Perjodohan Dan Kebahagiaan

Perjodohan Dan Kebahagiaan
29 Tentang Laura dan Clarisa


__ADS_3

Masalalu Laura dengan Raka


Hampir setiap hari Laura selalu bersama dengan Raka. Mereka berteman bahkan bersahabatan. Raka yang memperlakukan Laura dengan sangat baik dan peduli sama Laura membuat Laura menyukainya.


Laura selalu memberikan sinyal pada Raka agar bisa menjalin hubungan lebih dari sahabat. Tapi Raka yang tidak pernah peka atas perlakuan Laura padanya.


Hingga Akhirnya kelulusan SMA tiba. Laura yang datang membawa sebuah kado kecil berisi jam mahal mewah. Laura lalu memberi tahu perasaannya pada Raka.


"Apa ini?" Raka yang melihat kado disodorkan Laura


"Aku menyukaimu Raka, aku ingin kita lebih dari sahabat" ucap Laura tersenyum


"Maaf Laura, aku lebih mengganggapmu sahabatku bahkan kamu seperti adikku" balas Raka menjelaskan


"Tapi Raka, apa aku kurang sempurna untukmu" Laura yang terlihat sedih


"Tidak, aku hanya mempunyai rasa sayang seperti adik untukmu" ucap Raka memenggang kedua bahu Laura


"Kasih aku kesempatan Raka" Laura yang memegang tangan Raka


"Maaf Laura, perasaanku tidak mungkin berubah. Lagian aku sudah menyukai seseorang" ucap Raka


"Siapa? selama ini kamu tidak ada perempuan lain?" Laura meyakinkan


"Aku memang belum kenal dekat dengannya. Tapi aku menyukai dia. Aku ingin memilikinya. Jadi kamu harus mengerti perasaan aku" ucap Raka meninggalkan Laura


"Siapa wanita itu" batin Laura


Raka yang pergi meninggalkan Laura sendirian disebuah taman. Memang terlihat banyak orang tapi tidak sama sekali Laura mengenal siapapun.


Laura menangis bersedih melihat Raka yang memilih wanita lain yang baru dia kenal.


Kuliah bersama Clarisa


Raka memang selalu mencari cara untuk dekat dengan Clarisa hingga diapun memilih kuliah bareng Clarisa. Clarisa yang tidak tau sama sekali kalau Raka mengikutinya dan mencari tahu tentang dirinya.


Awal mula pertemuan itu melihat Clarisa datang dalam acara perlombaan sekolahnya dan sekolah Raka. Raka yang memperhatikan Clarisa selalu bahkan Clarisa tidak tahu sama sekali. Pandangan pertama Raka pada Clarisa membuat Raka menyukainya dan ingin memilikinya.


Raka adalah sosok laki-laki yang penyayang, romantis, humoris bahkan selalu tersenyum. Clarisa adalah wanita yang baik, cantik, cerdas bahkan membuat laki-laki menyukainya.


Mereka pun bertemu disebuah Universitas dimana mereka kuliah bersama. Raka yang selalu mencoba mendekati Clarisa dengan cara apapun tapi tetap ditolaknya. Hampir setahun Raka memperjuangkan Clarisa akhirnya Clarisa ingin PDKT dengan Raka.


Mereka saling kenal selama 3 bulan dan akhirnya berpacaran. Hingga saling mencintai.

__ADS_1


Laura yang selalu bersama dengan Raka tapi seketika berubah setelah Raka mempunyai pacar. Laura pun tak diperdulikan lagi. Raka bisa dibilang mabok cinta. Kemana-mana selalu bersama Clarisa. Bahkan Raka sangat mencintai Clarisa.


Laura yang merasa sangat sakit. Akhirnya memilih pergi keLondon untuk melanjutkan kuliahnya dan membantu perusahaan papahnya dijerman.


Laura mengira jika Raka sudah menikah dengan Clarisa. Karena selama ini Laura tidak ingin berhubungan dengan Raka.


Balik lagi ke Meyra


Meyra yang merasa bersalah karena membuat dirinya dibalut emosi. Karena tidak memikirkan janin yang sedang dikandung.


Raka sangat mencintai istrinya bahkan selalu mengajak Meyra untuk membeli keperluan ibu hamil dan bayinya nanti. Tapi karena Meyra merasa lebih baik membeli disaat kandungan sudah jalan 9 bulan.


"Aku sudah tidak sabar sayang, membeli keperluan sibayi" ucap Raka mengelus perut Meyra


"Sabar sayang, kalau kita beli sekarang kita kan masih belum tau jenis kelamin bayi kita" balas Meyra


"Iya sayang, kita masih harus menunggu berapa bulan lagi?" ucap Raka penasaran


"Aku sedang mengandung jalan 3 bulan, paling tinggal 6 bulan kurang atau lebih sayang" balas Meyra menatap Raka


"Mengapa lama sekali, apa tidak bisa cepat" ucap Raka terlihat kesal


"Memang segitu sayang, mengandung itu 9 bulan 10 hari paling lama" ucap Meyra tersenyum


"Berarti mamah juga mengandung aku dan Revan selama itu" balas Raka


"Apa tidak berat ya" Raka dengan raut wajah cemas


"Kamu ini, seperti anak kecil saja" tawa Meyra


Mereka pun kemudian pulang. Membersihkan tubuh dan bersiap-siap untuk makan malam.


Meyra yang menatap hidangan dimeja makan membuat Meyra tidak nafsu makan. Dan berdiri berjalan menuju sofa keluarga.


"Kenapa sayang?" ucap Raka mengikuti Meyra


"Aku tidak ingin makan" balas Meyra terlihat kesal


"Memangnya kenapa? ini kan semua makanan kesukaanmu" Raka menjelaskan


"Malam ini aku tidak menginginkannya" balas Meyra


"Baiklah, kamu mau makan apa sayangku" ucap Raka tersenyum

__ADS_1


"Aku ingin kerak telor dan juga mie kocok" ucap Meyra menatap Raka


"Cari dimana makanan seperti itu, memangnya kamu pernah mencobanya sayang?" Raka terkejut


"Aku pernah memakannya sayang waktu aku masih SMA, Aku selalu membeli itu jika aku menginginkannya" ucap Meyra


"Kamu tahu tempatnya?" Raka bertanya


"Tahu kok sayang, tapi mungkin sekarang sudah tidak jualan lagi" tersenyum


"Terus kita cari dimana sayang" Raka terlihat kesal


"Kok kamu gitu sih, Aku kan sedang mengandung anakmu. Aku ingin makan itu, jika tidak ada aku gak mau makan" dengan raut wajah ditekuk


"Baiklah sayang, Ayo kita cari sama-sama" balas Raka menggenggam tangan Meyra dan menarik Meyra menuju mobil.


Raka mengemudi dan mencari disetiap pinggir jalan Kerak telor dan mie kocok. Memang terlihat ada tapi setiap berhenti Meyra selalu menolak dan ingin mencari penjual yang lain.


Raka terlihat kesal dan mengemudi dengan raut wajah kesal.


"Ngidam selalu saja merepotkan" batin Raka


"Itu sayang.." Meyra menunjuk kesebuah warung kecil


"Kamu ingin makan disana?" balas Raka lalu berhenti didepan warung makan


"Iya, ayo sayang.. Aku lapar sekali" Meyra turun dari mobil


"Aku ingin kerak telor yang biasa 1 ya" ucap Meyra kepada penjual


Meyra yang terlihat senang duduk menunggu makanan tersebut. Beberapa menit kemudian makanan datang dengan lahap Meyra memakannya dan menghabiskannya. Raka pun membayar makanan Meyra.


"Sudah sayang, ayo kita cari mie kocoknya" ucap Meyra berjalan menuju mobil


"Sayang, ini kan sudah malam" balas Raka menyalakan mobil


"Tapi aku ingin.." ucap Meyra bersedih


"Iya sayang, kita cari dimana lagi.. Bukan kah tadi kamu menolaknya" balas Raka


"Ya sudah ketempat tadi pertama kamu berhenti" ucap Meyra


Raka pun melajukan mobil dengan cepat dan segera mungkin sampai ditempat yang dituju. Meyra langsung memesan dan memakannya. Raka yang melihat istrinya senang walaupun kalau menurut dia ngidam itu merepotkan.

__ADS_1


**MAAF YA KARENA SALAH MENULIS NAMA DAN AKU EDIT ๐Ÿ˜„


terimakasih sudah membaca jangan lupa like nya**


__ADS_2