
ketika meyra hendak terbangun dari tidurnya dan mulai mengarah kekamar mandi. setengah jam kemudian meyra keluar dari kamar mandi.. lalu pintu kamar meyra bunyi..
tok,tok,tok..
"iya sabar, siapa sih pagi-pagi begini mengetuk pintu" sambil berjalan mendekati pintu dan membuka pintu
"maaf nona, kami diperintahkan tuan muda untuk merias anda" menundukkan kepala
"untuk apa? saya kan gak akan kemana-mana" tanya bingung
"Nona akan menikah dengan tuan muda kami, jadi tolong kerjasamanya" mulai masuk kamar
"tunggu, saya akan berbicara dengan papah" pergi menuruni tangga bertemu papahnya yang sudah mulai rapih "pah, apa ini maksudnya?" menatap pak Handoko
"kenapa kamu belum siap" melihat meyra masih memakai baju santai
"memang kita mau kemana" mendekati
"hari ini kamu akan menikah" memegang kedua bahu meyra.
"papah gak bercandakan? kenapa harus sekarang" melepas tangan papahnya
"sudah meyra, kamu siap-siap lalu secepatnya kita berangkat" membalikan badan membelakangi meyra
"3 minggu lagi menikah dengan dia saja tidak siap, apalagi sekarang pah"
"dia ingin dipercepat, mau gak mau kamu harus mau" tegas pak handoko menatap meyra
"aku gak mau nikah sama laki-laki seperti dia. kejam bahkan dingin" menunduk sambil menangis
"kelak kamu akan mengerti, cepat bergegas" teriak pak Handoko
meyra pun berlari menuju kamar atas sambil menangis.. Dia pun mulai diriasi sambil menetes kan air mata.. satu jam kemudian meyra pun selesai dan memakai gaun yang sudah disiapkan.. lalu mulai menuruni tangga..
meyra berjalan menuju papahnya sambil menundukan kepalanya..
__ADS_1
"kamu sangat cantik, meyra.. sudah jangan menangis lagi" mendekati
"sudah kak, semoga kakak akan bahagia dengan kakak ipar" memeluk meyra
"ya sudah kita berangkat meyra, mereka sudah menunggu" berjalan menuju mobil.
mereka pun memasuki mobil yang sudah disiapkan oleh Raka, meyra pun diam tanpa bicara..
40 menit perjalan akhirnya tiba disebuah gedung lalu melihat semua orang menatap meyra..
meyra berjalan mengikuti karpet merah yang sudah disiapkan.. begitu anggun dan cantik meyra sambil memeluk tangan papahnya dan berjalan menuju ruangan.
"dia sangat cantik dan anggun" seseorang melihat dia
"calon istri tuan muda sangat mempesona" melihat meyra
meyra pun berjalan menuju kursi yang sudah disiapkan, tapi meyra bingung kenapa Raka belum datang..
"semoga saja dia tidak jadi menikahiku" batin meyra senang
"sudah siap calon mempelai semuanya, saya akan mulai ijab qabul" sambil membuka berkas dan mulai berdoa..
semua pun menatap kedua mempelai tersebut, dan terdengar suara sahh.. meyra meneteskan air mata tanpa disengaja karna sangat kecewa atas pernikahan yang secara tiba-tiba. Mereka berdua telah resmi menjadi pasangan suami istri terdengar suara tepukan tangan kebahagian dari semua orang..
"Akhirnya kalian sudah sah menjadi suami istri" Bu Lena senang memeluk meyra
"selamat untuk kalian berdua" senyum Pak Bram
"terimakasih tante om" tersenyum meyra
"panggil kita mamah sama papah, kamu kan sudah jadi mantu kita" memeluk meyra
"ah iya, mah pah"
acara pernikan berjalan dengan sangat lancar, tidak pernah sepi yang datang untuk mengucapkan selamat kepada meyra dan raka..
__ADS_1
Hingga sore hari acara pernikahan selesai dan mulai mempersiapkan untuk pulang..
meyra pun mendekati papahnya..
"pah, aku mau ikut pulang sama papah" memeluk tangan pak handoko
"kamu sudah jadi istri raka, jadi kamu harus ikut sama dia kemana pun" memeluk meyra "selamat atas pernikahanmu, semoga kamu akan bahagia"
"tidak pah, aku tidak mau ikut dia.. kan pernikahan ini hanya perjodohan" menatap meyra
"meyra, apapun yang terjadi kamu harus ikut kemana pun suamimu pergi" menatap meryra
"kakak, kita pulang ya.. kakak hati-hati" mulai memeluk dan meneteskan air mata
"seto, kakak gak akan bisa jauh dari kamu apalagi papah" menggenggam tangan seto
Raka pun mulai mendekat
"sudah selesai dramanya" menatap meyra "ayo kita pulang" menarik tangan meyra "saya pulang duluan papah" sambil tersenyum meninggalkan pak Handoko
"lepasin, aku gak mau ikut sama kamu" mencoba menarik tangannya
"mau cara halus apa kasar" tersenyum jahat sambil menatap meyra
"aku tidak mau, dasar laki-laki gila" teriaknya.
Raka pun mulai kesal, lalu menggendong Meyra berjalan menuju mobil
"ah turunkan aku" Teriak sambil memukul badan Raka
Raka pun menurunkan Meyra didalam mobil miliknya, lalu mendorong meyra kedalam dilanjutkan oleh dia memasuki mobil
"jalan" menatap supir
perjalan yang lumayan jauh untuk sampai dirumah keluarga Raka satya. meyra pun hanya bisa menangis dan berdiam diri menatap keluar jendela mobil.
__ADS_1
"Mengapa aku harus menikahi dia, pria yang sangat dingin" batin meyra sedih