Perjodohan Dan Kebahagiaan

Perjodohan Dan Kebahagiaan
26 Klien


__ADS_3

Raka melajukan mobil ke toko kue Meyra terlebih dahulu. Lalu berangkat menuju kantornya. Raka yang tidak berhenti tersenyum dan merasa lebih bahagia. Terpikir sesaat membayangkan Meyra dengan perut yang membesar setiap harinya. Wajah Raka yang begitu menawan memasuki kantor miliknya.


Semua tertuju padanya, seolah baru melihat berlian didalam api. Pandangan yang indah dan mereka sangat bahagia melihat atasannya bisa begitu tersenyum lebar.


Ruangan yang biasa dia tempati selama bertahun-tahun merasa kalau belum ada foto keluarga dengan Meyra. Raka berpikir akan mulai menyimpan semua foto Meyra dan dirinya.


Raka selalu melamun dan terus tersenyum terbayang wajah Meyra yang begitu lucu dan dengan perutnya yang akan semakin membesar. Didalam metting pun Raka hanya mengiyakan tanpa mendengar.


"Permisi Tuan, metting sudah selesai" ucap Roni yang membuyarkan lamunan Raka


"Ah sudah.. Baiklah nanti kamu jelaskan kembali kepada saya" balas Raka


"Tapi Tuan, apa tadi anda tidak mendengarkan tapi malah jawab iya" ucap Roni menunduk


"Memang apa yang aku iyakan? Aku tidak mendengar semuanya. Apa yang aku iyakan akan membuat perusahaan rugi?" tanya Raka dengan bingung


"Tidak Tuan, semua berjalan baik. Keputusan Tuan sudah benar. Nanti saya akan menjelaskan kembali" balas Roni


"Baik" beranjak terbangun dari duduknya dan memasuki kedalam ruangan


Roni seketika menjelaskan metting barusan. Raka yang sedang sibuk mengerjakan yang lain dan juga mendengarkan Roni. Tanpa sepatah katapun Raka berbicara dan merasa paham.


"Aku sudah paham, baiklah urus semuanya Roni" ucap Raka


"Baik Tuan, maaf Tuan ada yang ingin bertemu denganmu.. " ucap Roni


"Siapa?" balas Raka


"Dia ingin bekerjasama dengan perusahaan kita" ucap Roni


"Jika ingin, aku akan menyiapkan jadwal untuk Tuan agar bisa bertemu dengannya" lanjut Roni


"Baiklah, jika minggu ini ada jadwal kosong pertemukan aku dengannya" balas Raka


Roni yang sudah menyiapkan jadwal untuk pertemuan Raka dengan klien baru. Kemudian berlalu pergi meninggalkan ruangan Raka dan menuju ruangannya.


Raka yang sedari tadi sudah tidak merasa tidak tenang, lalu pergi menuju Meyra.


Raka yang langsung masuk kedalam ruangan Meyra dan memeluknya.


"Sayang, kamu ko kesini.. Memang kamu tidak mempunyai pekerjaan?" ucap Meyra terkejut


"Aku sangat merindukanmu, jadi aku kemari" balas Raka


"Baiklah, tapi lepaskan dulu sayang" Meyra yang merasa tidak nyaman


"Sayang, aku hanya ingin memeluk saja" balas Raka

__ADS_1


"Aku laper sayang, kita makan aja yuk" ucap Meyra yang menatap Raka


"Baiklah, kamu mau apa?" balas Raka


"Aku mau sesuatu yang enak" Meyra tersenyum


"Iya mau apa?" Raka yang mulai gemas


"Jangan pasang wajah seperti itu ah sayang" tertawa kecil


"Abis kamu gemesin.. Mau makan aja bingung" Raka mencium pipi Meyra


"Kita Restauran yang didepan saja, mungkin disitu banyak menu" lalu menarik tangan Raka


"Pelan dong sayang, gak akan kehabisan ini" tertawa kecil


Tatapan karyawan Meyra menatap dengan senang. Suami istri yang begitu romantis. Hingga pembeli yang baru melihat suami Meyra sangat terkagum padanya. Dia bisa menaklukan seorang laki-laki yang begitu kasar dan dingin.


Sesampai diRestauran Meyra merasa ingin memesan semuanya. Bahkan semenjak hamil yang tidak disukai Meyra menjadi makanan atau minuman favoritnya.


Semua terlihat banyak memenuhi meja makan mereka. Meyra yang mencoba mencicipi sedikit demi sedikit hingga merasa puas. Raka yang melihat Meyra terasa bingung.


"Apa orang hamil akan makan banyak seperti ini" gumam Raka


Mata Raka selalu memperhatikan Meyra yang sedang makan lahap. Masih terlihat porsi sisa makan Meyra. Semua dibantu Raka untuk menghabiskan makanannya.


Sudah mulai sore Meyra terbangun dan menatap Raka. Dia tertidur setelah menemani Meyra untuk tidur. Mata meyra mulai meneteskan airmata.


"Terimakasih Raka sudah mau menerimaku" gumam Meyra


"Sayang, bangun.. Apa kamu tidka kekantor lagi?" ucap Meyra berusahama membangunkan Raka


"Ahh.. Aku ketiduran, tidak apa-apa biarkan saja. Ayo kita pulang saja" ucap Raka


"Apa tidak apa-apa jika kamu tidak kembali kekantormu" ucap Meyra


"Sebenernya ada sedikit pekerjaan, baiklah.. Ayo kamu ikut aku saja" balas Raka


"Tapi.. Aku lebih baik disini saja" ucap Meyra


"Sudah ikut saja" lalu menarik tangan Meyra


Raka lalu mengemudi menuju kantornya. Terlihat banyak karyawan menatap Tuannya yang sedang menggandeng tangan Meyra penuh kasih sayang. Senyumnya yang menawan dan raut wajah yang cerah.


"Sayang, tidak usah seperti ini.. Aku malu" ucap Meyra membisikan Raka


"Tidak usah malu, ini kantorku.. Bebas apa yang mau aku lakukan" balas Raka

__ADS_1


"Aku hanya malu saja, setidaknya jangan didepan mereka" ucap Meyra


Raka hanya diam dan membawa Meyra keruang kerjanya. Meyra yang sudah menunggu disofa begitu lama. Raka masih saja sibuk dengan pekerjaannya.


Setelah pekerjaan selesai Raka memutuskan untuk makan diluar karena memang waktu sudah mulai malam. Mobil Raka mengelilingi Kota, entah apa yang dicari hingga ingin makan malam sempurna.


Terlihat dari kejauhan restauran yang mewah dan berkelas. Mobil Raka memasuki area parkir dan berhenti diloby. Raka yang berjalan kemudian memberikan kunci pada seorang pelayan.


Meyra menatap takjub, baru kali ini dia makan diretauran yang begitu mewah dan berkelas. Pandangannya tidak berhenti menatap ruangan tersebut.


"Sayang, apa kamu suka tempat ini?" tanya Raka


"Iya sayang, aku sangat menyukainya" balas Meyra


Pelayan pun datang untuk menyiapkan semuanya yang mereka inginkan. Menu makanan bahkan semua pesanannya.


Meyra yang merasa lapar memakan dan menikmati malam tersebut.


"Makan malam ini seperti diner saja" gumam Meyra tersenyum


"Kamu kenapa sayang, ko senyum sendiri" ucap Raka


"Ahh tidak ko, Aku hanya senang saja" balas Meyra tersenyum malu


Akhirnya mereka selesai makan malam dan mulai melajukan mobilnya menuju rumah.


Sesampai dirumah mereka tidak lupa untuk membersihkan diri dan beristirahat. Karena merasa lebih lelah.


------


Pagi hari Raka menerima telepon dari Roni.


"Selamat pagi Tuan, sore ini kita akan bertrmu dengan klien baru" ucap Roni


"Baiklah, siapkan semuanya" balas Raka


Raka kemudian terbangun dan bergegas menuju kamar mandi. Meyra yang masih tertidur masih belum terbangun.


Raka pun selesai mandi dan memakai pakaian kerjanya. Kemeja berwarna biru tua dan jas berwarna hitam semua terlihat cocok. Meyra yang baru terbangun menatap suaminya.


"Sayang, ko hari ini kamu lebih rapih" ucap Meyra


"Sore ini aku akan bertemu klien baru, jadi lebih rapih" senyum Raka


"Baiklah, aku mandi dulu" ucap Meyra berjalan menuju kamar mandi.


Raka menunggu Meyra yang masih bersiap-siap, lalu Meyra selesai dan menuju ruang makan untuk sarapan.

__ADS_1


Meyra menatap suaminya seolah tidak menyukai kalau dia harus berpakaian rapih tidak seperti biasanya.


__ADS_2