
Sore hari Raka memang mempunyai janji dengan klien. Klien sudah tiba dan memasuki ruangan Raka. Tatapan Raka melihat memperhatikan sosok wanita tersebut. Terlihat rasa rindu padanya setelah lama sudah tidak bertemu. Wanita tersebut juga memandang Raka penuh kebahagiaan yang sekian lamanya tidak bisa bertemu dengan Raka.
"Kalian pergi saja, aku ingin berbicara dengan dia" perintah untuk Roni dan asisten wanita itu
Mereka pun pergi meninggalkan Raka dengan wanita tersebut.
"Aku merindukanmu Raka" memeluk
"Aku pun sama Laura, kamu meninggalkan ku dan tidak mengirim pesan padaku" balas Raka melepaskan pelukannya
"Maafkan aku, aku sangat sibuk dengan kuliahku diLondon dan kemudian meneruskan perusahaan papahkku yang berada dijerman" ucap Laura
"Hmmzz, setidaknya kamu memberitahuku" balas Raka
"Kamu sudah menikah?" lanjut Raka
"Apa kamu tidak tahu, kalau aku masih tetap menunggumu" tertawa kecil
"Kamu masih saja belum menikah? " balas Raka
"Belum, aku ingin menikah denganmu" ucap Laura
"Ku sudah menikah Laura" Raka menegaskan
"Apaa? bukan kah dulu kita berjanji akan saling bersama. Apa dengan Clarisa?" ucap Laura
"Itu kan masa SMA kita Laura, itu hanya cinta monyet" balas Raka
"Clarisa telah tiada. Aku menikah dengan pilihan orangtuaku" lanjut Raka
"Apaa? aku bisa pahami jika kau menikah dengan Clarisa. Tapi dengan wanita lain aku tidak rela" balas Laura
"Aku masih berharap denganmu, menurutmu dulu adalah cinta monyet yang tidak ada artinya. Tapi saat ini aku masih merasakan cinta itu" ucap Laura
"Laura, dari dulu aku hanya menganggapmu sebagai adikku. Aku sudah menikah dan sangat mencintai wanitaku" balas Raka
"Kamu yakin sudah mencintainya?" ucap Laura
"Iya, nanti aku akan kenalkan kamu kepadanya" balas Raka
"Baik, kita kan akan membahas tentang kerjasama kita. Apa kita harus bernostalgia terus?" lanjut Raka tersenyum
"Iya maaf. Ku masih rindu. Nanti malam kita bisakan makan malam bersama" ucap Laura
"Baiklah" balas Raka
Mereka pun melanjutkan pekerjaannya. Setelah pekerjaan mereka selesai. Laura lalu meninggalkan Raka.
"Jangan lupa malam ini ya" ucap Laura berjalan meninggalkan Raka
__ADS_1
Raka hanya tersenyum membalasnya. Tatapannya begitu menawan. Hingga membuat Laura terkesima.
Raka pun pergi menuju toko kue Meyra dan menjemputnya agar bisa pulang bersama. Raka terlihat sangat bahagia menatap Meyra.
"Kenapa kamu lebih terlihat bahagia" ucap Meyra
"Aku bertemu dengan seseorang yang selama ini aku tunggu" balas Raka
"Seseorang ? siapa? laki-laki apa wanita" ucap Meyra
"Wanita, dia teman SMA ku" balas Raka
"Oh" jawab Meyra singkat
Raka hanya terdiam dan mengemudi dengan fokus. Meyra yang memperhatikan Raka tersenyum merasa sangat aneh.
"Apa wanita itu kekasihnya dahulu" batin Meyra
Mereka pun sampai dirumah. Tertuju menuju pintu kamar mereka. Raka lalu pergi menuju kamar mandi, Meyra merasa sangat kesal dengab tingkah laku suaminya.
Raka yang sudah rapih dilanjut Meyra yang membersihkan diri. Beberapa puluh menit Meyra selesai mandi. Raka menghampirinya dan menatap Meyra.
"Sayang, maaf ya malam ini aku tidak makan malam bersamamu" ucap Raka mencium kening Meyra
"Memang kamu mau kemana?" Meyra yang sedang duduk dimeja rias menatap Raka
"Aku sudah ada janji dengan dia, nanti aku akan kenalkan padamu" balas Raka
Raka lalu pergi meninggalkan Meyra dan bergegas menuju mobilnya. Mobil melaju dengan cepat tanpa lama mobil tersebut sudah tiba direstauran yang sudah dijanjikan kepada Laura.
Raka turun dari mobil dan berjalan menuju dalam restauran. Matanya tertuju kesebuah meja dan melihat sosok wanita tersebut. Raka tersenyum bahagia.
"Maaf, sudah menunggu lama" ucap Raka
"Tidak ko Raka, aku baru saja sampai" balas Laura
"Kamu sudah memesan sesuatu?" ucap Raka
"Belum, aku menunggu kamu" Laura tersenyum
"Baiklah, aku pesankan makanan kesukaanmu" memanggil pelayan dan memesan makanan beserta minumannya.
"Raka, apa kamu sangat mencintai istrimu" ucap Laura
"Iya, awalnya aku sangat tidak menyukainya. Tapi semenjak berjalannya waktu aku sangat mencintainya" ucap Raka
"Apa tidak ada sedikit ruang untukku" Laura tersenyum
"Kamu masih ada ruang dihatiku, dari dulu kan kamu menjadi adikku" balas Raka
__ADS_1
"Bukan itu, aku ingin menjadi wanita yang kamu cintai" ucap Laura
"Kamu kan tau perasaan ku padamu. Dari dulu aku tidak pernah mencintaimu. Kamu saja yang tidak bosan mengejarku" balas Raka tertawa
"Kamu sama seperti dulu selalu saja bercanda" balas Laura dengan raut wajah kesal
"Memang benar" ucap Raka tegas
"Lalu kenapa Clarisa meninggal?" ucap Laura
"Dia kecelakaan dan meninggal" Raka terlihat sedih
"Maafkan aku membuatmu sedih" ucap Laura
"Tidak ko, biarkan saja itu hanya masalaluku" ucap Raka
"Aku bahkan lebih bahagia, istriku sedang mengandung" lanjut Raka
"Apa? sejak kapan kamu menikah?" ucap Laura terkejut
"Aku sudah berjalan sekitar 10 bulan. Aku baru membuat dia hamil" tertawa kecil
"Kamu ini kalau lagi serius selalu saja tertawa" balas Laura
"Biarkan saja, sesekali aku merasa bebas" ucap Raka tertawa
Raka dan Laura merasa sangat senang bisa bertemu kembali. Walaupun Laura masih berharap penuh dengan laki-laki tersebut. Tapi Raka masih menganggap wanita itu hanya sebagai adiknya.
Waktu menunjukan pukul 22.00 wib. Raka yang menghentikan obrolan mereka dan memilih untuk pulang. Laura pun akhirnya menurut.
Raka melajukan mobilnya menuju rumahnya. Melihat Meyra yang tertidur di sofa.
"Sayang, ko kamu tidur disini" ucap Raka membangunkan
"Kamu sudah pulang, maaf aku ketiduran" balas Meyra
"Maaf aku terlalu malam pulangnya, tidak terasa malam" ucap Raka membantu Meyra berjalan menuju kamarnya
"Aku hanya merindukanmu saja Raka" ucap Meyra
Raka melihat senyuman Meyra lalu menggendongnya dan membawa menuju kamar. Di baringkan tubuh Meyra di tempat tidur. Raka lalu membuka pakaian kemejanya dan menatapa Meyra.
"Sayang, sebaiknya kamu tidur saja" ucap Meyra
"Aku hanya ingin sesuatu dulu" balas Raka mencium bibir Meyra
"Sayang, aku ngantuk.. Aku mau tidur" melepaskan dan mendorong Raka
"Kamu ini kenapa sih, ko jadi aneh sekali" ucap Raka dengan wajah kesal
__ADS_1
"Maaf aku hanya mengantuk, lain kali saja" ucap Meyra membalikan tubuhnya
Raka yang merasa kesal mengambil kaos yang ada dilemari dan pergi keluar kamar dengan membanting pintu. Meyra yang melihat Raka merasa bersalah. Tapi Meyra masih kesal terhadap suaminya karena makan malam bersama wanita lain. Meyra menangis merasa kesal pada Raka