
Pesta yang sangat mewah itu berakhir indah. Meyra yang terlihat sangat bahaga dengan perlakuan Raka.
Pagi mulai datang, hari pun sangat cerah. Raka yang siap dengan pakaian rapih selalu menatap Meyra yang sedang tertidur.
"Sayang, apa kamu akan tidur terus?" Ucap Raka mencium pipi Meyra
"Maaf, aku kesiangan sayang" kemudian terbangun dan memeluk Raka
"Selamat pagi sayang" lanjut Meyra
"Mandi sana, aku kan janji mau kasih kado yang istimewa buat kamu" melepaskan pelukan
"Apa memangnya? " Wajah Meyra terlihat penasaran
"Bukankah pesta semalam udah lebih dari cukup" lanjut Meyra
"Sayang, aku punya sesuatu. Cepat Mandi sana.. Bau tau" sambil tertawa
"Kamu ko gitu sih" wajah Meyra mulai cemberut dan bibir maju kedepan
"Marah saja masih cantik" mencium bibir Meyra
"Kamu ini gombal" Meyra tersenyum
"Aku mandi dulu sayang, kamu tunggu dibawah saja" Meyra yang langsung berjalan menuju kamar mandi
"Mau aku temenin gak sayang" Raka yang mengikuti Meyra dari belakang
"Kamu ini, kan kamu sudah mandi. Sana pergi saja" membalikan badan lalu mengusir Raka dengan tangannya
"Kamu ini gak peka banget sih sayang" Raka yang sedang didorong Meyra
"Aku mandi dulu sayang, nanti aja kalau mau itu" lalu berlari kekamar mandi dan menutup pintu
"Hmmz, selalu saja bikin senyum" Raka yang terlihat senang berjalan menuju ruang makan
"Raka, jadi pindah kerumah kamu?" ucap Mamah Raka
"Jadi mah, tapi jangan bilang sama Meyra ya mah. Ini kejutan buat dia" Raka tersenyum
"Iya sayang, kalau kalian gak disini mamah bakal sepi" mulai sedih
"Mamah ini, kan ada Revan sama papah" blas Raka
"Iya mah, biarkan saja mereka berdua. Semoga saja mereka mempunya anak. Sudah 7 bulan pernikahan tapi belum ada tanda-tanda" Ucap papah Raka
__ADS_1
"Iya nanti Raka berusaha ko pah, makanya Raka ingin hadiah untuk Meyra agar bisa lebih leluasa" tawa Raka
"Kamu ini, bisa saja cari alasan" balas Papah Raka tertawa kecil
"Iya sayang, mamah juga udah gak sabar" Ucapa Mamah Raka
Mereka sedang asik berbicara, Meyra lalu datang dan duduk disamping Raka.
"Selamat pagi semua" Meyra yang terlihat senang
"Pagi sayang, kamu mau kemana ko sudah rapih" tanya Mamah Raka
"Raka akan mengajakku mah, entah kemana" balas Meyra
"Mamah kepo sekali sih, ini urusan mereka" papah Raka tersenyum
Mereka pun sarapan bersama, ketika selesai sarapan Raka lalu menggenggam tangan Meyra dan berjalan menuju mobil. Tidak lupa untuk pamitan juga.
Meyra yang selalu bertanya kepada Raka hanya dibalas dengan senyuman. Perjalanan lumayan jauh dan memasuki perumahan elit terlihat sangat besar dan mewah. Hampir semua bangun sama hanya saja membedakan warna dan rubahan depan rumah. Mobil Raka pun tiba dihalaman rumah yang begitu luas dan indah. Sudah terlihat mobil mewah terbaru diparkiran.
"Wah, ini bagus banget sayang. Ini rumah siapa? kita mau bertemu teman kamu?" Meyra yang melihat sangat takjub
"Turun dulu, nanti kamu akan tahu" balas Raka
Lalu Meyra berjalan mengikuti Raka. Dari luar terlihat sangat klasik dari dalam terlihat modern perpaduan warna cream dan putih.
"Selamat datang Nyonya, Tuan" lanjut Bi Lilis menundukkan kepala
"Selamat datang Nyonya, Tuan" lanjut Pak Eko
"Terimakasih" balas Meyra
Raka lalu duduk disofa yang berwarna coklat muda. Lalu Meyra mengikuti Raka dan duduk disamping Raka.
"Sayang, mana temanmu ? " tanya Meyra
"Teman siapa sayang?" balas Raka
"Ini rumah temanmu kan?" Meyra yang terlihat bingung
"Ini rumah kita sayang" menatap Meyra
"Apa tidak salah sayang, kamu tidak usah bercanda" balas Meyra
"Aku serius sayang, ini rumah kita" memastikan Meyra
__ADS_1
"Jadi kita akan pindah kesini" ucap Meyra
"Iya sayang, aku sudah membereskan barang-barang kamu dan aku semua sudah rapih. Kamar kita diatas. Itu kamar utama kita. sebelah kiri kamar anak kita pertama, sebelah kanan kamar anak kita yang kedua, lalu dibawah kamar anak kita yang ketiga. Kamar yang 2 itu kamar tamu" menunjukkan kepada Meyra
"Sayang, aku kan belum mengandung. Kenapa kamu memikirkan kamar anak-anak kita" Meyra yang mulai malu
"Aku sudah tidak sabar sayang mempunyai anak darimu" mencium pipi Meyra
"Lalu mereka akan tidur dimana sayang?" Tanya Meyra
"Dibelakang dekat dapur sudah ada 2 kamar yang cukup luas untuk mereka sayang" medekati lalu memeluk pinggang Meyra
"Makasih sayang" lalu menyenderkan kepalanya kedada Raka
"Apa kamu suka sama rumah ini, ini kado istimewa buat kamu" ucap Raka lalu mencium rambut Meyra
"Aku bahagia sayang, aku suka hadiah yang kamu kasih" meneteskan airmata
"Kamu kenapa menangis" memandang wajah Meyra lalu menghapus airmata Meyra
"Aku sangat bahagia, aku mempunya suami yang sangat mencintaiku" balas Meyra
"Ada satu lagi sayang, aku sudah siapkan mobil dan supir untuk kamu. Pembantu rumah tangga 2 orang" Ucap Raka
"Kamu tidak perlu bekerja apapun, kamu hanya diam dirumah dan bersenang-senang sayang" lanjut Raka
"Terimakasih sayang" Meyra yang langsung memeluk
"Ayo kita lihat kamar kita" sambil berdiri dan berjalan menuju kamar utama
"Wah, ini sangat indah. Luas lagi sayang apa tidak berlebihan?" ucap Meyra
"Tidak sayang, ini untuk kamu" balas Raka
Meyra dan Raka mulai menyesuaikan tempat baru mereka. Meyra memandangi jendela dan terlihat sebuah taman yang berada tidak jauh dari rumah tersebut. Terlihat banyak anak kecil yang sedang bermain ditemani orangtuanya.
"Sayang, mereka lucu-lucu ya" Meyra menunjukan taman tersebut
"Jika kamu mau, kita bisa buat sayang" senyum Raka
Lalu menarik meyra dan memeluknya. Memberikan ciuman hangat. Raka yang memang sejak pagi sudah ingin memangsa Meyra tapi karna Meyra yang menolak jadi dia mulai beraksi sekarang.
"Aku sangat mencintaimu Meyra. Jangan pernah tinggalkan aku" Ucap Raka yang membisikan ke telinga Meyra
"Aku juga mencintaimu Raka" balas Meyra
__ADS_1
Setelah selesai mereka menuju kamar mandi dan mandi bersama. Kebahagiaan yang begitu nyata menurut Meyra. Meyra yang selalu berdoa dan mengingikan seorang bayi mungil diperutnya.