Perjodohan Dan Kebahagiaan

Perjodohan Dan Kebahagiaan
15 Mempesona


__ADS_3

Meyra selesai memberikan riasan pada wajahnya, lalu mulai menuruni tangga dan menuju ruang keluarga yang sudah terdapat Raka. Raka yang hanya diam tiba-tiba mulai menoleh kepada istrinya. Tersenyum dari kejauhan lalu mendekati Raka.


"aku sudah siap, apa kita bisa berangkat sekarang" tersenyum. Meyra sangat lapar hingga ingin berangkat lebih awal


"Baiklah, ayo" sambil berjalan menuju mobil


Raka pun membukakan pintu penumpang yang berada disebelahnya. "Masuklah" mempersilahkan


"Terimakasih" duduk lalu menatap Raka yang mulai duduk disampingnya "apa kamu tidak memakai supir" tanya nya


"tidak, aku ingin kencanku denganmu lebih puas" tersenyum lalu menatap seolah membuat dia senang.


Mereka menuju restauran yang sudah disiapkan oleh Raka. Menuruni mobil lalu mengikuti Raka. Meyra hanya diam menatap indahnya ruangan tersebut. Dan suara musik romantis yang menurut Meyra sangat indah.


"aku, sudah siapkan semuanya" mulai duduk dan menatap Meyra "apa kamu suka"


"iya aku suka, ini sangat indah" tersenyum


"ini untuk tanda terimakasih dan maafku" mulai merah wajahnya


"maksudnya?" menatap dengan penasaran


"ah sudahlah, makan saja" lalu memotong daging yang berada dipiring Raka


"dasar aneh, kenapa tiba-tiba dia membawa aku kemari" batin Meyra sambil makan.


Akhirnya mereka pun selesai lalu Raka mendekati panggung kecil dihadapan Meyra. Dia bernyanyi sangat merdu, karna memang dia mulai bisa bernyanyi lagi setelah lamanya.


"suaranya sangat indah, wajahnya yang tampan sangat mempesona" batinnya "ha, apa aku jatuh cinta dengan dia" tersenyum


Meyra menikmati sebuah hal yang menurut dia dangat indah, dan tidak akan berusaha melupannya. Tiba-tiba Raka mendekati, lalu menarik tangan Meyra.


"kita mau kemana" mengikuti Raka


"sudah ikut saja" lalu masuk kedalam mobil kemudian melajukannya kesebuah gedung yang sangat tinggi.


"kita ko kemari" menatap gedung tersebut yang terlihat Hotel

__ADS_1


"apa salah kita bulan madu disini" tersenyum jahat


"apa, pantas saja kamu memperlakukanku sangat baik. Ternyata kamu menginginkan sesuatu" batin Meyra


Mereka masuk lalu menuju kamar yang sudah disiapkan oleh Raka. Membukakan pintu lalu menutup dan menguncinya. Raka terlihat lelah membuka bajunya dan hanya terlihat memakai celana. Meyra yang hanya diam tidak tau mau melakukan apa.


"apa kamu akan selalu melamun, buka bajumu" tegas Raka


"kalau aku membuka bajuku, aku akan memakai apa?" mulai panik


"kamu itu, aku membawamu kesini hanya ingin bulan madu. Buka bajumu biar saja tidak memakai baju" tersenyum mendekati Meyra


"tapi, aku.. " Raka mendekati lalu membantu membukakan baju Meyra. " biar aku saja" menjauhi Raka


"Aku ingin berdua denganmu malam ini" Berbisik ditelinga Meyra, hingga membuat terkejut.


"kan biasanya kita selalu tidur berdua" menjauhi lagi, tapi Raka mulai memeluk Meyra lalu mendekati wajahnya.


Raka memulai mencium bibir yang sangat merah mempesona. Lalu Raka berusaha melepaskan baju Meyra perlahan. Meyra hanya diam malu melihat apa yang dilakukan Raka. Raka mendorong tubuh Meyra keatas kasur lalu diikuti oleh Raka. Raka melihat Meyra sangat malu dan mulai membelai rambutnya diikuti dengan mencium bibirnya lagi. Raka pun melakukan yang membuat dia sangat senang, lalu tertidur setelah apa yang telah dia dapat.


Pagi harinya Meyra terbangun lalu menuju kamar mandi, dia memikirkan hal semalam seolah dia sangat senang. ketika Meyra mulai mandi Raka menghampiri dan lalu mendekati Meyra. Dan mandi bersama.


Tok, tok, tok


Raka melangkahkan kakinya menuju pintu lalu membukanya


"selamat pagi tuan, saya sudah siapkan sarapan anda" masuk membawa dorongan yang terdapat banyak makanan. "saya permisi tuan" pergi meninggalkan kamar.


"banyak sekali makanannya" melihat-lihat makanan


"ini semua untukmu" tersenyum


"ini terlalu banyak Raka"


"ya sudah kalau tidak habis biarkan saja" mengambil sebuah makanan.


"terimakasih"

__ADS_1


Setelah mereka selesai makan, Raka mulai mengantuk lalu tidur disebelah istrinya. Dia menatap Meyra, rasanya nyaman.


"aku sangat senang bila berada disampingnya, tapi apa aku suka dengannya" batin Raka menatap Meyra yang sedang tertidur lalu memeluk Meyra hingga tertidur pulas disamping Meyra.


Meyra terbangun dan melihat tangan Raka memeluk dirinya.


"ko dia tidur sambil meluk aku sih" tanyanya bingung "apa dia mulai menyukaiku" batin Meyra. Lalu dia menuruni temoat tidur dan menuju sofa. Meraih handponenya lalu mengetik pesan kepada Lisa. "Lisa, bagaimana kuliah? apa ada tugas." lalu mengirimnya


"Meyra, kamu kemana saja, aku selalu nunggu kabar kamu. Tugas kuliah tidak ada sih, cuman kemarin ada Quis, tapi aku tidak bisa mengerjakannya hehe" balas Lisa


"aku kan sudah menikah seminggu lalu tapi suami belum mengizinkan aku kuliah, padahal aku rindu denganmu hehe" senyum Meyra


"ko kamu menikah gak ngabarin aku sih, padahal aku mau liat sahabat aku memakai gaun"


"iya, aku menikah mendadak, aku tidak bisa mengabarimu saat itu. Maafkan aku Lisa"


"iya tidak apa-apa, selamat atas pernikahanmu. Bagaimana dengan suamimu"


"Dia sangat baik walaupun terkadang aneh hehe"


"apa dia tampan? kalau dia tampan itu sudah termasuk rezeki hehe"


"dasar kamu ini, kalau yang tampan saja no 1 hehe"


"kalau sudah mau masuk kabari aku ya Meyra"


"siap" tersenyum senang


"Kamu sedang balas pesan siapa, sambil tersenyum. Apa kamu masih berhubungan dengan Revan" bangun lalu beranjak mendekti Meyra


"aku balas pesan temanku" terkejut karna mendengar suara Raka


"perempuan atau laki-laki" matanya mulai tajam menatap Meyra


"perempuan dia Lisa sahabatku" tiba-tiba Raka menarik handpone yang berada ditangan Meyra lalu membaca pesannya.


"awas saja kalau kamu macam-macam aku tidak memaafkanmu, aku paling benci penghianat" melempar handpone ke sofa

__ADS_1


"iya" mulai takut melihat Raka seperti itu "kenapa dia tiba-tiba marah" batinnya


Meyra dan Raka mulai bersiap pulang menuju rumah Raka, tapi dia mampir menuju rumah Meyra karna sekalian lewat. Meyra terkejut ada apa dia mau kerumahku.


__ADS_2