?" ucap Meyra
"Iya, tiap hari kamu masak saja" senyum Raka
"Kamu kan tau aku selalu sibuk. Kalau aku ada waktu aku akan memasak untukmu" balas Meyra
Setelah makan, Mereka memilih menghabiskan waktu dirumah bersama. Menonton film drama korean dan film horor. Sepanjang hari mereka menghabiskan popcron yang sudah dibeli dan dimasak. Hingga cemilan yang memenuhi meja depan televisi. Sudah seperti nonton bioskop super VVIP.
***
Pagi hari Meyra bergegas menuju Toko kue cake. Dilihat semua keuangannya. Terlintas dipikirannya Meyra ingin membuat cabang disebuah kota terkenal. Yang memang butuh waktu 3 jam untuk menempuh kota tersebut.
Akhirnya Meyra meminta ijin suaminya. Raka mengijinkannya dengan syarat harus dekat dengan perusahaan Raka yang berada dikota tersebut agar bisa dipantau oleh anak buah Raka. Meyra pun menerima syarat tersebut.
***
1 bulan lebih Toko kue cake Meyra yang berada dikota lain berjalan dengan sangat baik dan lancar. Semua pelanggan dikota tersebut sangat menyukainya. Hingga toko disana lebih mempunya keuntungan yang lebih besar dan penjualan yang meningkat.
Kandungan Meyra yang sudah berjalan 5 bulan membuat terlihat lebih besar. Raka yang melihatnya tersenyum dan kadang merasa takut jika kalau semakin hari semakin besar Raka khawatir akan meledak..
"Sayang.. Aku melihat perutmu semakin besar ya" ucap Raka
"Ya memang kan sudah jalan 5 bulan sayang" balas Meyra
"Kapan kita kedokter untuk meriksa keadaan bayi kita" ucap Raka tersenyum
"Oh iya ya.. Aku terlalu sibuk hingga tidak begitu memikirkan chak up ke dokter kandungan" balas Meyra
"Ya sudah besok saja ya, sekalian kita main kerumah mamah" ucap Raka
__ADS_1
"Iya sayang" balas Meyra memeluk Raka
"Sekarang kamu lebih agresif ya" tawa Raka
"Ah.. Masa. Ini kan keinginan anakmu" ucap Meyra tersenyum menatap suaminya
***
Pagi hari sudah tiba Raka dan Meyra terbangun lebih awal karena memang mempunyai janji untuk kedokter kandungan. Dan mereka memilih untuk tidak bekerja dahulu.
Perjalan menuju rumah sakit lumayan jauh. Menempuh waktu yang lumayan lama.
Setelah sampai mereka lalu menuju ruang pendaftaran tidak lama kemudian mereka menuju ruang kandungan.
Tidak butuh waktu lama nama Meyra sudah dipanggil. Meyra dan Raka ikut masuk kedalam ruangan tersebut.
Meyra yang sudah berbaring memeriksa perutnya yang terlihat membesar. Dan terlihat jelas janin yang berada didalam perut Meyra. Dilihat dengan 3D dan semakin terlihat jelas. Wajah, tubuh, tangan semua terlihat normal. Hanya saja masih sangat kecil.
"Terlihat sangat jelas bayi kembar ibu" ucap Dokter memperlihatkan dua bayi tersebut
"Apa dok dua.." balas Meyra terkejut
"Apa ibu tidak mengetahuinya?" ucap Dokter
"Terakhir saya periksa hanya sebuah janin saja dok, saya terlalu sibuk hingga lupa untuk chek up" balas Meyra
"Iya dok, maaf kita terlalu sibuk" balas Raka
"Bayi kalian kembar. Mereka mempunyai berat berbeda jika dilihat dengan cara Usg tapi jangan khawatir semua bayi sehat" ucap Dokter
"kalau bisa sesering mungkin periksa ya, soalnya bayi yang ibu kandung kembar" balas dokter
"Lalu jenis kelaminnya bagaimana dok?" ucap Raka
"Terlihat jelas jenis kelamin yang 1 perempuan, tapi yang satu tidak terlihat karena kakinya menutupi" balas Dokter
Dokter lalu memberikan sebuah resep. Raka dan Meyra tersenyum senang mendengar jika harus mempunya bayi kembar.
Mereka kemudian menebus resep obat dan berjalan menuju mobil. Ketika semua sudah selesai Meyra menatap foto Usg yang terlihat nyata karena pakai 3D. Raka melajukan mobil menuju rumah orangtua Raka.
Raka terlihat sangat gembira hingga berlari menuju dalam rumah untuk mencari kedua orangtuanya. Sedangkan Meyra hanya duduk disofa menunggu keluarganya tiba.
Raka yang sudah menemukannya lalu berjalan menuju Meyra. Raka yang belum bericara pada orangtua nya membuat mereka penasaran karena sebelumnya Raka tidak pernah bertingkah aneh.
TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR
MAAF MUNGKIN NOVELNYA BELUM BAGUS DAN BELUM SEMPURNA..
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE NYA ๐