
Suatu hari Raka yang sedang santai dimeja keluarga yang sedang menikmati sebuah teh hangat dan snack menerima sebuah telepon dari asistennya Roni. Karena memang hari libur jadi dia memilih menghabiskan waktu bersama Meyra.
Dreeettt.. Drreeett..
"Sayang, Hp kamu bunyi tuh" ucap Meyra yang baru tiba dengan membawa segelas susu hangat
"Biarkan saja, aku lagi malas mengangkat telepon dari Roni. Paling masalah pekerjaan kemarin" balas Raka
"Coba angkat dulu, takutnya penting" Meyra mengambil hp lalu memberikan kepada Raka
"Iya" Raka mengambil hp tersebut ditangan Meyra.
"Ada apa? Kamu tau kan ini hari libur" ucap Raka kepada Roni ditelpon dengan raut wajah kesal
"Maaf Tuan, saya ingin memberitahu jika perusahaan yang berada di kota xx terbakar dan mengalami kerugian" ucap Roni
"Appaaa? Kenapa bisa? Lalu bagaimana dengan yang lainnya?" ucap Raka terkejut
"Semua baik-baik saja Tuan, mereka sudah lebih awal keluar. Hanya saja perusahaan mengalami kerugian dan harus direnovasi ulang" balas Roni
"Baiklah.Kamu urus saja. Nanti aku akan menyusul" ucap Raka mematikan handphonnya dan bergegas menuju kamar
"Sayang.. Kamu kenapa?" ucap Meyra mengikuti dari belakang
"Aku harus pergi sekarang, kamu disini saja. Jaga bayi-bayi kita" balas Raka yang terlihat panik
"Ada apa sih dia.. Tiba-tiba dia bilang seperti itu" batin Meyra
Raka berganti pakaian dan membawa sebuah koper ukuran kecil. Dia berjalan menuju mobil agar bisa lebih cepat tiba disana. Tapi Meyra menghalanginya.
"Sayang, kamu mau kemana? Ada apa sih? ucap Meyra merasa bingung
" Aku ada keperluan sayang, kamu dirumah saja" Raka mengelus rambut Meyra dan segera pergi
Raka melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Meyra yang menatap mobil Raka sampai merasa bingung. Karena sebelumnya Raka tidak pernah seperti itu.
Meyra pun lalu menuju kamar dan mengambil handphonnya. Dia berusaha menelpon Raka tapi tetap tidak diangkatnya. Dan dia pun berinisiatip menelpon mamah mertuanya.
"Halo.. Mah.." ucap Meyra
"Iya sayang, ada apa kamu tumben telepon" balas Mamah Raka
"Hmmzz, Raka pergi dengan tergesa-gesa dan membawa koper. Mamah tau dia kemana?" ucap Meyra
"Apa? mamah tidak tahu sayang, tapi mungkin saja dia lagi ada pekerjaan yang perlu dia selesaikan. Raka kan selalu tepat wakti dan tanggung jawab" Mamah Raka menenangkan Meyra
"Bagaimana kalau mamah kesana saja menemani kamu" lanjut Mamah Raka
"Apa tidak masalah mah? maksudnya membuat mamah repot" ucap Meyra
__ADS_1
"Tidak Meyra, kamu kesayangan mamah. Dan kamu sedang mengandung" balas Mamah Raka
"Iya mah. Makasih ya" ucap Meyra
"Nanti mamah kesana. Kamu jangan kemana-mana ya sayang" balas mamah Raka
"Iya mah" Meyra lalu mematikan handphonnya dan tertidur dikasur
Dengan perut yang terlihat sangat besar membuat Meyra merasa susah bergerak apalagi berbalik badan.
Tidak lama kemudian mamah Raka tiba dan menemui Meyra. Tapi terlihat Meyra sedang tertidur nyenyak berbaring kekiri.
"Dia sedang tidur" ucap Mamah Raka lalu menuju ruang keluarga
Mamah Raka sedang menonton televisi. Dan Meyra tiba-tiba datang dengan wajah yang baru bangun tidur.
"Mamah, sejak kapan mamah tiba" ucap Meyra
"Mamah tadi baru sampai, mamah liat kamu sedang tidur nyenyak. Jadi mamah kesini saja" balas Mamah Raka
"Maaf yah mah.." ucap Meyra
"Kamu sudah makan?" Mamah Raka
"Aku belum makan mah, aku belum laper mah" ucap Meyra
"Iya mah, nanti saja" balas Meyra meninggalkan Mamah Raka dan menuju kamar
Diambil handphonnya dan belum ada panggilan atau pesan dari Raka karena sudah 2 jam kepergian Raka.
Meyra berusaha menelponnya tapi tidak ada jawaban sama sekali. Bahkan 1 jam kemudian tidak ada panggilan lagi. No Raka sudah tidak aktif.
"Kemana sih dia, kenapa dia tidak ada kabar sama sekali" ucap Meyra merasa cemas
Meyra lalu menuju kamar mandi. Setelah selesai lalu menuju ruang keluarga yang sudah berada mamah mertuanya.
"Maaf ya mah, aku tadi mandi dulu" ucap Meyra
"Tidak apa-apa sayang, kamu mau makan apa" balas Mamah Raka
"Apa saja mah" balas Meyra
Mamah Raka memasak untuk Meyra dan memanggil Meyra untuk makan bersama.
"Wah.. Masakan mamah enak" ucap Meyra
"Hmmzz, masa sih kamu lagi gak ngerayu mamahkan" balas mamah Raka tersenyum
"Beneran mah, kenapa mamah gak masak aja dirumah" ucap Meyra tersenyum
__ADS_1
"Papah Raka selalu melarang, katanya biar mamah gak capek" balas Mamah Raka
"Ternyata aku yang membiarkan mamah masak, nanti mamah capek" ucap Meyra dengan wajah yang sedikit sedih
"Ahhh tidak ko, ini kan keinginan mamah" mamah Raka dengan wajah senang
Mereka makan bersama dan lalu menuju kamar utama. Meyra tidur ditemani Mamah Raka. Mereka mengobrol bersama dan bercerita tentang Raka. Mereka seperti anak ABG yang sedang asik ngerumpi.
Pukul 10 malam Meyra masih saja melihta handphonnya. Dia masih berharap Raka akan menghubunginya atau mengirim pesan. Tapi nyatanya tidak ada notip sama sekali.
Wajahnya mulai gusar, entah apa yang dia pikirkan. Meyra merasa sangat takut jika terjadi sesuatu pada suaminya. Tapi Mamah mertuanya sedang asik tertidur. Lalu Meyra menyusul mertuanya untuk tidur.
***
Pagi hari Meyra masih tertidur pulas karena semalaman dia tidak merasa nyenyak. Dia mencari handphonnya tapi tetap saja tidak ada kabar dari Raka. Meyra lalu pergi menuju kamar mandi dan bergegas keruang makan.
Terlihat jelas wajah mertuanya yang sedang asik memasak. Karena memang hobinya.
"Mah, masak lagi" ucap Meyra
"Iya, mamah senang kalau masak" balas Mamah Raka
"Wah.. Sarapan kita hari ini mewah" ucap Meyra yang tiba-tiba duduk dikursi
"Iya dong, mumpung masih disini" balas mamah Raka
"Gimana kabar Raka?" lanjut Mamah Raka yang membawa sebuah piring
"Belum ada kabar mah" balas Meyra sedih
"Sabar sayang, mungkin dia sangat sibuk" ucap mamah Raka menenangkan Meyra
"Iya mah" balas Meyra
Setelah makan Meyra pergi menuju kamar dan mengambil handphonnya. Tetap tidak ada kabar. Tapi handphone Meyra mati lowbet.
"Yah lowbet, aku lupa untuk mencas nya" ucap Meyra mencari sebuah carcher
"Akhirnya ketemu" lanjut Meyra
Disisi lain Raka sedang sibuk dengan pekerjaanya. Dia bahkan sudah mencas handphone nya tadi malam tapi lupa untuk mengaktifkan kembali.
Raka berusaha mengaktifkan handphone nya. Terlihat jelas banyak panggilan dari Meyra dan juga pesan yang sangat banyak.
"Ada apa dia menelponku" ucap Raka yang berusaha menelpon balik
"Kenapa no dia gak aktif" lanjut Raka
Raka terlihat sangat panik. Dia lalu melanjutkan pekerjaannya agar segera selesai. Menyelesaikan perusahaan yang sudah terbakar. Walau hanya sebagian yang kebakar tapi Raka berusaha menyelesaikannya dengan sangat rapih kembali.
__ADS_1